Herman Sutopo
Herman Sutopo Broker Mobil dan Property

Selanjutnya

Tutup

Jakarta

Solusi untuk Angry Bird dan Teman Konvensionalnya

23 Maret 2016   22:31 Diperbarui: 23 Maret 2016   22:59 70 1 0

Riuh sekali belakangan ini, akibat beberapa burung biru dan yang lainya marah karena pendapatan armada mereka menurun drastis setelah kehadiran taksi takai online berplat hitam.

Demo itu sah sah saja tapi kalau anarkhis?? Waw masyarakat bahkan bisa jadi pemerintah semakin tidak berempati terhadap taksi konvensional ini. Apalagi teelihat di layar kaca tv kita beberapa demonstran menyerang dan melakukan sweeping terhadat teman mereka sendiri se armada, ini memalukan.

Kemajuan tekhnologi terlebih gadget memang sudah tak bisa dibendung lagi, pengusaha muda kreatif berlomba lomba untuk memanfaatkan kemudahan tekhnologi gadget. Dari situlah muncul beberapa solusi sarana transportasi yang carut marut di jakarta. Seperti Uber, grab, dan gojek.

Realitanya Angry bird sudah daei awal sekali memiliki aplikaai serupa dengan milik uber dan grab, namun memang gps track dan tarif tidak tercantum diasana. Jadi inj aemacam aplikasi pemanggil saja, swbwlum ada Grab dan Uber saya salut dengan tekhnologi Angry bird, dulu saya pun sering menggunakanya. Dan Taksi kilat si putih saya sudah melihat beberapa di jakarta timur sudah bekerja sama dengan Grab Taxi, saya mengapresiasi untuk ini, seperti itulah seharusnya, Legowo dengan kemajuan jaman.

Kemajuan Tekhnologi tidak mungkin dimatikan seperti tuntutan PPAD yang  minta agar Uber dan Grab di blokir, hellooowww mereka juga punya pelanggan setia, saya menganggap ini sebagai aemacam iri hati, karena kalah dalam bersaing, Humas PPAD sendiri dalam beberapa acara tv mengakui bahwa taksi online ini lebih mudah dan lebih mudah, nah loh.... 

Pemerintah harus bijak dalam mengambil keputusan jangan sampai merugikan pihak pihak tertentu.

Saya punya sedikit saran kepada pemerintah, meskipun saya tidak sekolah tinggi dan tidak terlalu mengeeti hukum, ini hanya semacam ide dasar, tidak spesifik, pemerintah tentu lebih tahu bagaimana tekhnisnya.

Win Win Solution

1. Menyarankan atau mungkin mengharuskan pengusaha taksi konvensional agar memiliki aplikasi yang serupa dengan Grab atau Uber. Jika perusahaan tidak sanggup maka lakukan Kerja sama  seperti yang sudah dilakukan di jakarta timur antara Grabb dengan Express

2. Membuat Wadah semacam Uji Kir untuk taksi taksi online, biarkan mereka beroperasi dengan plat hitam namun harus mengikuti syarat layaknya taksi konvensional. mungkin ijin trayek dan lain sebagainya. Tidak harus plat kuning, toh kalau kita lihat taksi plat kuning yang di uji kir banyak sekali yang jauh lebih tidak layak dengan taksi taksi online yg beredar sekarang.

3. Lakukan evaluasi terhadap pembatasan jumlah armada taksi konvensional yang jumlahnya sudah tidak terhitung, yang selama ini di monopoli oleh angry bird, yang karena sudah kelebihan kuota Mereka membuat perusahaan serupa dengan merk lain (Senjata kuno)

Demikian usulan saya yang bukan siapa siapa mengenai polemik taksi online di Jakarta.