PILIHAN HEADLINE

Pelebaran Jalan Neraka Cileungsi-Jonggol Tidak Terealisasi

17 Maret 2017 17:35:43 Diperbarui: 18 Maret 2017 11:30:18 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Pelebaran Jalan Neraka Cileungsi-Jonggol Tidak Terealisasi
Pelebaran Jalan Neraka Cileungsi-Jonggol Tidak Terealisasikan, Dimana Harga Diri Seorang Pemimpin? Sumber gambar: Bogor Daily

Sudah bertahun tahun kami warga Bogor Timur begitu sabar menunggu dan menunggu harapan dari seorang pemimpin yang kami pandang dari covernya sebagai seorang pemimpin yang memiliki ketaatan ibadah yang tinggi. Dan ketika peresmian RSUD Cileungsi, Pak Aher sebagai Gubernur Jabar dan juga cagub jabar di periode kedua berjanji kepada warga Bogor Timur untuk melebarkan jalan Cileungsi-Jonggol menjadi dua jalur dan bahkan akan dilengkapi dengan drainase di sisi kiri dan kanan jalan di tahun 2012. Dan petisi ini sebenarnya petisi yang ketiga kalinya yang telah dibuat oleh warga Bogor Timur, di mana petisi pada tahun 2013 pernah dibuat [petisi 1 dan 2].

Namun nyatanya membuat Pa Aher tetap tidak bergeming untuk merespon kesulitan warga Bogor Timur, begitu pula warga pun sudah melakukan berbagai laporan melalui FB resmi Pa Ahmad Heryawan baik tulisan, foto bahkan video mengenai kemacetan jalan neraka Cileungsi-Jonggol namun tutup mata akan situasi penderitaan warga Bogor Timur, ketika Pilgub tahun 2012 Pa Aher begitu antusiasnya berjanj melakukan pelebaran Jalan Cileungsi-Jonggol hingga membuar harapan warga Bogor Timur kepada Pa Aher hingga kami begitu sabar menunggu janji tersebut terealisasi.

Kesabaran warga Bogor Timur ternyata tak disadari sudah 4 tahun kami begitu ikhlas menunggu janji tersebut dengan konsekuensi kemacetan yang tiap tahun terus semakin parah. Kami warga Bogor Timur pukul 3.30 subuh sudah terbangun dan bersiap berangkat pukul 4.30 subuh agar terhindar dari kemacetan jalan neraka Cileungsi-Jonggol dan pulang hingga sampai jam 10 malam karena kemacetan luar biasa di jalan ini. Dan kami orang tua harus rela melihat anak kami telah terlelap tidur pulas dan hanya bisa bermain dengan anak kami di hari weekend saja karena untuk mencapai kantor yang rata rata sebagian besar berada di jakarta waktu tempuh PP kami menghabiskan di kendaraan 6-7 jam. Perjalanan ini melelahkan di mana perlu diketahui jarak Jonggol-Jakarta tidak kurang dari 50 Km.

Di saat waktu weekend pun kami berpikir 1000 kali mengajak anak anak kami untuk pergi jalan jalan karena ternyata jalan Cileungsi-Jonggol ini kemacetannya bisa mencapai 2 hingga 3 kali lipat dibandingkan hari biasa. Pernah kami melakukan perjalanan dari Jonggol ke Cileungsi yang hanya berjarak kurang lebih 20 Km saja menghabiskan waktu hingga 2-3 jam.

Bahkan sampai Cibubur sebagai pusat perbelanjaan bisa menempuh 4 jam, PP 7-8 jam, dan weekend kami dihabiskan di rumah saja, walau anak-anak kami tentunya butuh hiburan dengan jalan-jalan. Namun bila kami memaksakan, saya kira hanya akan menyengsarakan anak-anak kami karena harus melewati jalur kemacetan Cileungsi-Jonggol. Maka dengan dasar tersebut jalan ini menjadi terkenal dengan sebutan jalan neraka Cileungsi-Jonggol 

Bahkan sudah banyak artikel mengenai tagih janji pelebaran jalan kepada Pa Ahmad Heryawan seperti link ini.

"Ketua LSM 1 Suara Timur Alhafis Rana pada artikel bulan desember 2016 dalam waktu dekat akan melakukan aksi menuntut pelebaran Jalan Transyogi Cileungsi Jonggol yang dijanjikan gubernur Jawa Barat. “Kami masyarakat Bogor Timur, terutama warga Kecamatan Cileungsi dan Jonggol akan melakukan aksi demo menagih janji gubernur Jawa Barat untuk pelebaran Jalan Transyogi Ci­leungsi Jonggol,”

Adapun warga Bogor Timur yang menjelaskan 6 titik sumber kemacetan di Cileungsi dengan link ini.

Kembali pada Pa Ahmad Heryawan yang kami pilih sebagai Gubernur Jabar pada periode 2 yang sebentar lagi akan berakhir di tahun 2018, kami mengimbau dan mengingatkan kembali melalui petisi ini karena kewajiban kami untuk mengingatkan agar tidak lupa akan kewajiban Pa Aher mengenai janjinya kepada Warga Bogor Timur. Harapan kami begitu besar agar di masa periode jabatan setahun lagi akan segera berakhir dan segera untuk merealisasikan janjinya untuk pelabaran jalan menjadi dua jalur.

"Sebagai seorang lelaki pemimpin sejati adalah pemimpin yang tidak ingkar janji."

Dan secara agama Islam pun diuraikan dalam surat An-nahl:

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (QS. 16:91)

“Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Khishalul Munafiq no. 107 dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dan balasan kepada pemimpin ingkar janji dijelaskan oleh rosulullah sebagai berikut Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan." (HR. Bukhari, 1870 dan Muslim, 1370)

Bahkan MUI menetapkan hukum dosa bagi pemimpin ingkar janji di antaranya sebagai berikut.

Pertama, dari nash atau sumber hukum Islam menyuruh agar setiap muslim menepati janji dan melarang mengingkarinya. Kedua, setiap janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya. Ketiga, pemimpin harus menunaikan janjinya saat kampanye demi kemaslahatan umat.

Kewajiban kami sebagai rakyat Pa Ahmad Heryawan untuk mengingatkan telah kami tempuh melalui petisi ini. Semoga Pa Aher bisa segera berupaya merealisasikan janji pelebaran jalan neraka Cileungsi-Jonggol, karena kami tidak ingin di akhirat kelak Pa Aher dimintai pertanggung jawabannya kelak oleh Allah SWT. Karena ketika jabatan telah habis, maka janji Allah tidak ada pintu tobat bagi orang yang ingkar janji.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL regional

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana