Dikuburkan Selesai Sholat Idul Fitri

31 Agustus 2011 13:44:50 Dibaca :

Pak Anang, seorang tukang becak  tetangga saya yang meninggal dunia kemarin,  tidak bisa  dikuburkan tadi malam , sebab para penggali kuburan di Astana Anyar Bandung tidak ada yang mau menguburkan malam-malam  dengan alasan   keadaan yang tidak  memungkinkan, selain malam takbiran para penggali kubur pun ingin bersitirahat. Akhirnya disepakati, penguburan akan dilakukan selesai melaksanakan sholat Idul Fitri. Suasana duka masih terasa di rumah keluarga Pak Anang. Para hansip berjaga-jaga  di malam takbiran itu.

Seiring suara takbir yang terus berkumandang, tadi selesai melaksanakan sholat Idul Fitri, jenazah Pak Anang diberangkatkan ke kuburan diiringi warga yang mengantarkan dengan perasaan duka mendalam. Sepanjang perjalanan menuju makam, banyak mata yang memandang terharu, ikut bersedih dan berguman,"Sungguh kasihan keluarga yang ditinggalkan, di saat sedang berbahagia menyambut Idul Fitri,malah mendapat musibah," ujar beberapa warga.

Ketika tiba di makam, ternyata sudah banyak orang yang berdatangan untuk melaksanakan ziarah kubur, sebagaimana tradisi setiap menjelang Idul Fitri.  Kuburan sangat padat oleh orang-orang yang bermaksud mendoakan keluarganya yang telah meninggal dunia. Tampak terdengar suara doa dan ada pula yang membacakan surat Yasin di tengah kuburan yang luasnya tidak  kurang 1 hektare itu. Kuburan berjejer dan masing-masing keluarganya khusyu mendoakan.

Jenazah yang dibawa kereta dorong, tidak bisa memasukkan ke dalam makam, karena padatnya oleh warga yang berlalu lalang pulang dan masuk. Tepaksa kereta disimpan di jalan dan jenazah diangkut oleh 4 orang yang membawa keranda. Sepanjang perjalanan banyak warga yang menatap kearah jenazah yang akan dimakamkan.  Sudah dapat dibayangkan, warga yang melihat jenazah  Pak Anang ikut berduka cita, disaat orang  berziarah ke makam, jutru ini dikuburkan.

Meski agak repot karena jenazah digotong ke dalam lagi, namun akhirnya penguburan jenazah selesai juga hingga jam 11 siang. Suasana masih ramai oleh peziarah yang terus berdatangan....sudah menjadi tradisi di tanah air menziarahi makam keluarga yang sudah meninggal dunia. Boleh jadi, suatu ketika kita yang biasa mengantar jenazah untuk menguburkan atau ziarah mendoakan.....akan merasakan juga Kematian. Bila mengingat semua itu, sesak napas dan tidak bisa berkata sepatah katapun, kecuali hanya berdoa, "Wa tawaffana ma'al abror Ya Alloh, dan wafatkanlah kami bersama-sama  orang yang berbuat kebaikan ....."

Kuswari Miharja

/kuswari_miharja

Senang menulis fiksi dan nonfiksi serta suka bergaul dengan siapapun.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?