Kisah Seorang Buruh

22 Januari 2014 21:14:07 Dibaca :

Aku bukan orang yang suka menguping percakapan orang lain. Tapi pada suatu malam, sewaktu aku melintasi halaman rumah kami, aku ternyata melakukannya. Istriku sedang berbicara kepada anak bungsu kami selagi ia duduk di lantai dapur. Jadi aku berhenti untuk mendengarkan di luar pintu belakang. Sepertinya ia mendengar beberapa anak menyombongkan pekerjaan ayah mereka. Bahwa semuanya para eksekutif hebat .....

lalu mereka bertanya pada Bob, anak kami,"Papamu memiliki karier bagus macam apa ?" mulailah mereka bertanya.

Bob menggumam perlahan sambil memalingkan muka,"Ia hanya seorang buruh". Istriku yang baik menunggu sampai mereka semua pergi,lalu memanggil masuk putra kami. Katanya, "Mama ingin bicara sama kamu, Nak"seraya mencium pipinya yang berlesung pipit."Kamu bilang, papamu hanya seorang buruh,dan apa yang kamu katakan itu betul.

Tapi Mama ragu, apakah kamu tahu apa artinya yang sebenarnya, jadi Mama akan menjelaskan padamu."

"Dalam seluruh industri yang membuat negeri kita hebat Dalam semua toko dan warung dan truk yang menarik muatan setiap hari....Setiap kali kamu melihat rumah baru dibangun, ingatlah, anakku.

Diperlukan seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!""Kalau semua bos meninggalkan meja mereka dan libur selama setahun. Roda industri masih bisa berjalan - berputar dengan cepat.

Jika orang seperti papamu berhenti bekerja, industri itu tak bisa berjalan. Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"Aku menelan air mata dan berdeham saat memasuki pintu.

Mata putra kecilku berbinar gembira saat ia melompat dari lantai.Ia memelukku sambil berkata, "Hai, Pa, aku bangga jadi anak Papa ....Karena Papa adalah satu dari orang-orang istimewa yang menyelesaikanpekerjaan besar."

Ed Peterman, Chicken Soup for the Soul---

RENUNGAN:

hargailah semua pekerjaan orang lain biarpun itu hanya seorang buruh/kuli atau tukang apapun itu.

Rumah Yatim

/rumahyatim

Pusat Penyantunan, Pembinaan dan Pemberdayaan Yatim dan Dhuafa. ABADIKAN HARTA KITA bersama Rumah Yatim Indonesia di http://rumah-yatim-indonesia.org/
Bank
BCA : 054 0766 100.
Bank MANDIRI : 131 0010 47 1011.
Bank MUAMALAT: 151 001 9138.
Bank BRI : 01000 1055 2255 02.
atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Selengkapnya...