HEADLINE HIGHLIGHT

Inilah Kenapa Shandong, China Bebas Macet

07 Mei 2013 16:40:14 Dibaca :
Inilah Kenapa Shandong, China Bebas Macet
-

Shandong mungkin tak sepadat kota Jakarta walau begitu  Shandong juga sebagai kota besar di China yang kepadatanya juga di perhitungkan. Karenaya  satu keluarga pasti memiliki mobil dan juga motor disini. Walau begitu jarang-jarang jika saya keluar kena macet kecuali saat imlek dimana orang banyak yang mudik kekampung. Itu juga arusnya lancar terkendali walau banyak kendaraan yang berada dijalan saat itu.

1367918480330295483
jalan lenggak setiap hari, foto pribadi

Selama 4 tahun tinggal di Shandong, China mungkin inilah yang membuat saya betah karena tak pernah sekalipun ada macetnya. Jalan-jalan yang mulus dan tertata rapi, sedikit saja ada jalanan yang rusak pasti gak pakai lama sudah diperbaiki. Untuk transportasi umum ada busway yang setiap saat akan lewat pada jam-jam yang sudah terjadwal, ada atau tidak penumpang yang mau naik dan turun bus tersebut akan berhenti sesaat dan jalan kembali. Bus juga tidak boleh sembarangan menurunkan dan menaikkan penumpang disembarang tempat jika tidak ada haltenya.

13679186561891324718
jalur untuk sepedah kadang-kadang untuk parkir juga, foto pribadi

Selain itu ada juga taksi dan bajay yang  ngetem di suatu tempat yang memang diperbolehkan selebihnya taksi tersebut tak boleh ngetem nunggu penumpang disembarang tempat. Karenanya arus jalanan walau ramai tetap lancar-lancar saja. Selain itu trotoan jalanan juga tidak boleh sembarangan dipergunakan untuk berjualan. Jikapun boleh itu melalui ijin terlebih dahulu dan tak boleh mangkal terus menerus yang mengakibatkan jadi tempat tinggal mereka. Seperti yang sering saya lihat di Indonesia banyak gerobak yang awalnya hanya mangkal berjualan akhirnya jadi 24 jam berada disana hehehehe lama-lama jadi rumahnya juga.

13679187281569951924
jalur untuk pejalan kaki dan kaum difabel, foto pribadi

Trotoan di Shandong, China lebih lebar daripada ditanah air bahkan trotoan ini juga diperuntukkan oleh kaum difabel. Lihatlah pada foto jepretan saya jalanan khusus untuk kaum difabel yang disediakan heheheheh gak seperti ditanah air kan trotoannya gak ada jalanan khusus kaum difabel. Trotoan ini sangat nyaman untuk kita lalui karena disampingnya pasti ada pohon-pohon yang rindang jadi kalau musim panas jalan ditempat ini adem. Apalagi gak ada yang menghalangi para pedagang berjualan heheheheh.

1367918943146503688
jalur pejalan kaki dan kaum difabel

Bisa jadi karena jalanan di Shandong, China dibagi menjadi 3 bagian. Dipinggir adalah jalanan khusus pejalan kaki dan kaum difabel. Ditengah adalah jalan khusus sepedah dan dijadikan tempat parkir mobil pada jam yang telah ditentukan bahkan jalur ini jika ada halte bus makan akan dipakai oleh bus untuk manaikan dan menurunkan penumpang. Bagian yang satunya adalah jalanan utama dimana kendaraan roda 3 dan roda 4 yang boleh melaluinya. Untuk truk-truk besar tidak boleh sembarangan melalui jalanan-jalanan didalam kota jika ingin melaluinya harus melihat petunjuk boleh tidaknya truk melewati jalur tersebut.

13679193011720570937
Ada tanda truk bawa barang gak boleh melalui jalan ini kan? foto pribadi

Keadaan ini mungkin berbeda dengan di Jakarta yang semua kendaraan tumpah blek dalam satu jalur jadinya siapa yang kuat die yang duluan hehehehh. Bisa jadi jalurnya  memang sudah dibagi-bagi tapi anehnya orang masih memilih melalui jalur yang bukan diperuntukan bagi kendaraannya. Maka tak heran jika kemacetaan semakin parah apalagi banyak orang yang maunya dulu-duluan. Dijalan tol saja masih kena macet apalagi bukan jalan tol ya heheheh padahal jalan tol merupakan jalur bebas hambatan.

Tahun lalu saya sempet berada di Jakarta dan agak terbengong bengong juga melihat jalana-jalan yang dilalui bus kota, pikir saya ini jalanan besar  atau gang kecil ya heheheh. Jika gang kok dilalui bus kota tapi disebut jalan besar kok ya sebesar gang jika di Shandong, China. Semoga tatanan kota di Indonesia bisa lebih baik lagi dan Indonesia khusunya Jakarta  bebas dari macet seperti di Shandong.

Salam Sya, Shandong (RRC) 2013.05.07

Syasya Syasya

/lakeisha

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang Istri dan ibu dengan 2 putri. Mencoba menuliskan pengalaman hidup tentang indahnya Indonesia, serta uniknya kultur budaya dari Korea, China, Vietnam. Tak ada yang lebih bahagia selain mendampingi suami tercinta nguli diberbagai negara, Kompasiana adalah tempat menyalurkan hobi menulis serta tempat mengobati kangen akan negri sendiri. Semoga apa yang pernah saya tulis ada manfaatnya untuk para pembaca semua. Salam hangat Sya, terimakasih sudah mampir di akun ini.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?