24 Jam HP Jangan Matikan

13 Juli 2012 23:09:58 Dibaca :

KALAU benar ingin melayani mereka, 24 jam HP (Hand Phone)  jangan dimatikan. Tidak pantas disebut pelayan kalau tidak mau dihubungi walaupun tengah malam. Pagi, siang, malam dan pagi lagi HP tak boleh dinonaktifkan agar bisa dihubungi.

Pesan berbau provokatif itu disampaikan ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Provinsi Kepulauan Riau, KH. Azhari Abbas ketika memberi sambutan pada acara ta'aruf (pengukuhan) pengurus MUI Kabupaten Karimun Selasa Malam (10/07/12) di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun. Inti pesan itu sengaja ditegaskannya sebagai bekal pengurus baru yang beberapa menit sebelumnya dilantiknya.

Pengurus MUI Kabupaten Karimun memang baru saja terpilih. Melalui Musyda (Musyawarah Daerah) ke-3 Tahun 2012 yang dilaksanakan tanggal 22 dan 23 Juni lalu terpilih sebagai Ketua Tim Formatur, H. Azhar Hasyim yang secara otomatis ditetapkan menjadi Ketua Umum MUI Kabupaten Karimun Masa Khidmat 2012-2017. Setelah bekerja satu pekan lebih, akhirnya Tim Formatur berhasil memilih komposisi kepengurusan MUI Kabupaten Karimun untuk lima tahun ke depan itu.

Setelah diajukan/ diusulkan ke Dewan Pimpinan MUI Provinsi Kepulauan Riau maka keluarlah Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan MUI Provinsi bernomor a-27/Kep/MUI/KR/VII/ 2012 tanggal 5 Juli 2012 bertepatan dengan  15 Sya'ban 1433 tentang Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Karimun Kepulauan Riau Masa Khidmat 2012-2017. Selasa malam itulah dikukuhkan oleh Ketua MUI Provinsi Kepri yang disaksikan langsung oleh pejabat teras Karimun. Hadir menyaksikan pengukuhan pada malam itu antara lain, Bupati Karimun, Dr. H. Nurdin Basirun, S Sos MSi dan wakilnya H. Aunur Rofiq, S Sos MSi. Tampak juga hadir Sekda Karimun, H. Anwar Hasyim, Msi. Ketiga pejabat teras Kabupaten Karimun itu memang menjadi bagian dari kepengurusan MUI Karimun. Mereka masing-masing berkedudukan sebagai Ketua Dewan Penasehat, Wakilnya dan sebagai anggota disamping beberapa nama tokoh agama lain.

Yang menjadi fokus catata saya malam itu adalah pesan Ketua MUI Provinsi yang memberi pidato sambutan setelah pengukuhan itu. Buya asal Aceh itu mengingatkan kembali bahwa fungsi utama ulama adalah sebagai pewaris para nabi. Jadi, para ulama mesti membuktikan tindak-tanduk dan tingkah-polah nabi dalam kehidupan sehari-hari. Memberi contoh ke umat dalam hal kebaikan dan kebajikan jauh lebih bermanfaat dari pada sekedar mengajak dan menghimbau saja.

Fungsi lain para ulama yang tergabung dalam MUI menurut kiyai adalah para ulama sebagai pelayan umat (khodimul ummah). Dalam posisi inilah dia menekankan pentingnya kesediaan para ulama untuk dihubungi dan didatangi umat yang memerlukan pencerahan dan atau fatwa agama. Ulama tidak boleh eksklusif dengan menjauh dari umat. Katanya, HP jangan sampai tak aktif hanya gara-gara takut dihubungi masyarakat yang memerlukan petunjuk. "Saya ingatkan, 24 jam HP ini jangan dimatikan," sambil menunjukkan HP di tangannya ke hadirin yang ada di ruangan itu.

Pengukuhan pengurus MUI Karimun malam itu memang terasa istimewa. Disamping diharidri oleh hampir seluruh pengurus dan para petinggi Pemda Karimun (ada bupati, wakil bupati, Sekda, Dan Lanal, Dan Kodim, Kapolres dan banyak lagi) juga dihadiri oleh para muballigh/ muballighoh kabupaten Karimun yang kebetulan dalam tiga hari itu sedang mengikuti pembinaan muballigh/ muballighoh se-Kabupaten Karimun dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhon 1433 ini. Jadi, suasan pengukuhan itu terasa tepat sekali waktunya.

Bupati Karimun dalam sambutannya juga tidak lupa mengingatkan betapa pentingnya peran ulama di era global saat ini. Masyarakat memerlukan bimbingan dan pencerahan dalam rangka pembangunan kehidupan keberagamaan di daerah bahkan di negara ini. "Ulama dan umara harus bahu-membahu dalam pembangunan masyarakat ini." Demikian inti pesan bupati yang terkenal sangat dekat dengan rakyat itu.

Selamat mengabdi para ulama, selamat memberi contoh dan teladan kepada umat. Tentu saja tidak hanya sekedar menyongsong dan menyemarakkan ramadhan tapi jauh lebih penting adalah membuktikan dalam kehidupan sepanjang kesempatan usia yang Tuhan berikan.***

M. Rasyid Nur

/mrasyidnur

TERVERIFIKASI (HIJAU)

M. Rasyid Nur, pendidik yang bertekad "Ingin terus belajar dan belajar terus". Silakan juga diklik: http://mrasyidnur.blogspot.com/ sebagai tambahan komunikasi.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?