Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

9 Keterampilan Jurnalistik yang Bermanfaat untuk "Content Marketing"

16 Juni 2019   23:33 Diperbarui: 17 Juni 2019   14:58 2517
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
infografis dokumentasi Himam Miladi

Yang paling penting adalah siapa, apa, mengapa dan bagaimana. Jika keempatnya tidak dicakup, pesan dari konten yang kita buat akan gagal beresonansi dengan target pembaca yang dituju.

2. Kredibilitas materi konten

Jurnalis mendapat respek dari pembaca dengan melaporkan konten/berita yang faktual. Hal ini mengarah pada kesadaran merek  atau personal branding yang kuat (baca: kredibilitas) dan karier yang panjang. 

Para jurnalis terbaik selalu mengambil waktu ekstra untuk memeriksa fakta - terutama dari sumber online - dan mewawancarai atau mengutip hanya dari mereka yang paling mapan atau berkompeten dalam topik konten yang sedang dibuat.

Pemasaran konten yang didasarkan pada fakta yang longgar akan segera melemahkan otentitas tidak hanya konten itu sendiri, tetapi juga merek/produk yang menjadi tuan rumah konten tersebut. Karena itu, supaya pemasaran konten bisa mencapai kesuksesan, kredibilitas harus ditetapkan. Dan semua proses penulisan kontennya dimulai dengan materi yang benar secara faktual.

3. Kejelasan informasi yang disajikan

Seorang pencerita yang baik bisa mengambil topik yang membosankan dan membuatnya menarik untuk dibaca. Begitu pula dengan jurnalis. Poin ini banyak berhubungan dengan gaya penulisan atau pelaporan jurnalis tertentu.

Apa dasar dari mengambil sesuatu yang membosankan dan membuatnya menarik?

Kejelasan.

Wartawan disiplin dalam hal kejelasan berita. Wartawan yang baik selalu menuliskan berita yang jelas informasinya. Tidak ada hal yang bisa membuat bingung pembaca yang ditargetnya. Mereka selalu ingin menyampaikan informasi yang mereka peroleh kepada orang-orang sebanyak mungkin.

Kejelasan berarti dengan jelas menjawab 5 W dan 1 H sambil menghindari jargon apa pun yang biasanya terkait dengan materi pelajaran. Kejelasan juga berarti menghindari pemakaian kata atau istilah yang rumit, yang disesuaikan dengan target pembacanya.

Misalnya, jika kita menulis konten untuk jurnal medis dan target audiens kita adalah dokter kulit, kita dapat menggunakan kata-kata seperti hidradermabrasi atau mikrodermabrasi. Tapi jika target audiens kita adalah masyarakat bisnis yang awam dengan istilah medis, mereka tentunya menginginkan informasi dalam bentuk paling sederhana.

Wartawan memahami kejelasan, dan ini adalah aset yang sangat penting untuk kesuksesan pemasaran konten jangka panjang.

4. Keseimbangan informasi dalam konten

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun