Benarkah Anak Sulit Makan Karena Kebanyakan Susu?

03 Mei 2013 08:04:31 Diperbarui: 24 Juni 2015 14:12:45 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Beberapa anak sulit makan disarankan untuk menghentikan susu dan ASI, karena penyebab sulit makan dianggap karena terlalu banyak minum susu atau sering ngempeng payudara ibu saat minum ASI. Sehingga beberapa dokter mengadviskan menghentikan susu bahkan ada dokter yang menyarankan menghentikan ASI karena anak sulit makan dianggap karena anak terlalu sering ngempeng ibunya.Tetapi faktanya saat susu dan ASI dihentikan ternyata anak tetap sulit makan karena penyebab utama sulit makan tidak diperhatikan dan diperbaiki. Penyebab utama anak sulit makan salah satunya adalah gangguan minimal fungsi saluran cerna pada anak.

Sebenarnya saat anak tidak mau makan atau menolak bukan karena terlalu banyak susu atau terlalu sering negempeng tetapi karena nafsu makan yang berkurang. Keadaan ini sering terjadi pada anak kesulitan makan dengan gangguan fungsi saluran cerna seperti mudah muntah saat menangis atau batuk atau mudah atau mudah mual saat disuap makanan atau memasukkan tangan ke mulut. Saat terjadi keluhan mual biasanya nafsu makannnya menurun. Pada saat inilah anak menutup mulut, menepis makanan atau menolak makanan yang karena keluhan mual dan muntah tetapi dianggap karena tertalu banyak susu atau sering ngempeng. Saat ibu mengikuti saran menghentikan susu dan menghentikan ASI banyak kasus tetap membuat anak sulit makan karena penyebab utama saluran cerna tidak diperbaiki. Bahkan banyak anak sulit makan meskipun tidak makan dalam waktu seharian tetap tahan karena memang nafsu makannya hilang saat terjadi mual dan muntah. Justru saat susu dan ASI dihentikan faktanya banyak anak tetap sulit makan bahkan memngakibatkan berat badannya semakin menurun karena asupan gizinya semakin berkurang. Susu menjadi penyebab sulit makan bila saat jam makan diberi susu. Sebaiknya beberapa jam sebelum jam mnakan tiba tidak diberi susu. tetapi saat anak tetap sulit makan setelah itu tetap harus diberi susu untuk pengganti asupan giizi yang kurang.



Penanganan Terbaik Atasi Penyebabnya

Penyebab tersering sulit makan pada anak dapat dikelompokkan dalam 3 hal diantaranya adalah hilang nafsu makan anak, gangguan oral motor dan penyebab jarang adalah gangguan psikologis


  • Hilangnya Nafsu Makan Pengaruh hilang atau berkurangnya nafsu makan tampaknya merupakan penyebab utama masalah kesulitan makan pada anak. Pengaruh nafsu makan ini bisa mulai dari yang ringan (berkurang nafsu makan) hingga berat (tidak ada nafsu makan). Tampilan gangguan yang ringan berupa minum susu botol sering sisa, waktu minum ASI berkurang (sebelumnya 20 menit menjadi 10 menit), makan sering sisa atau hanya sedikit atau mengeluarkan dan menyembur-nyemburkan makanan di mulut. Sedangkan gangguan yang lebih berat tampak anak menutup rapat mulutnya atau tidak mau makan dan minum sama sekali.



  • Gangguan Fungsi Saluran Cerna Berkurang atau hilangnya nafsu makan ini sering diakibatkan karena gangguan fungsi saluran cerna khususnya anak dengan gangguan mual, mudah muntah dan gangguan buang air besar. . Gangguan fungsi pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan. Tanda dan gejala yang menunjukkan adanya gangguan tersebut adalah perut kembung, sering “cegukan”, sering buang angin, sering muntah atau seperti hendak muntah bila disuapin makan. Gampang timbul muntah terutama bila menangis, berteriak, tertawa, berlari atau bila marah. Sering nyeri perut sesasaat, bersifat hilang timbul. Sulit buang air besar (bila buang air besar ”ngeden”, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing) atau cair disertai bentuk seperti biji lombok, pernah ada riwayat berak darah. Gangguan tidur malam : malam rewel, kolik, tiba-tiba mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau. Gangguan saluran cerna biasanya disertai kulit yang sensitif. Sering timbul bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya. Saat bayi sering timbul gangguan kulit di pipi, sekitar mulut, sekitar daerah popok dan sebagainya. Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa karena sering terjadi pada banyak anak. Padahal bila di amati secara cermat tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang sangat mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak.



  • GANGGUAN PROSES MAKAN ATAU GANGGUAN ORAL MOTOR Gangguan proses makan atau gangguan oral motor tampak tampilan anak makan pilih-pilih. Anak hanya mau makanan tertentu yang tidak berserat dan yang Crispy. Saat anak pilih-pilih makan dan sulit mengunyah menelan, nutrisi yang yang bisa masuk hanyalah susu. Faktor inilah yang mengakibatkan anak dengan gangguan orak motor yang tidak ringan hanya bisa minum susu tidak mau makanan lainnya. Hal ini sering dianggap anak tidak mau makan karena kebanyakan minum susu. Gangguan oral motor dan nafsu makan yang berkurang sering disebabkan karena gangguan fungsi saluran cerna. Data yang ada di Picky Eaters Clinic Jakarta, sebagian besar penderita atau sekitar 90 persen penderita sulit makan sering disertai gangguan alergi dan hipersensitiftas saluran cerna.Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau gangguan oral motor tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Tampilan klinis gangguan mengunyah adalah keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun, tidak bisa makan daging sapi (empal) atau sayur berserat seperti kangkung. Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh. Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna. Tetapi kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti krupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kunyahan. Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkan kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja.Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cedal, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti). Gangguan motorik proses makan ini biasanya disertai oleh gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter “W”. Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan. Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Mudah marah serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru. Gangguan saluran pencernaan tampaknya merupakan faktor penyebab terpenting dalam gangguan proses makan di mulut. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan teori ”Gut Brain Axis”. Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut. Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan nafsu makan yang makan yang tidak baik. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. Gejala kesulitan makan pada anak adalah (1) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil.


Berbagai tip dan cara pemberian makanan bagi anak termasuk menghentikan minum susu dan menghentikan ASI, ternyata kurang bermanfaat bila penyebab utama gangguan saluran cerna pada anak sulit makan tidak diperbaiki. Ternyata saat dilakukan intervensi penanganan gangguan fungsi saluran cerna terdapat perbaikan diikuti membaiknya nafsu makan anak.

Widodo Judarwanto

/sandiazyudhasmara

TERVERIFIKASI

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician. "We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life" *** www.growup-clinic.com *** www.alergiku.com www.sulitmakan.com *** www.klinikanakonline.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana