Listrik Pintar, Buat Pelanggan Pintar

18 April 2016 07:18:39 Diperbarui: 18 April 2016 07:29:43 Dibaca : 10 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Listrik menjadi kebutuhan energi dasar manusia. Beragam aktifitas manusia bergantung pada energi listrik. Pendidikan, kesehatan, perekonomian, olahraga, aktifitas sosial tidak bisa lepas dari kehadiran listrik. Makanya ketika listrik padam dalam sehari saja, semua pasti mengeluh, karena aktifitas kehidupannya terganggu. Di bidang kesehatan misalnya banyak alat gawat darurat yang harus terus menyala. Kalau listrik padam dan alat tidak bekerja, maka seseorang menjadi terancam. Meskipun semua orang sudah paham pentingnya energi listrik, tetapi tidak semua memperlakukan listrik secara bijak dan pintar.

Pencurian listrik, pemborosan, sambungan asal-asalan, pemakaian alat berlebihan masih menjadi fenomena harian masyarakat kita. Beragam aktifitas ilegal pada akhirnya menimbulkan kebakaran, kerusakan dan korban bagi manusia baik harta maupun jiwa. Karena itu sudah semestinya menjadi konsumen listrik yang bijak dan tentu saja pintar.

Program listrik pintar merupakan upaya PLN untuk memberikan layanan listrik yang menjangkau semua pihak, aman, dan terukur pemakaiannya. Melalui listrik pintar pelanggan bisa merencanakan kebutuhan listriknya termasuk pengeluaran untuk biaya listrik. Model listrik prabayar sudah menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan. Kedepannya diharapkan semua pelanggan bisa beralih ke model listrik prabayar ini.

Kenapa harus listrik pintar?

a. Pengeluaran rumah tangga khususnya pemakaian listrik bisa diatur sesuai dengan anggaran

b. Minimalisasi pencurian listrik karena listrik hanya nyala kalau ada pulsa listrik

c. Pencurian listrik minim berarti potensi bahaya kebakaran yang ditimbulkan dari pemakaian listrik ilegal juga akan menurun

d. Bagi PLN listrik pintar akan meningkatkan efisiensi kinerja perusahaan, memberi kesempatan peningkatan investasi di bidang energi

e. Energi PLN tidak habis untuk mengurusi tunggakan tagihan listrik, pencurian listrik, listrik ilegal, sehingga bisa memfokuskan tenaga untuk peningkatan performa perusahaan.

Agen Listrik Pintar

Kalau cerita listrik prabayar saya jadi teringat obrolan dengan tetangga saya Pak Iwan. Beliau adalah karyawan outsourching yang tugasnya mencatat meteran PLN dari rumah ke rumah. Sudah bertahun-tahun beliau menggeluti profesi ini dan menjadi sumber pendapatan keluarganya. Kalau semua pemakai listrik sudah pakai listrik pintar maka profesi seperti Pak Iwan tidak akan dibutuhkan lagi.

Obrolan tentang listrik pintar semula saya anggap isu sensitif ketika ngobrol dengan Pak IWan karena itu menyangkut masa depannya. Namun jawaban yang beliau berikan sungguh di luar perkiraan. Beliau adalah orang yang sangat setuju jika semua pelanggan beralih ke listrik pintar meskipun itu berarti profesinya harus lenyap. Bagi Pak Iwan perubahan demi kemajuan adalah sebuah keniscayaan. Ketika pertama kali terjun ke profesi ini Pak Iwan sudah sadar bahwa suatu saat nanti profesinya akan tergantikan, tergerus, hilang seiring kemajuan jaman. Beliau mencontohkan ketika mesin-mesin pabrik menggantikan tenaga kasar manusia dalam produksi barang.

Ketika mencatat meteran listrik dari rumah ke rumah Pak Iwan menyempatkan ngobrol tentang listrik pintar dengan pemilik rumah. Beliau menyosialisasikan listrik pintar dan menjelaskan beragam keuntungan yang akan diperoleh oleh pelanggan. Itu dilakukan kalau pemilik rumah terbuka menerima masukan,meskipun sebagian besar pelanggan listrik pasca bayar enggan untuk beralih.

Satu hal yang sangat mendalam dari perbuatan Pak Iwan adalah pemikiran beliau yang luas. Persoalan energi, kelangsungan, ketersediaan adalah persoalan yang lebih besar daripada sekedar kepentingannya pribadi. Artinya, listrik pintar adalah program bagus yang didukung, disosialisasikan, sehingga bisa mempercepat perkembangan jangkauan program ini.

Lalu kemana orang seperti Pak Iwan yang mungkin jumlah ratusan iatau ribuan di seluruh Indonesia, jika semua orang sudah pakai listrik pintar?

"Kalau semua sudah pakai listrik pintar, saya bisa alih profesi jualan pulsa listrik atau kerjaan lainnya pasti ada" katanya mantap.

Pencatat meteran seperti Pak Iwan bisa didik sebagai agen listrik pintar, diberi bekal dan kesempatan wirausaha sehingga ketika profesi mereka hangus mereka masih bisa melanjutkan kehidupan.

Mubarok

/mubarokkom01

TERVERIFIKASI

LAHIR DAN BESAR DARI KELUARGA SEDERHANA, MENCOBA MENJADI MANUSIA YANG BERMANFAAT
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana