PILIHAN HEADLINE

Ibu Hamil Sebaiknya Berpuasa atau Tidak?

30 Mei 2017 09:46:05 Diperbarui: 30 Mei 2017 15:23:36 Dibaca : 258 Komentar : 3 Nilai : 6 Durasi Baca :
Ibu Hamil Sebaiknya Berpuasa atau Tidak?
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)

Berpuasa Atau Tidak Pada Saat Hamil Adalah Pilihan Bijak Ibu Hamil 

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, khususnya untuk perempuan. Beberapa keringanan diberikan untuk perempuan selama berpuasa. Perempuan datang bulan, maka dia tidak diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan namun menggantinya di bulan lain. Perempuan hamil, menyusui, dan melahirkan juga memiliki keringanan-keringanan dengan pertimbangan kesehatan. Di dalam syariat Islam, ibu hamil dan menyusui termasuk kalangan yang boleh meninggalkan puasa. Oleh karena itu, berpuasa atau tidak pada saat hamil adalah pilihan bijak ibu hamil yang mampu mengukur seberapa kuat menjalankannya. 

Berdasarkan hasil komunikasi dengan salah satu bidan di Puskesmas Kalianget, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, perempuan hamil masih bisa berpuasa jika kondisi kesehatannya baik. Berdasarkan penuturannya, rata-rata pasien berkonsultasi untuk tetap bisa berpuasa meski dalam kondisi hamil. Secara kesehatan, puasa di saat hamil tidak terlalu berbahaya untuk ibu dan calon bayi. Kondisi ini bergantung pada kesiapan fisik dan keinginan kuat dari seorang ibu. 

Selama ibu bisa memberikan gizi yang cukup pada saat buka dan sahur, kondisi bayi juga akan tetap terjaga. Bayi memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap pola makan sang ibu. Sebaiknya ibu hamil mengonsumsi satu gelas susu pada saat buka dan satu gelas susu pada saat sahur. Meskipun tidak berpengaruh terhadap kondisi bayi, kesiapan ibu itu jauh lebih penting. Jika merasa tidak sanggup untuk berpuasa dengan alasan-alasan kesehatan diri dan anaknya, diperbolehkan meninggalkan puasa. 

Ketakutan beberapa ibu muda adalah nanti bayinya akan kecil karena ditinggal berpuasa sehingga memilih untuk membayar fidyah sebelum hari raya. Keringanan ini diberikan kepada perempuan hamil, orang sakit, dan ibu menyusui yang tidak mampu menjalankan ibadah Ramadhan maka menggantinya dengan membayar fidyah. Membayar fidyah ditentukan berdasarkan berapa lama dia tidak berpuasa dengan catatan 1 hari tidak puasa maka 1 kali membayar fidyah kepada fakir dan miskin.

Fidyah atau Fidaa atau fida' adalah satu makna. Yang artinya apabila dia memberikan tebusan kepada seseorang, orang tersebut akan menyelamatkannya. Dalam kitab-kitab fiqih, fidyah dikenal dengan istilah "ith'am", yang artinya memberi makan. Adapun fidyah secara garis besar adalah sesuatu yang harus diberikan kepada orang miskin, berupa makanan, sebagai pengganti karena dia meninggalkan puasa. Fidyah bisa dilakukan oleh ibu hamil selama kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa. 

Seperti yang dipilih oleh Inung, ibu muda asal Kampung Sitiung, Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo tetap berpuasa dan menikmatinya dengan gembira. Usia kehamilan 14 minggu tidak menyurutkan aktivitasnya yang sangat padat. Sebagai seorang ibu rumah tangga mengantarkannya kreatif melakukan bisnis-bisnis kecil dari rumah.

 Aktivitas rutin rumah tangga, mengantar-jemput anak pertamanya membuatnya semakin kreatif untuk mengembangkan usaha kecilnya. Pada saat anaknya berada di TK, dia menunggui putrinya sambil menjual kebutuhan-kebutuhan rumah tangga untuk wali murid sesama penunggu yang membutuhkan. Di depan rumahnya setelah anak pulang sekolah, berjualan makanan dan minuman ringan untuk anak-anak di sekitarnya. Keuletannya mengantarkan usahanya terus berjalan meski harus berubah-ubah ide dan strategi penjualannya. 

Persiapan pesanan kue lebaran oleh ibu Inung dok pribadi
Persiapan pesanan kue lebaran oleh ibu Inung dok pribadi

Pada bulan Ramadhan di kehamilan anak kedua memilih usaha menerima pesanan kue-kue untuk hari raya. Beberapa produk kue adalah kreasi dan buatannya sendiri dan menjual beberapa produk titipan dari ibu rumah tangga lain. Kehamilan kali ini dimanfaatkan untuk beraktivitas secara penuh supaya waktu cepat berjalan sehingga tidak merasakan beratnya berpuasa. Dia tidak memiliki trik khusus untuk menjalankan ibadah puasa selama hamil, seperti ibu lainnya makan sayur dan buah secukupnya pada saat buka puasa dan menambah susu satu gelas pada saat sahur. Seperti biasa, seluruh aktivitas rumah tangga diselesaikan setelah sahur usai. 

Mengantarkan anak menjadi kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan. Sekarang anaknya sudah kelas satu SD sehingga tidak perlu ditunggui di sekolah. Pembuatan kue sesuai pesanan yang sudah diterima pun bisa dikerjakan selama anak berada di sekolah. Setelah menjemput anaknya sekolah,  dilanjutkan dengan persiapan penjualan takjil di sore hari. 

Ibu Inung berjualan takjil di Bazar Ramadhan Masjid Al-Mansyur Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo. Kurang lebih 1 Km jarak yang harus ditempuh dari rumahnya menuju Bazar Ramadhan. Jualan jajanan takjil selama Ramadhan menjadi aktivitas menunggu berbuka puasa sambil menghilangkan kejenuhan.

Berjualan Takjil Di Masjid Al-Mansyur
Berjualan Takjil Di Masjid Al-Mansyur

Bazar Ramadhan menjadi agenda tahunan di beberapa wilayah Kabupaten Wonosobo. Semuanya menyediakan menu-menu buka puasa yang menarik dan menggoda lidah untuk mencicipinya. mulai minuman segar seperti es kelapa, sup buah, dawet, kolak dan beberapa ide kreatif minuman lainnya yang akan membuat buka puasa menjadi lebih bergairan. Makanan-makanan kecil pun seperti tempe kemul, bakwan, martabak unyil, kue sus kering, dan jajanan lainnya pun memadati bazar Ramadhan ini. Tidak lupa sayur dan lauk-pauk juga tersedia untuk para keluarga yang tidak memiliki waktu cukup menyediakan masakan di rumah, maka bazar Ramadhan bisa dijadikan pilihan menu buka puasa.

Bu Inung sendiri memilih menjual tempe kemul yang langsung digoreng di tempat dengan harapan jika sudah ada pembeli langsung dibuatkan, sisa bahanya bisa digunakan untuk esok hari sehingga tidak akan mubadzir jika tidak ada pembeli yang menghampiri. Namun, karena di Wonosobo tempe kemul adalah makanan khas dan hampir setiap rumah membutuhkannya, dipastikan laku. Semangat Ibu Inung dalam menjalankan ibadah puasa pada usia kehamilan 14 minggu bisa menjadi inspirasi untuk siapa saja yang sedang menjalankan ibadah puasa dalam kondisi hamil. Semangat yang kuat dari seorang ibu akan melancarkan ibadah puasa dan mengajarkan puasa sejak dalam kandungan berdasarkan penuturan Ibu Inung.  

Pada prinsipnya semua kembali pada pilihan masing-masing. Seperti pernyataan Ibu Bidan bahwa kesiapan ibu itulah yang menjadi penentu apakah mau menjalankan puasa atau meninggalkanya. Dan Pernyataan Bu Inung bahwa semangat yang kuat dari seorang ibu akan melancarkan ibadah puasa dan mengajarkan puasa sejak dalam kandungan. Berpuasa atau meninggalkan menjadi pilihan apalagi dalam syariat Islam ibu hamil dan menyusui adalah salah satu kalangan yang boleh meninggalkan puasa. Pilihan ini menjadi kesiapan ibu dan lingkungan yang mendukungnya. Pilihan untuk berpuasa harus mendapatkan dukungan dari keluarga terdekat supaya bisa kuat dan terus beraktivitas seperti biasa. 

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL wanita

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana