rizqa lahuddin
rizqa lahuddin

hitam ya hitam, putih ya putih.. hitam bukanlah abu2 paling tua begitu juga putih, bukanlah abu2 paling muda..

Selanjutnya

Tutup

Tekno highlight headline

Kita Membayar untuk Jadi Korban Iklan

11 Januari 2017   15:02 Diperbarui: 11 Januari 2017   17:38 364 4 1
Kita Membayar untuk Jadi Korban Iklan
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)

Anda pasti pernah berkendara di jalan raya. Tiba-tiba di sebelah kiri jalan, ada papan iklan besar yang menampilkan gambar suatu produk dengan kata-kata yang menarik. Kita sih sebagai pengguna jalan, kadang cuek-cuek saja karena toh kita tidak mengeluarkan suatu apa pun terutama uang untuk melihat iklan tersebut. Tapi bagaimana kalau ada iklan yang Anda sebagai konsumen harus membayar untuk bisa melihat iklan? Kok bisa?

Iklan pada Website

Saya sudah lama memakai adblocker atau aplikasi pemblokir iklan di browser yang saya miliki. Jika Anda tidak menggunakannya, mungkin setelah membaca ini jadi sedikit lebih tertarik untuk menginstall salah satunya di browser yang Anda pakai. Hehe. Untuk membuktikan, coba lakukan percobaan ini. Install salah satu adblocker yang bisa ditemui sebagai plugin tambahan dalam browser Anda. Jika sudah, lalu aktifkan adblock dan coba buka salah satu website favorit Anda. Dalam contoh ini saya mencoba membuka kompasiana.com. Lalu simpan halaman tersebut di salah satu folder di komputer Anda, kemudian klik kanan file website yang disimpan tersebut dan lihat Properties berapa ukuran web yang tersimpan.

Jika sudah, ulangi lagi hal yang sama, tetapi kali ini matikan adblock yang sudah Anda install. Perhatikan berapa ukuran file website yang disimpan tanpa menyalakan adblock tersebut.

26% Kuota Kita Terpakai untuk Melihat Iklan

Percobaan tersebut saya lakukan dan menghasilkan ukuran sebesar 5,2 MB saat sebuah halaman Kompasiana dengan iklan disimpan. Sedangkan saat pemblokir iklan dinyalakan, ukuran web yang saya simpan menjadi hanya sekitar 3,8 MB seperti contoh gambar di atas. Ini berarti ada selisih sekitar 1,4 MB yang merupakan ukuran iklan yang terblokir. 1,4 MB dari 5,2 MB itu adalah sekitar 26%. JIka dilakukan perhitungan kasar, maka jika Anda memiliki kuota internet 10 GB sebesar Rp100.000,00 maka dengan penghitungan yang sama 26%-nya atau sekitar Rp26.000,00 hanya akan berakhir sebagai kuota atau uang yang harus kita keluarkan untuk melihat iklan. lebih dari 1/4 seluruh kuota kita, habis hanya untuk melihat iklan.

sumber: dokumen pribadi
sumber: dokumen pribadi
Tidak Hanya Internet

Tentu saja, iklan bukan sesuatu yang harus dimusuhi. Tanpa iklan, perusahaan tidak akan bisa menginformasikan produknya ke konsumen. Beberapa website favorit kita pun akan tutup jika tidak menampilkan iklan di halaman mereka. Tanpa sadar, ada beberapa media periklanan di mana konsumen dipaksa untuk menanggung biaya menampilkan iklan seperti beberapa di bawah ini:

Televisi (non kabel)

Konsumen bisa menikmati siaran TV secara gratis tetapi diselingi iklan dalam setiap acara. Untuk acara berdurasi 30 menit, ada iklan yang diputar kira-kira selama 5 menit perbandingan iklan dibanding konten mungkin sekitar 1:6.

TV Kabel

TV Kabel memang tidak menampilkan iklan, tetapi tren sekarang, ada semacam bingkai kecil iklan yang muncul setiap pergantian acara yang menampilkan iklan.

Media Cetak

Untuk koran, memang menyediakan beberapa ruang khusus untuk memajang iklan. Anda yang membeli koran, maka lembar-lembar berisi iklan tersebut Anda beli termasuk dalam harga penjualan koran. Angka ini lebih besar lagi untuk majalah.

Bioskop

Dalam film berdurasi 3 jam, sebelum film diputar, ada iklan kira-kira sepanjang 3 menit yang muncul sebelum film dimulai, atau sekitar 1:60.

Jangan Dimusuhi, tapi Dikontrol

Waktu dulu media masih didominasi televisi, saya yakin Anda pernah mengganti-ganti saluran televisi memilih channel mana yang sedang tidak menampilkan iklan. Hehe.. Jika akhirnya acara yang kita tonton menampilan iklan, ya tinggal diganti ke channel yang lain lagi. Begitu seterusnya sampai iklan tersebut selesai. Pada dasarnya iklan tidak dapat dibendung. Tetapi Anda yang mulai merasa terganggu sedikit dengan iklan, bisa memilih untuk sedikit menghindarinya. Terutama dalam hal ini, media internet, karena perbandingan konten dan iklannya merupakan yang terbesar atau hampir 1:4. Memasang adblock hanya seperti mengganti-ganti channel televisi untuk menghindari iklan, karena bagi beberapa orang, jumlah iklan dianggap terlalu banyak sehingga mengganggu. Jadi, jika Anda ingin menghemat kuota Anda, gunakan adblock, dan hematlah 25% kuota internet Anda untuk hal yang lebih bermanfaat.