Jokowi Teguhkan Barus Tempat Pertama Masuknya Islam

21 Maret 2017 06:25:32 Diperbarui: 21 Maret 2017 08:12:35 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Ketika di SMP dulu oleh buku dan guru sejarah diajarkan Islam masuk ke Indonesia pada sekitar abad VIII Masehi dibawa oleh pedagang pedagang Gujarat yang berasal dari India.Pada dasarnya pedagang Gujarat datang ke Nusantara  untuk berdagang kemudian mereka memperkenalkan agama yang dianutnya yaitu Islam yang selanjutnya secara perlahan mulai dipeluk dan diyakini penduduk di negeri ini.

Sesudah semakin banyak membaca diketahuilah teori yang mengatakan Islam datang di Indonesia dibawa saudagar Gujarat berasal dari orientalis besar Belanda Snouck Hurgronje dan J Pijnapel.
Sebagaimana diketahui Snouck Hurgronje bertugas sebagai penasehat Pemerintah Hindia Belanda terutama yang berhubungan dengan kebijakannya tentang Islam serta warga pribumi yang beragama Islam.

Mengingat posisinya sebagai penasehat Pemerintah Hindia Belanda maka menjadi pertanyaan juga ketika disebutnya Islam masuk ke negeri ini oleh pedagang Gujarat apakah murni karena pengetahuan akademiknya atau ada tujuan politis dibalik itu.Agak berbeda perasaan yang muncul ketika disebut Islam masuk dari Gujarat dibandingkan dengan kalimat masuk langsung dari Arab.

Selain teori Snouck Hurgronje adalagi teori yang dikemukakan Hossein Djajadiningrat yang menyatakan Islam masuk ke Indonesia pada abad XII yang dibawa oleh saudagar Persia/Iran.Teori ini mendasarkan kepada bukti banyaknya penganut Syiah di Indonesia ketika awal masuknya Islam.Beberapa tradisi yang hidup di masyarakat seperti Tabuik di Sumatera Barat diyakini berasal dari faham Syiah Iran.

Tetapi ada lagi teori yang menyatakan Islam masuk di Nusantara lebih awal yaitu langsung dari Mekkah pada masa masa awal Islam.Teori ini menyebut Islam sudah masuk di Barus Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara pada abad ke VII Masehi atau pada abad I Tahun Hijriah.Dokumen dari Cina yang ditulis Chu Fan Chi yang mengutip catatan seorang ahli geografi Chou Ku Fei yang menyebut adanya perkampungan Islam di Barus .

Dalam dokumen Cina juga dikatakan di Barus sudah ada komunitas Islam pada tahun 625 M berarti sewaktu Rasulullah Muhammad masih hidup dan masih berada di Mekkah dan belum hijrah ke Madinah.Bukti arkeologis juga ditemukan di Barus berupa sebuah makam kuno di komplek pemakaman Mahligai.Pada salah satu batu nisannya tertulis nama Syekh Rukunuddin yang wafat pada tahun 672 M.

Sekarang ini Barus adalah kota kecil yang merupakan ibukota kecamatan berjarak sekitar 440 KM dari Medan dan kota kecil ini punya pantai pada Samudera Indonesia.
Dulu Barus bernama Fansur dan nama kota kecil ini sudah disebut sebut sejak awal Masehi  oleh literatur literatur Arab,India,Yunani,Syria,Armenia,Cina dan sebagainya.

Sebuah peta kuno yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus ,salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat di Alexendria Mesir pada abad ke -2 Masehi juga menyebutkan di pesisir barat Sumatera ada bandar niaga bernama Barousai ( Barus ) yang dikenal menghasilkan wewangian dari kapur barus.Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari batu kamfer yang berasal dari Barus telah dibawa ke Mesir untuk digunakan sebagai pembalseman mayat pada kekuasaan Fir'aun sejak Ramses II atau sekitar 5.000 tahun SM.

Sebuah tim arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D'extreme Orient Perancis yang bekerjasama dengan peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional telah menemukan bahwa sekitar abad 9-12 M,Barus telah menjadi pusat pemukiman multi etnik dari berbagai suku bangsa seperti India,Cina ,Aceh,Batak dan sebagainya.
Berkaitan dengan Barus,Buya Prof DR Hamka menyatakan bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pantai barat Sumatera.

Dari berbagai hal yang dikemukakan diatas maka Barus sudah lama sekali punya hubungan  dagang dengan negeri yang jauh bahkan sampai ke Mesir.Mengingat Fansuri atau Barus tersebut merupakan bandar dagang yang tersohor bahkan jauh sebelum Masehi maka layak jualah pedagang Islam termasuk yang dari Makkah mengetahui bandar ini dan kemudian berkunjung kesana.

Karena para pedagang Arab yang beragama Islam itu sudah ada di Barus sekitar tahun 674 M maka dapatlah disimpulkan di Barus lah pertama sekali Islam masuk di Indonesia.
Ke Barus ,kota kecil yang bersejarah itu lah Presiden Jokowi akan berkunjung pada tanggal 24 Maret pekan ini.
Berdasarkan berbagai pemberitaan ,di Barus ,Jokowi akan meletakkan batu pertama Monumen Titik Nol awal perkembangan masuknya Islam Indonesia pada lahan yang ditargetkan luasnya 5-10 Ha.

Arti kunjungan Jokowi ini dinilai sangat penting oleh karena beberapa alasan.
Pertama,pengakuan Islam pertama sekali masuk di Indonesia adalah di Barus ;
Kedua,merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap sejarah bangsa;
Ketiga,,bahwa pemerintah punya perhatian besar terhadap sejarah Islam;
Keempat,,pemerintah turun langsung untuk menyelematkan peninggalan sejarah dan Barus punya kekayaan yang luar biasa tentang sejarah masa lalu itu;

Kelima,Jokowi menunjukkan bahwa dimanapun tempat atau lokasi penting itu akan dikunjunginya;
Keenam,pembangunan tidak hanya berhubungan dengan pembangunan fisik semata tetapi juga berhubungan dengan nilai nilai spritual bangsa;
Ketujuh,merupakan  kebanggaan untuk masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah bahwa Presiden datang berkunjung dan menyapa mereka.
Selamat Datang Pak Jokowi di Sumatera Utara.

Sumber:
1.Tulis Ulang Sejarah Nusantara :Barus dan Sejarah Peradaban Islam Tertua ,Mohammad Pizaro Novelan Tauhidi ,eramuslim.com
2.Teori masuknya Islam ke Indonesia  dan bukti pendukungnya (blog Kisah Asal Usul)
3.Wikipedia Bahasa Indonesia.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL humaniora

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article