Kesehatan

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Frozen Shoulderdextrae Capsulitis Adesiva dengan Modalitas Infrared (Ir)

21 Maret 2017   18:36 Diperbarui: 21 Maret 2017   18:45 20 0 0

Inframerahadalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti "bawah merah" (dari bahasa Latin infra, "bawah"), merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang. Radiasi inframerah memiliki jangkauan tiga "order" dan memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm. Inframerah ditemukan secara tidak sengaja oleh Sir William Herschell, astronom kerajaanInggris ketika ia sedang mengadakan penelitian mencari bahan penyaring optis yang akan digunakan untuk mengurangi kecerahan gambar matahari pada teleskoptata suryaa

Karakteristik

  • tidak dapat dilihat oleh manusia
  • tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang
  • dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas
  • Panjang gelombang pada inframerah memiliki hubungan yang berlawanan atau berbanding terbalik dengan suhu. Ketika suhu mengalami kenaikan, maka panjang gelombang mengalami penurunan.

Jenis-jenis inframerah berdasarkanpanjang gelombang

  • Inframerah jarak dekat dengan panjang gelombang 0.75 – 1.5 µm
  • Inframerah jarak menengah dengan panjang gelombang 1.50 – 10 µm
  • Inframerah jarak jauh dengan panjang gelombang 10 – 100 µm

Keluhan frozen shoulder capsulitis adhesive dextra tidak bisa menyisirrambut, mengosok punggung waktu mandi atau mengambil sesuatu dari sakubelakang dan keluhan-keluhan lain yang pada dasarnya berupa gerakan abduksi-eksternal rotasi, abduksi-internal rotasi. Hal ini sebabkan karena penderitamerasaka nyeri hebat sewaktu melakukan kegiatan tersebut. Bahkan keluhantersebut sering disertahi kekhawatiran akan mengakibatkan kelumpuhan

lengannya ( Purnomo, 1998 )

Frozen shoulder capsulitis adhesive adalah suatu kondisi yangmenyebabkan keterbatasan gerak pada sendi bahu yang sering terjadi tanpadikenali penyebabnya ( Cluett, 2007 ).

Dari penelitihan frozen shoulder biasanya terjadi pada usia 40-65 tahundari 2-5% populasi 60% banyak mengenai wanita. Kondisi ini juga terjadi padapenderita diabetus mielitus sekitar 1020% dari penderita yang termasuk dalamfaktor resiko sekitar 15% terkena pada kedua sisiHingga saat ini penyebab frozen shoulder belum diketahui secara pasti,namun kemungkinan merupakan akibat dari proses immobilisasi yang lamasehingga terbentuk jaringan fibrous yang memicu terjadinya perlengketan padadaerah bahu. Faktor kemungkinan lain adalah suatu reaksi radang dan traumayang terjadi disekitar sendi bahu, seperti tendonitis supraspinatus, tendonitisbicipitalis, bursitis subacromialis, rupture rotator cuff dan kapsulitis adhesiva.

Dalam kasus ini fisioterapi mempunyai peran untuk mengurangi nyeri dan mencegah kekakuan sendi yang lebih lanjut dan menbantu mengembalikan aktivitas fungsional pasien. Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak mengenakkan berkaitan dengan pembahasan makalah ini membahas pada penatalaksanaan fisioterapi capsulitis adhesive dextra yaitu dengan menggunakan modalitas IR, Terapi latihan dan Terapi manipulasi.

Beberapa kegiatan umum termasuk latihan beban, olahragaaerobik, menari, golf, renang, permainan raket seperti tenis dan badminton,dan olahraga melempar, bahkan panjat tebing telah diminati banyak orang.Orang lainnya ada juga yang meluangkan waktu untuk belajar dan bermainalat musik. Semua kegiatan ini dapat menuntut kerja yang luar biasa padaotot dan jaringan ikat pada sendi bahu. Demikian pula, diperlukan berbagailingkup gerak sendi dan penggunaan otot tubuh bagian atas dan bahu yangsangat spesifik dan tepat untuk setiap kegiatan. Akibat dari peningkatanjumlah individu dari segala usia terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut,gangguan sendi bahu seperti frozen shoulder sekarang muncul dengan

frekuensi yang lebih besar (Wijaya, 2015).

Perubahan patologi yang merupakan respon terhadap rusaknya jaringan lokal berupa inflamasi pada membran synovial, menyebabkan perlengketan pada kapsulsendi dan terjadi peningkatan viskositas cairan synovialsendi glenohumeraldanselanjutnya kapsul sendi glenohumeral menyempit. Menurut Kisner dan Colby (2007),  frozen shoulderatau sering juga disebutcapsulitis adhesiveumumnya akan melewati proses yang terdiri dari beberapa faseyaitu. Fase nyeri (Painful) berlangsung antara 0-3 bulan. Pasien mengalami nyerispontan yang seringkali parah dan mengganggu tidur. Pasien takut menggerakkanbahunya sehingga menambah kekakuan. Pada akhir fase ini, volume kapsulglenohumeral secara signifikan berkurang. Fase kaku (Freezing) berlangsung antara4-12 bulan. 

Fase ini ditandai dengan hyperplasia sinovialdisertai proliferasifibroblastikpada kapsul sendi glenohumeralis. Rasa sakit seringkali diikuti denganfase kaku. Fase beku (frozen) berlangsung antara 9-15 bulan. Di fase inipatofisiologi sinovialmulai mereda atau membaik tetapi lesi terjadi dalam kapsuldiikuti penurunan volume intra-articulardan kapsul sendi. Pasien mengalami keterbatasan lingkup gerak sendi dalam pola kapsuler yaitu rotasi eksternal palingterbatas, diikuti dengan abduksi dan rotasi internal. Fase mencair (Thawing Phase)fase ini berlangsung antara 15-24 bulan. Fase akhir ini digambarkan sebagaimencair ditandai dengan kembalinya ROM secara berangsur-angsur (Suprawesta,2015).

Rasa sakit dari daerah bahu sering menghambat pasien frozen shoulder dalammelakukan aktivitas hidup sehari-hari (ADL) dan ini adalah salah satu alas an penurunan kekuatan dan ketahanan otot bahu. Karena stabilitas glenohumeralsebagian besar oleh sistem musculotendinogen, maka gangguan pada otot-otot  bahu tersebut akan menyebabkan nyeri dan menurunnya mobilitas sendi sehingga mengakibatkan keterbatasan luas gerak sendi yang berakibat pada penurunan aktivitas fungsional (Donatelli, 2012)