HEADLINE HIGHLIGHT

Amankah Pilkada DKI hari ini?

19 September 2012 23:57:27 Dibaca :
Amankah Pilkada DKI hari ini?

Pagi ini penduduk Jakarta akan melaksanakan pemilihan langsung Gubernur dan Wakil Gubernurnya. Pilihan tinggal dua, pasangan  incumbent Fauzi Bowo dengan Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Ramli atau pasangan Joko Widodo yg masih menjabat sebagai Walikota Solo, dengan Mantan Bupati Belitung Basuki Tjahaja Purnama. Masalah kalah menang adalah urusan pemilih, walau keputusan akhir ada pada keputusan Tuhan Yang Maha kuasa. Nah, yang masih tersisa dalam benak penulis hanya sebuah pertanyaan, amankah Pilkada hari ini? Beberapa indikasi negatif muncul pada beberapa waktu terakhir ini, dikenal dengan indikasi akan adanya serangan teror. Kasus berasapnya bom rakitan di Tambora dengan calon suicide bomber Muhammad Thoriq pada hari Rabu (5/9/2012) serta meledaknya bom rakitan di Beji Depok pada hari Sabtu (8/9/2012) masih menyisakan pertanyaan. Kenapa pada waktu yang hampir berdekatan ada kegagalan dari dua bom rakitan? Memang semua bom rakitan tersebut menurut pengakuan mereka yang tertangkap hanya akan digunakan untuk menyerang tiga sasaran polisi dan sebuah komunitas Budha. Apakah ada sasaran riil atau sasaran desepsi?Ataukan masih ada sasaran lain yang mereka sembunyikan? Ataukan juga masih ada rakitan lain yang masih tersembunyi dan mereka persiapkan untuk membuat ulah dengan momentum besar pada hari ini? Pertanyaan-pertanyaan itu jelas membuat sesak di dada, karena teror adalah serangan psikologis, yang diserang rasa takut masyarakat dan bahkan aparat keamanan. Paling tidak informasi terakhir bisa kita pergunakan, polisi masih menjadi prominent target, karena itu setiap lokasi TPS di lingkungan perumahan atau yang berbau polisi perlu sangat diperhatikan. Fokus pembacaannya kira-kira demikian. Kita menjadi agak lega setelah Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), Letjen TNI Marciano Norman, kemarin (Rabu,19/9) di Kantor Kepresidenan  menyatakan dan menjamin Pilkada DKI Jakarta hari ini berjalan secara kondusif, aman, dan damai. ”Sampai saat ini kita melihat bahwa besok (hari ini) akan berjalan dengan aman. Karena semua pihak juga telah berupaya dan berjanji akan melaksanakan pilkada yang damai,” katanya. Menurutnya, aparat kepolisian pun dipastikan sanggup untuk mengamankan Ibu Kota selama pesta demokrasi berlangsung. Marciano  sendiri telah melaporkan kondisi keamanan Jakarta kepada Presiden SBY. ”Kita akan bekerja semaksimal mungkin, laporan intelijen sampai saat ini positif. Kita mengharapkan pula masyarakat Jakarta jauh lebih siap secara mental sehingga kejadian-kejadian yang ada di daerah saya harapkan tidak terjadi di Jakarta,” ujarnya. Presiden SBY menurut Juru Bicara presiden Julian Aldrin Pasha akan memantau langsung dari kediaman pribadinya di Cikeas, jalannya pilkada DKI hari ini.  Sementara Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab menjamin keamanan warga untuk menyalurkan hak pilihnya. Dia pun meminta warga tidak memilih atas dasar ancaman. Jika ditemukan adanya ancaman, dia mengimbau masyarakat untuk melapor ke petugas yang berjaga di TPS. Pilkada DKI jelas mempunyai nilai keamanan yang sangat tinggi, bukan hanya sebuah kegiatan demokrasi yang  biasa saja. Menarik yang disampaikan Ketua DPD Irman Gusman, bahwa Pilkada DKI adalah barometer demokrasi nasional. Ia diamati banyak pihak, tidak saja seluruh masyarakat Indonesia,tetapi juga dunia internasional. Karena itu, kita semua berharap pesta rakyat ini dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, jujur, adil, dan demokratis. Kesuksesan dan kelancaran serta capaian kualitas yang demokratis dari Pilkada DKI ini akan memberikan dampak yang besar bagi masa depan demokrasi Indonesia,khususnya dalam memperkuat sistem pilkada. Ini semua berarti apa yang dilaksanakan penduduk Jakarta sangat penting artinya untuk kemajuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu ukuran sukses tidaknya pelaksanaan pencoblosan menurut penulis terutama dari soal keamanan. Sebuah gangguan keamanan yang kecil tapi serius, nilai medianya akan sangat besar, yang   jelas akan mencederai  proses demokrasi dan juga mencelakai nilai stabilitas keamanan Indonesia. Ibukota adalah barometer negara sebagai jantung yang harus terus berdenyut dan dijaga agar tetap  aman. Jaminan keamanan dari Kepala BIN kemarin membuat paling tidak 95 persen hati kita agak tenang, bukan kita tidak percaya, ancaman tidak bisa kita abaikan. Mereka sudah berada di safe house di Jakarta dan di Depok yang dekat dengan Jakarta, hanya dua minggu hingga sepuluh hari menjelang pilkada. Mereka harus terus dikejar dan dipersempit ruang geraknya dengan melibatkan masyarakat sebagai early warning. Selain itu, emosi dan militansi pendukung calon jangan diabaikan, mereka mungkin bisa menerima kekalahan, tetapi apakah bisa tetap terkendali  apabila di provokasi? Oleh karena itu mari kita jaga bersama keamanan pelaksanaan hari pencoblosan  ini dan juga hari-hari setelah ada yang menang dan terpilih. Itulah pekerjaan rumah aparat keamanan dan kita semua. Harapan kita, seperti juga yang disampaikan oleh Menko Polhukkam Djoko Suyanto yang berharap Jakarta tetap aman terkendali usai Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, masalah keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan. Warga juga harus punya peran aktif dalam menjaga wilayahnya. "Masyarakat juga harus memiliki ketahanan sendiri untuk tidak terprovokasi," tegasnya. Nah, penduduk Jakarta, mari kita laksanakan pilkada hari ini dengan hati berbunga. Ini sebuah event mahal bagi Bangsa Indonesia, bukan hanya sekedar memilih Foke atau Jokowi belaka. Mensitir Kang Irman, siapa pun yang menang sejatinya menjadi kemenangan warga Jakarta, juga kemenangan demokrasi. Kita pun berharap, proses pemungutan suara hari ini akan berjalan lancar, aman, tertib, jujur, adil, dan demokratis. Mari kita berdoa bersama, semoga pilkada di DKI Jakarta berlangsung dengan aman, dan Jakarta serta kita semua dalam perlindunganNYA, Amin. Penulis menyampaikan, selamat menyoblos, nyoblos siapa nih my friends? Prayitno Ramelan, www.ramalanintelijen.net Ilustrasi gambar : skalanews.com

Prayitno Ramelan

/prayitnoramelan

TERVERIFIKASI (BIRU)

Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana, "Old Soldier Never Die, they just fade away".. Pada usia senja, terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran sbg Indy blogger. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan Kompas Grasindo menjadi buku. Website lainnya: www.ramalanintelijen.net
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?