Cerpen

Wisudawan Tertidur

19 Mei 2017   11:57 Diperbarui: 19 Mei 2017   15:02 93 0 0
Wisudawan Tertidur
sumber: tigaempatlima.blogspot.co.id

Setiap kampus biasanya mengadakan wisuda tiap tahunnya. Hal ini sangat berbeda di salah satu kampus negeri di ibu kota ini, di karenakan ada sebuah faktor yang tak terduga, akhirnya wisuda diundur tahun depan. Phaijo salah satu calon wisuda dari Fakultas Sastra, sangat senang karena telah menyelesaikan tugas tugasnya sebagai agent of change dengan susah payah menjalaninya, ia mengenyam kuliah strata satu dalam waktu 7 tahun alias 14 semester setelah diultimatum oleh pihak kampus, maka akan di drop out atau DO. Maklum, Phaijo termasuk anak yang tidak terlalu serius menjalani kuliahnya, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tongkrongan.

Setelah dinyatakan lulus oleh pihak kampus, ia menelpon emaknya tentang kabar kelulusanya.

Phaijo:” mak, saya sudah lulus, tinggal wisuda saja, emak bisa datangkan ke wisuda saya tanggal 2 juni ini?” tuturnya.

Emak:”o..syukurlah jo, emak dah tidak sabar melihat kamu wisuda, iya emak akan member tahu saudara saudara untuk datang ke acara wisudamu, kalau perlu orang sekampung emak ajak semua,” jawaban emak  dengan nada senang.

Phaijo sangat senang mendengar perkataan emaknya. Lalu menjelang malam hari sebelum wisuda, ia dan teman tongkrongannya merayakan kelulusannya, dengan makan minum sepuasnya.

Phaijo berkata ke temanya:” ayo makan sepuasnya, saya akan bayar semuanya,” penjelasannya dengan tegas.

Temannya:” Oke bos, kalau bisa tiap hari ya?wkwkwkw,” temanya becanda.

Keesokan harinya ia bangun pagi walau mata masih ingin tidur. Lalu mandi, memakai baju wisudawan, kemudian berangkat ke kampus bersama orang tua, keluarganya.

Menjelang wisudawan wisudawati dipanggil ke panggung, ia ingin ke toilet karena terasa sakit perut, kemudian ia ke toilet, tak di sangka ia mengantuk sampai tertidur di dalam toilet.

Gempar seluruh ruangan wisuda, ketika ia dipanggil beberapa kali tak menyahut, sampai semua orang bertanya, dimana gerangannya? Temannya mencarinya, tapi tidak menemukannya. Akhirnya sampai selesai acara ia tak kunjung muncul, emaknya menelpon beberapa kali baru diangkat. Si Phaijo terbangun dari toilet setelah acara sudah rapi semua alias selesai. Sungguh ia sangat menyesal karena tidak bisa berfoto dengan rektornya, dan membikin orang tuanya malu di hari yang seharusnya ia berbahagia. Ia berfikir sejenak, untuk apa saya menyesal, toh sudah terjadi, tinggal diambil hikmahnya saja, tuturya dalam hati.

Lorong Senyap, 19 Mei 2017, 11.51 Wib