Riap Windhu
Riap Windhu Sales

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Saat ini aktif di sebuah perusahaan asuransi jiwa. Dapat dihubungi di 081287749530. Email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Lebih Dekat, Lebih Kenal Keuangan Syariah

18 Juni 2017   18:59 Diperbarui: 18 Juni 2017   19:34 48 0 0
Lebih Dekat, Lebih Kenal Keuangan Syariah
ojk3-594670d47aafb261b4247cb2.jpg


Keuangan Sayriah tidaklah sengetop keuangan konvensional. Banyak masyarakat Indonesia hanya mengenalnya sebagai keuangan islam. Masih minimnya yang menjadi peserta keuangan syariah lebih karena ketidaktahuan dan kemengertian masyarakat mengenai Keuangan syariah. 

Saya pun mengenal keuangan syariah dari tabungan syariah yang pernah saya ikuti dari sebuah bank, namun tidak begitu mengenalnya lebih karena keikutsertaan dalam komunitas. Teryata banyak peserta Dialog dan Buka Puasa Blogger Saatnya Lebih Dekat dengan Keuangan Syariah pun menyatakan masih banyak mengikuti keuangan konvensional ketimbang keuangan syariah.

Menurut Triyono, Kepala Departemen Komunikasi  mengatakan, tempat untuk mencari Ilmu, OJK merupakan tempatnya. Untuk lebih mendekatkan keuangan syariah kepada masyarakat, maka OJK mengaktifkan media sosial, youtube, dan peluncuran OJK TV English Channel per tanggal 12 Juni 2017.

Berbagai kegiatan juga digelar selama ramadhan melalui medsos, talkshow ramdahan, hingga melakukan dialog dan buka puasa blogger bersama Kompasiana, yang digelar di Double Tree Cikini, Minggu 18 Juni 2017.

Dalam kesempatan itu, dihadirkan tiga pembicara sekaligus ,yakni Setiawan Budi Utomo, Deputi Pengembangan Produk dan Edukasi OJK, Mohamad Touriq Deputi Pasar Modal Syariah, Moch Muchlasin dari IKNB syariah dengan dimoderatori oleh COO Kompasiana Iskandar Zulkarnaen.

Para pembicara dialog (dokpri)
Para pembicara dialog (dokpri)

Menurut Setiawan Budi Utomo, Deputi Pengembangan Produk dan Edukasi Ojk mengatakan kini merupakan saat yang teat untuk  keuangan Syariah menjadi life style bagi masyarakat Indonesia. Hal ini karena ada filosofi yang mendaasarinya UU No.21 tahun2008.

"Lebih yang diinginkan daripada sekedar dekat. Menjadikan Syariah menjadi lifestyle. Seperti ramadhan antara penjual dan  pembeli," kata Setiawan.

Menurut Setiawan, syariah diawali dengan aqidah. Sistem keuangan syariah merupakan rangkuman nilai yang memberi harapan masa depan dunia keuangan dan ekonomi.Bahkan, Vatikan mengakui ekonomi Islam syarian ini. "Alat dan instrumennya ada syariah dan ahlak," tukas Setiawan

Lebih jelas diungkapkan, syariahh adalah rangkuman boleh dan tidak boleh, Aturan yang bersumber dari Alquran dan hadist. Dalam UU Perbankan dan fatwa mahkamah Agung. Siapapun yang bertransaki di bank syraiah, berarti sudah menjalankan prinsip syariah.

Istilahnya, dalam istilah halal bisa dikatakan domain syariah, sedangkan thoyiban merupakan nilai kebijakan ahlak. Dasar-dasar ekonomi syariah dijabarkan dalam fondasi dan pilar yang menunjang tercapainya falah (sejahtera material dan siritual) yang mencakup aspek keadilan,kemaslahatan, dan keseimbangan.Bahkan dalam fungsi sosial bisa menerima dana ZIS dan disalurkan melalui lembaga zakat, memfasilitasi kegiatan sosial.

"Bukan sekedar hubungan jual beli melainkan prinsip syariah, Tidak boleh ada riba, judi, semua hafrus bermula win-win solusi., Harus imbang sosial," Setiawan.

Bila ingin bank tepat waktu, harus seimbang antara boleh mengekeplsorasi alam disertai dengan konservasi. Syariah adalah keuangan berkelanjutan (sustainability financial kalau keuangan membaawa kemudaratan maka diharamkan.

Nilai-nilai ekonomi syariah memiliki kesamaan dengan nilai-nilai luhuir dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia serta tujuan bersama. Landasan hukum perbankan syariah di Indonesia.

UU No7/1992 tentang pernanmkan memberikan peluang untuk membuka bank yang beroperasi dengan prinsip bagi hasil. Indonesia memasuka era dual bankingsystem diimana Bank dengan prnsip bagi hasil dan bank konvensional.

Meski bukan yang pertama , Indonesia berada pada peringkat ke-9 dari top 10 Islamic Finance Asset,selama 20 tahun lebih dulu daripada malaysia

Tantangan dan peluang, standar dan komitmennasional. Komdisi global, tren [olitik, dan ekonomi dunia stabilitas keuangan, pemerataan pembangunan, bonus demograsi, literasi keuangan. Milestone Islamic Syariahdari 1980 dan tahun  1992 ditandai bank Muamalat berdiri

Muhammad Touriq, DeputiDirektur Pasar Modal Syariah  OJKmengatakan, Invetasi menumbuhkan. Saving is good, investing is smart.. Pandawa,Langit Biru, jadi banyak pihak menawarkan return yang tinggi untuk menumbuhkan uang.

Mrnurut Muchlasin dari IKNB Syariah, asuransi, pembiayaan, model bentura, pegadaian, dana pensiun, LKM, LPEI, SMI (sarana manufaktur Indoneisa)  Lingkup IKNB Syariah.

IKNB adalah industri keuangan di luar perbankan dan asar midal yanb menawarkan produk-produk keruangan kepada masyarakat dan menarik dana dari masyarakat secara tidak langsung (non depositorty).