Mohon tunggu...
Rohani Elita Simanjuntak
Rohani Elita Simanjuntak Mohon Tunggu... Profesi Guru -

To be the agent of change as a Teacher and Lecturer. Mari bersama membangun karakter generasi muda bangsa.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menjadi Guru Profesional, Dedikasiku Kepada Generasi Penerus dan Negara Indonesia

17 Agustus 2017   20:10 Diperbarui: 17 Agustus 2017   23:36 13554
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Profesi guru adalah profesi yang kompleks dan menantang. Di samping harus kompeten dan menguasai bidang ilmu pengetahuan yang digeluti, guru juga dituntut harus mampu kreatif, inovatif, serta inspiratif ketika mengajar di kelas.

Ketika berada di dalam kelas, Guru diibaratkan sebagai pedagang yang hendak menjajakan "barang dagangan" kepada para pembeli. Calon pembelinya adalah siswa-siswi dan "barang dagangannya" adalah ilmu pengetahuan yang akan diajarkannya. Karena itu guru harus mampu mengajar dengan baik serta mampu mengolah kreatifitas sehingga siswa tertarik mengikuti dan menerima pengajaran dari sang guru.

Itulah yang selalu saya lakukan ketika mengajar di dalam kelas. Memang ini menjadi tugas berat bagi para guru. Guru harus mampu memberikan pengajaran yang terbaik bagi murid-muridnya. Disinilah Proses pembelajaran yang kreatif, inovatif serta inspiratif menjadi penting untuk mendorong kreativitas siswa dan menghasilkan pertumbuhan karakter yang baik.

Tapi tentu tidak mudah untuk menjadi professional. Guru professional harus mampu kreatif, inovatif dan inspratif ketika mengajar siswa-siswinya di ruang kelas. Proses pembentukannya juga tidak instan. Apalagi selain mengajar, guru juga memiliki tuntutan kurikulum serta tugas-tugas administratif lainnya. karena itu, Perlu adanya niat dan usaha yang keras untuk membentuk diri menjadi guru kreatif, inovatif, inspiratif.

Guru Profesional Sebagai Pembelajar dan Pengajar

Dengan mendedikasikan diri secara tulus dalam mengajar maka itu menjadi modal sekaligus nutrisi penting seorang guru. Memang lagi-lagi tidak mudah membentuk diri menjadi guru kreatif, inovatif dan inspiratif di sekolah. Dan kuncinya adalah panggilan jiwa sebagai guru yang saya miliki sebagai wujud dedikasiku pada Siswa dan Negaraku Indonesia

Perlu dipahami bahwa pentingnya pendidikan bagi manusia serta berbagai hal penting bagaimana menjadi guru sejati yang inspiratif, kreatif, dan inovatif. Kiat-kiat sukses membentuk diri menjadi guru professional yang kreatif, inovatif dan inspiratif perlu sebuah latihan yang keras.

Bagi saya, Guru sejati adalah guru yang mampu bertindak kreatif, inovatif dan inspiratif. Guru sejati dapat diartikan sebagai guru yang yang tidak pernah berhenti dalam mengembangkan kompetensi diri dan siswanya. Dia akan berusaha menemukan cara-cara baru untuk menemukan potensi diri dan potensi unik dari siswanya sehingga mampu menyampaikan bahan ajar yang mudah dipahami oleh siswa-siswinya.

Yang tak kalah penting, menjadi guru professional harus giat dalam mengasah kemampuan dan kompetensi diri sebagai seorang guru. Guru sejatinya harus memiliki kemampuan dalam mengenali kebutuhan siswa, mengelola bakat siswa, mengembangkan soft skill siswa, hingga cara-cara tepat mengatasi siswa yang bermasalah.

Namun tidak hanya itu, pentingnya kemampuan guru untuk mengendalikan dan mengontrol situasi kelas juga penting. Selain menguasai materi pembelajaran, guru juga harus menguasai kelas sekaligus mahir dalam melakukan kontrol kelas tentunya.

Sebagai guru professional yang mendedikasikan dirinya bagi pendidikan, guru harus rutin menambah ilmunya dengan membaca dan menulis. Itu juga yang saya lakukan. Dengan demikian kita dapat merangkum pengalaman berharga untuk Hal-hal penting seperti memahami desain pembelajaran, memahami gaya belajar siswa, serta pemanfaatan internet dalam pembelajaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun