Mohon tunggu...
Mas Nuz
Mas Nuz Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Bloger

Suka maka, suka jalan, suka nulis, suka bercengkerama, suka keluarga. __::Twitter: @nuzululpunya __::IG: @nuzulularifin __::FB: nuzulul.arifin __::email: zulfahkomunika@gmail.com __::www.nuzulul.com::

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Mandiri Jogja Marathon, antara Olah Raga dan Eksotisme Prambanan

20 April 2018   21:37 Diperbarui: 20 April 2018   21:49 1109
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah satu spot foto favorit pagi itu. (foto pribadi)

Segera saya bangunkan isteri saya untuk mengantar puteri bungsu saya ke belakang. Sementara saya langsung berpamitan menuju Candi Prambanan.

Trataa...setelah menitipkan 'pit onthel' di pos sekuriti, segera saya berlari. Menuju tenda media yang letaknya di dekat bagian timur komplek candi. Ternyata sebagian Kompasianer sudah hadir. Segera saya isi presensi dan menerima 'umba rampe' berupa kaos dan id card. Saat itu, waktu sudah menunjukkan jam 03.45 Wib.

Sambil menunggu pengumuman selanjutnya dari kru Kompasiana, saya sempatkan untuk observasi. Pagi biasanya begitu anggung dan tenang di komplek candi. Pagi itu begitu hiruk pikuk. 8 ribu peserta. Belum lagi ditambah dengan keluarga atau para pendukungnya. Tak pelak, Candi Prambanan pun membuncah. 

Di berbagai sudut, terlihat para pelari melakukan peregangan serta pemanasan. Dari tim Pelatnas pun tak ketinggalan. Kebetulan kedatangannya hampir bersamaan dengan saya. Melewati gerbang barat Panggung Ramayana. Demikian gerbang barat tersebut biasa dikenal. Mereka mudah dikenali sebab atribut pakaian serta tas yang dikenakan.

Salah satu spot foto favorit pagi itu. (foto pribadi)
Salah satu spot foto favorit pagi itu. (foto pribadi)
Sementara di sudut yang lain, saya menangkap momen yang romantis. Saat beberapa pelari (dan pasangannya) berpose di depan Candi Prambanan. Apalagi 2 lampu strobo, semakin menambah eksotismenya. Nah, inilah pemandangan langka yang akan sulit dijumpai di hari-hari biasa. Beberapa pelari maupun pengunjungpun tak menyia-nyiakan momen langka tersebut.

Sementara dari panggung, sayup-sayup terdengar MC menyilakan para kategori FM untuk bersiap-siap. Sampai dengan waktu Subuh tiba, belum ada kepastian 'kloter' pertama diberangkatkan. Maka sayapun menunaikan shalat Subuh di tenda mushala VIP. Lumayanlah, bisa sambil icip-icip snack dan potongan buah yang sudah dihidangkan. Hehehe...

Rini Soemarno berpose foto bareng para runners FM. (foto pribadi)
Rini Soemarno berpose foto bareng para runners FM. (foto pribadi)
Jadwal start untuk pelari full marathon (42,195 km) tertunda. Sebab harus menunggu Menteri BUMN yang rencananya pagi itu akan mengibarkan bendera start yang pertama. Akhirnya tepat pukul 05.30, Rini Soemarno mengangkat bendera start. Seribuan peserta FM ditingkah dengan terompet yang memekakkan telinga memecah kesunyian pagi di Prambanan.

Rupanya antusiasme peserta bak gayung bersambut. Rini Soemarno, Menteri BUMN bersama Kartika Wirjoatmojo, Dirut Bank Mandiri beserta jajarannya pun ikut berlari. Menjadi peserta yang ikut merasakan bagaimana 'udara pagi Jogja' begitu lembut menyapa. Ini sekaligus menjadi angin segar bagi Pemprov DIY. Sport tourism ini rencananya akan secara rutin digelar oleh Bank Mandiri.

Semangat dari Kota Budaya

Semangat Kota Budaya untuk kemajuan olah raga nasional. (foto pribadi)
Semangat Kota Budaya untuk kemajuan olah raga nasional. (foto pribadi)
8.000 pelari dari 22 negara ikut menyemarakkan Mandiri Jogja Marathon 2018.  Menjadi sejarah pertama bagi Provinsi DIY, khususnya Kabupaten Sleman even marathon dengan peserta terbanyak. Meski di sani-sini terlihat ada beberapa kekurangan, tapi panitia telah suguhkan usaha terbaiknya. 

Sebagaimana tanggapan beberapa peserta bahwa mereka akan hadir kembali untuk perhelatan 2019 nanti. Wow...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun