Apa Arti Bekerja bagi Manusia...?

06 Mei 2011 12:32:53 Diperbarui: 26 Juni 2015 06:01:06 Dibaca : Komentar : Nilai :

Yang bekerja nampak Diam, yang tidak bekerja Nampak Sibuk.


Manusia terdiri dari dua bahagianyaitu,..Jasmani dan rohani,..


Kegiatan jasmani nampak jelas, kesibukan melakukan pekerjaan routine dari pagi sampai sore bahkan lembursampai malam..


Merka melakukanpekerjaan itu atas dorongan pikiran, perasaan, naluri yang dikendalikan oleh program, sama dengan sebuah robot.Umummenyebutkan routinitas seharian,...


Pada saat melakukan pekerjaan routine itu,“Ego”manusianya tidak melakukan apapun, sama seperti seorang yang naik kapal atau naik kereta api, mereka hanya diam, apapun yang dilakukan dengan pikirannya tidak akan merubah jalannya kereta..


Pada waktu rotinitasdiam,barulah ego berperan,apa yang harus dilakukan, barulah dia ingat siapa dirinya, kemana dia haruspergi.


Pada waktu manusia nampaknya diam secara fisik, barulah kesadaran bekerja, barulah manusia itu disebut bekerja, yaitu berjalan menuju arah datangnya sinar illahi. .


Jika dalam kondisi diam, mmanusia hanya melamun, memikirkan pekerjaan dan urusan2 duniawi, itupun termasuk bekerja secara fisik, karena dikendalikan oleh program kehidupan. Pekerjaan fikiranini menyebabkan manusia stres, lebih berat dari pekerjaan fisik..


Berbeda jika unsur kesadaran yang bekerja, semua unsur fisk baik badan maupun fikiran diam,. Fisik lahir bathin diam, oleh karena itu bisa menimbulkan rara bahagia, rasa bebas dari beban kehidupan.


Pada waktu ini, kesadaranlah yang bekerja, yaitu mengikuti datangnya sinae illahi , orang sering menyebutkan mendapat pencerahan, yaitu bobolnya sebahagian kecil dari kotoran bathin.


Pada waktu orang sembah yang, atau zikiran, atau meditasi,dengan kondisi fikiran yang kacau, masih dibawah kendali program kehidupan, itupun masih termasuk pekerjaan duniawi, sama dengan orang yang mencari kekuatan bathin melalui doa2 dan matra2.


Kesimpulan,...


Unsur kesadaran akan bekerja pada waktu aktifitasjasmanai maupun fikiran manusia diam,.


Pada manusia nampaknya sibuk, jadwal kehidupan penuh dengan routinitas, walaupun hidup seribu tahun, sesunguhnya dia tidak bekerja apapun, seperti deburnya ombak di laut.


Orang yang nampaknya tidak mempunyai pekerjaan atau prestasi duniawi, tetapi kesadarannya bekerja terus. Kemungkinan umurnya tidak panjang, karenadia telah menyelesaikan programnya lebih cepat, dengancara banyak bekerja.


KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article