GI Diet

14 April 2011 21:56:13 Diperbarui: 25 Juni 2015 23:47:24 Dibaca : 1052 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Sepertinya, setiap beberapa tahun sekali, sebuah program diet baru akan muncul dan mendapatkan tempat dihati para selebritis, hingga menciptakan kehebohan di media masa. Dan kali ini adalah giliran program diet Glycaemic Index atau GI untuk menjadi sorotan.

Tapi tunggu dulu, sebelum anda menganggap bahwa program diet ini hanya cocok untuk para selebritis dan orang-orang ternama, berikut ini kabar baiknya: program diet ini adalah program diet yang juga paling disukai oleh para ahli diet dan ahli gizi.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Glycaemic Index?

Di tahun 1981, seorang profesor dibidang nutrisi, Dr David Jenkins, melakukan penelitian untuk menyelidiki pengaruh berbagai makanan dengan karbohidrat tinggi terhadap tingkat gula darah dari orang-orang yang menderita diabetes.

Dan dari hasil penelitiannya tersebut dia menemukan fakta bahwa, berbeda dengan apa yang dipercayai oleh orang pada umumnya, ternyata makanan yang banyak mengandung tepung lebih mempengaruhi tingkat gula darah dibanding makanan yang mengandung gula.

Dari penelitiannya ini sang profesor kemudian mengembangkan sebuah skala yang berfungsi untuk merangking makanan berdasarkan efeknya terhadap tingkat gula darah.

Dan skala ini diberi nama Glycaemic Index.

Bagaimana cara kerjanya?

Nilai dari Glycaemic Index berkisar dari 0 sampai 100, dan biasanya menggunakan glucosa (yang mempunyai nilai GI 100) sebagai referensi. Efek yang diberikan oleh suatu makanan pada tingkat gula darah, kemudian dibandingkan dengan nilai ini.

Dalam istilah yang sederhana, GI index adalah skala yang berfungsi untuk memberi tahu kita apakah suatu makanan akan memberi pengaruh yang besar, menengah, atau kecil terhadap peningkatan kadar gula dalam darah.

Makanan yang mempunyai efek kecil pada tingkat kenaikan kadar gula darah akan diberi nilai GI yang kecil pula. Sementara makanan yang memberikan efek dramatis pada tingkat gula darah akan diberi nilai GI tinggi.

Lalu, apa hubungannya dengan menurunkan berat badan?

Teori yang melatar belakangi dari program diet berbasis Glycaemic Index ini adalah bahwa, makanan yang mengandung nilai GI rendah akan melepaskan gula ke dalam darah secara perlahan, memberikan anda supply energi secara mantap, dan membuat anda merasa kenyang lebih lama, sehingga memperkecil kemungkinan anda untuk mengemil.

Sebaliknya, makanan dengan nilai GI yang tinggi akan melepaskan gula ke dalam darah dengan cepat namun dalam waktu yang lebih singkat. Dan itu akan menyebabkan anda kekurangan energi dan cepat merasa lapar, hingga akhirnya memperbesar peluang anda untuk mengemil.

Jika pola ini dilakukan berulang kali, maka sepertinya berat badan anda akan cepat bertambah akibat dari terlalu banyak makan.

Bagaimana cara mengetahui nilai GI dari suatu makanan?

Ada banyak buku dan website yang mendata GI index untuk berbagai jenis makanan. Masing-masing mungkin akan memberikan penilaian yang sedikit bervariasi pada jenis makanan yang sama, tergantung dari sumber yang mereka gunakan. Namun secara umum, semuanya hampir sama.

Banyak dari daftar GI ini yang mengelompokkan makanan ke dalam tiga kategori, yaitu rendah, menengah dan tinggi.

Makanan-makanan yang berada dalam kategori rendah biasanya mempunyai nilai GI 55 atau kurang. Yang termasuk dalam kelompok menengah mempunyai nilai 56 sampai 69. Dan yang termasuk kategori tinggi mempunyai nilai 70 atau lebih.

Bagaimana cara kerja program diet GI?

Program diet yang berbasis index GI mendorong anda untuk hanya mengkonsumsi makanan yang mempunyai nilai GI rendah, dan menghindari makanan yang mempunyai nilai GI tinggi.

Kebiasaan ini akan membantu anda untuk mencegah meningkatnya kadar gula darah, dan membantu anda merasa kenyang lebih lama.

Namun, program diet umumnya juga merekomendasikan anda untuk mengurangi makanan yang mengandung lemak, terutama lemak jenuh (saturated).

Itu berarti bahwa meski suatu makanan mempunyai nilai GI rendah, namun jika banyak mengandung lemak, maka makanan tersebut tetap harus dibatasi. Misalnya produk-produk yang terbuat dari susu, gorengan, dan coklat.

Apa yang mempengaruhi nilai GI dari suatu makanan?

Ada beberapa. Yang pertama, nilai nutrisi dari suatu makanan secara keseluruhan akan mempengaruhi nilai GI-nya.

Sebagai contoh, lemak dan protein akan mempengaruhi daya serap karbohidrat. Inilah sebabnya mengapa coklat yang banyak mengandung lemak punya nilai GI yang rendah.

Hal ini juga yang menyebabkan kenapa susu punya nilai GI rendah karena banyak mengandung protein dan lemak.

Bagaimana cara suatu makanan dimasak, tingkat pemrosesan dan kematangan serta variasi dari buah, contohnya, juga akan mempengaruhi niai GI.

Bahkan struktur karbohidrat itu sendiri akan mempengaruh nilai GI. Contoh, bubur gandum instant yang telah diproses akan mempunyai nilai GI yang lebih tinggi dibanding bubur gandum yang dibuat secara tradisional.

Itu disebabkan karena tepung yang terkandung di dalam bubur gandum yang diproses secara modern akan lebih mudah terexpose oleh enzim-enzim pencernaan, yang menyebabkannya jadi lebih mudah untuk dicerna dan lebih cepat memasuki saluran darah.

Sementara itu, beberapa makanan lain akan mempunyai nilai GI rendah karena banyak mengandung serat yang akan memperlambat penyerapan karbohidrat ke dalam saluran darah.

Jadi, apa yang akan terjadi saat saya menyantap makanan?

Tabel index GI hanya bisa mengidentifikasi efek dari suatu makanan terhadap tingkat gula darah saat anda hanya memakan makanan itu saja, tidak menggabungkannya dengan yang lain. Hal ini membuat ahli nutrisi umumnya percaya bahwa itu adalah salah satu masalah utama dari progam diet GI.

Pada dasarnya, saat anda menyantap makanan yang telah digabungkan, maka nilai dari keseluruhan makanan tersebut akan berubah. Meski begitu, sebagai panduan dasar, semakin banyak makanan yang mempunyai nilai GI rendah, maka semakin rendah pula nilai GI-nya secara keseluruhan.

Apakah dikatakan oleh para ahli?

Secara umum, para ahli nutrisi dan diet mendukung prinsip dasar dari program diet GI ini.

Yap, mereka memang mendukungnya, namun, mereka juga percaya bahwa anda seharusnya tidak terlalu ketat dalam menghindari makanan-makanan yang mempunyai nilai GI tinggi.

Karena, jika digabungkan dengan makanan lain, maka nilai GI dari makanan tersebut secara keseluruhan akan menjadi sangat berbeda jika bandingkan dengan nilai GI dari masing-masing makanan yang digabungkan.

Berapa banyak berat badan saya bisa turun?

Para pelaku diet GI umumnya mengatakan bahwa anda bisa berharap berat badan anda akan turun sebanyak 1-2 lbs per minggu.

Bahkan mungkin bisa lebih pada minggu-minggu pertama saat tubuh anda banyak kehilangan air dan lemak.

Dan pola penurunan berat badan seperti inilah yang banyak direkomendasikan oleh pakar nutirisi.

Apa bedanya dengan program diet Dr Atkins?

Tidak seperti Atkins diet, yang melarang sebagian besar makanan dengan karbohidrat tinggi, program diet GI secara aktif mendorong anda untuk banyak mengkonsumsi buah dan sayuran yang kaya akan karbohidrat dan antioxidant.

Selain itu, program diet GI ini juga kaya akan serat, yang berarti bahwa kemungkinan anda untuk mengalami konstipasi menjadi lebih kecil.

Dan karena karbohidrat tidak sepenuhnya dilarang, itu memperkecil kemungkinan anda untuk mendapat efek samping yang tidak menyenangkan, misalnya pusing dan napas bau, seperti yang terjadi pada Atkins diet.

Program diet GI juga cenderung untuk mengikuti panduan mengenai pola makan yang sehat dan rendah lemak, terutama lemak jenuh.

Dan bukan itu saja, program diet GI ini jauh lebih mudah untuk di ikuti jika anda seorang vegetarian.

Apakah ada keuntungan lain dari program diet GI ini?

Menurut para pakar diabetes, dengan mengikuti program diet yang banyak menyertakan makanan bernilai GI yang rendah, mungkin bisa membantu anda untuk mencegah atau mengurangi resiko terkena penyakit diabetes Type 2.

Penelitian juga menunjukan bahwa program diet GI bisa membantu menstabilkan kadar kolesterol dan mengurangi resiko terkena gangguan penyakit jantung.

Apakah program GI cocok untuk orang yang menderita diabetes?

Mereka yang mengidap diabetes sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan perubahan pola makan.

Namun, para pakar diabetes umumnya setuju bahwa menyertakan makanan yang bernilai GI rendah bisa membantu mempertahankan tingkat gula darah.

Tapi, mereka juga setuju bahwa mengatur pola makan untuk mengontrol diabetes bukan cuma dilakukan dengan cara melihat nilai GI dari suatu makanan. Dan anda harus tetap fokus untuk mengatur pola makan yang sehat dan seimbang.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana