Mohon tunggu...
Nursini Rais
Nursini Rais Mohon Tunggu... Administrasi - Lahir di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tahun 1954.

Nenek 5 cucu, senang dipanggil Nenek. Menulis di usia senja sambil menunggu ajal menjemput.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kisah TKW Terjebak di Irak dan Problem Istri yang Sering Liar

21 Februari 2020   06:55 Diperbarui: 21 Februari 2020   07:25 1968
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Julukan "pahlawan devisa"  bagi para TKI di luar negeri itu dielu-elu oleh pihak yang berkepentingan dan menjadi  kebanggaan sanak keluarga. Karena selama bekerja di luar negeri kondisi ekonomi mereka berubah signifikan. Mampu membangun rumah, membeli sawah, dan menyekolahkan anak sampai ke perguruan tinggi.

Khusus Tenaga Kerja Wanita, pulang kampung pakai perhiasan emas selilit lengan, jari, dan leher. Jika diukur dengan hasil bekerja di dalam negeri, sampai lebaran gajah pun belum tentu mereka peroleh.

Tak heran, banyak  emak-emak lain yang terobsesi. Lagi-lagi yang ribet, wanita bersuami. Disuruh suami pergi, suaminya tidak berselera dengan seribu dalih. Akhirnya isteri menawarkan alternatif,  "Kalau abang tak mau, biar saya yang berangkat."

Saat itulah kiper harus maju. Suami jadi bapak rumah tangga mengurus anak-anak. Biaya hidup ditanggung dari jauh oleh isteri. Kondisi ini juga berlaku di tempat saya. Meskipun jumlahnya tidak banyak.

Syukur, kedua pihak bisa berdamai dengan kondisi. Selama di rantau istri aman, insyaallah nasib bisa berubah, pendidikan anak-anak sukses, rumah tangga selamat.

Apa jadinya jika gonjang ganjing sosial bermunculan. Suami menghabiskan uang untuk berselingkuh. Atau isteri yang berulah hingga tak jarang pulang membawa bayi oleh-oleh. Anak-anak di kampung jadi telantar, rumah tangga hancur berantakan.

Tentu kita masih ingat kisah Eti Suherti  (45) pertengahan tahun 2017 lalu.  TKW bersuami  asal Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun ini pulang  dari Arab Saudi membawa oleh-oleh 2 anak dan satu suami yang tak lain adalah majikannya.   

Ketika ditanyakan oleh Jamin (42) suami syahnya, Eti dan majikannya malah mengusir Jamin dengan alasan rumah yang ditempatinya adalah hasil keringat istrinya di Arab Saudi. Ini hanya segelintir kasus yang melanda TKW yang bekerja di luar negeri.

Mudah-mudahan kemelut yang melanda Zuryati  cs menjadi pembelajaran bagi kita semua. Terutama kaum Adam yang berpredikat suami. Banyak-banyaklah mengoreksi diri. Sudah terpenuhikah kewajiban Anda terhadap isteri?

Perempuan itu tidak hanya butuh suami banyak duit. Lebih dari itu adalah saling pengertian, perhatian, dan yang terpenting semangat  membangun harapan bersama.

Bagaimana isteri tidak liar, kalau ...,  maaf seribu maaf ..., suaminya loyo tanpa adanya bayangan masa depan yang pasti.  Diajak berdagang malu alasan tiada bakat. Diajak ke sawah ogah takut lintah. Diajak ke kebun malas, sakit kakilah sakit kepalalah. Parahnya, sekali  dua tahun si kecil nongol. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun