Laura Irawati
Laura Irawati Direktur Piwku Kota Cilegon (www.piwku.com), CEO Jagur Communication (www.jagurtravel.com, www.jagurweb.com)

Mother, with 4 kids. Just living is not enough... one must have sunshine, most persistent and urgent question is, 'What are you doing for others?' ;)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora featured

Anggota DPR Diciduk Saat Beli Narkoba

24 Februari 2016   22:24 Diperbarui: 14 September 2017   12:52 469 35 45
Anggota DPR Diciduk Saat Beli Narkoba
Ilustrasi (Shutterstock)

Apa yang ada dalam benak anda saat membaca berita di bawah ini:

“... Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasrul Azwar menjelaskan, pihaknya saat ini masih berusaha mencari keberadaan dari politikus PPP Fanny Safriyansyah atau yang akrab disebut Ivan Haz.

Putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz ini disebut diamankan POM satuan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) saat akan membeli barang haram narkotika  di perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016) kemarin...”  (sumber)

Marah? Kecewa? Atau bertanya-tanya: anak mantan Wakil Presiden RI, anggota DPR-RI yang terhormat, politisi dari partai yang membawa simbol Ka’bah, kok bisa ya jadi pemakai narkoba? Hadeeh...

Ivan Haz, si anggota DPR-RI ini sebelumnya sudah ditetatapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya untuk kasus yang berbeda, yakni dugaan penganiayaan terhadap pembantu rumahtangganya, T (20). Bersama istrinya, Anna Susilowati, Anak mantan wapres Hamzah Haz ini menganiaya pembantunya di Apartemen ASCOT Lantai 14 Nomor 1407 Jakarta Pusat. Atas perbuatannya itu Ivan diancam dengan hukuman lima tahun penjara.

Majelis Kehormatan Dewan (MKD)  yang sewaktu kasus ‘Papa Minta Saham’ sempat populer jadi guyonan netizen dengan meme ‘Saudara Pengadu, kenapa senin ke minggu lama, tapi minggu ke senin cuma 1 hari’, kali ini bertindak cepat. MKD segera membentuk sidang panel terkait kasus ‘si anak bengal’ ini.

Hasil sidang MKD: Ivan memiliki dua kasus etika yang telah diputuskan sebagai pelanggaran berat. Pertama, penganiayaan pembantu rumah Tangga (PRT). Kedua, hasil penelusuran MKD, Ivan Haz ternyata tidak pernah hadir dalam rapat-rapat DPR selama setahun. Wow...! politisi partai yang selalu bawa-bawa agama saat kampanyenya ini bikin malu aja...

Dalam operasi di Perumahan Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin 22 Februari 2016 belasan orang diamankan. Mereka yang diamankan, di antaranya enam anggota sipil, lima anggota TNI, dan lima polisi. Dari enam orang sipil tersebut, diduga politisi PPP yang juga anggota Komisi V DPR Ivan Haz ikut terjaring.

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati (Nuning) mengatakan, penangkapan sejumlah orang yang diduga pengguna narkoba di Kompleks Kostrad itu harus jadi pemicu pemberantasan narkoba yang lebih holistis, karena narkotika ini sudah masuk dalam ancaman nyata bagi bangsa ini.

Tak kurang, Presiden Joko Widodo sendiri dalam sambutannya pada pembukaan rakornas pemberantasan narkoba di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (4/2/2015) pernah menyampaikan keprihatinannya karena peredaran dan penggunaan narkoba di Indonesia yang sudah semakin parah. Ia menilai kondisi tersebut saat ini sudah masuk level darurat.

Jokowi menuturkan, berdasarkan data yang dipegangnya, kira-kira ada 50 orang di Indonesia yang meninggal dunia setiap hari karena penyalahgunaan narkoba. Jika dikalkulasi dalam setahun, ada sekitar 18.000 jiwa meninggal dunia karena penggunaan narkoba. Angka itu belum termasuk 4,2 juta pengguna narkoba yang direhabilitasi dan 1,2 juta pengguna yang tidak dapat direhabilitasi.

"Setahun meninggal 18.000 akibat narkotika, coba bayangkan," ucap Jokowi.

Dan, kembali pada Pidato Pengantarnya dalam Rapat Terbatas Tentang Pemberantasan Narkoba Dan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba, di Kantor Presiden, 24 Februari 2016 Pukul 14.00 WIB siang tadi, Presiden Joko Widodo meminta agar ada langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi, yang lebih berani lagi, yang lebih gila lagi, yang lebih komprehensif lagi, dan dilakukan secara terpadu.

Presiden juga meminta agar semua kementerian dan lembaga menghilangkan ego sektoral. Semuanya harus keroyok ramai-ramai karena ini sudah menjadi ranking pertama masalah negara kita. Masalah besar kita.

“...Semua harus bersinergi bergerak bersama-sama. Mulai dari BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Bea Cukai, Kominfo, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial. Semuanya harus betul-betul melakukan langkah yang terpadu. Betul-betul nyatakan betul, bukan hanya menyatakan perang terhadap narkoba dan jaringan peredaran narkoba.

Tetapi juga penegakan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan – jaringan yang terlibat. Karena sudah, narkoba ini sudah merasuk kemana-mana. Dan juga tutup semua celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba, di pintu – pintu masuk, baik di pelabuhan maupun bandara, maupun pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita.

Menggencarkan kembali kampanye kreatif mengenai bahaya narkoba juga sangat penting.

Kemudian ini yang juga sangat penting, yang kira saya sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap lapas, terutama Lapas Narkoba itu betul harus dilakukan. Secara rutin saya kira bisa sebulan dua kali, sebulan sekali lapas itu harus di cek secara mendadak, baik oleh BNN, dengan Polri dan di back up oleh TNI. Karena menurut saya peredaran di situ, mungkin lebih, mungkin lebih dari 50 persen dari peredaran yang ada.

Kemudian PR kita, rehabilitasi korban candu. Ini harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba ini betul-betul bisa segera diputus...” (Sumber)

Ayo Pak Buwas! Jangan takut. Mau anggota DPR kek, tentara kek, polisi kek, atau siapapun, tangkap mereka! Dan tetaplah buas memberantas narkoba di negeri ini...!