Mohon tunggu...
Kholil Rokhman
Kholil Rokhman Mohon Tunggu... Freelancer - IG di kholil.kutipan

Manata hati merawat diri

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Ini Tips Kiper Legendaris Saat Adu Penalti

19 Juli 2017   15:44 Diperbarui: 20 Juli 2017   04:57 1761
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sergio Goycochea (Getty Image)

Adu penalti adalah momen yang menegangkan. Sebab, tim yang bermain bagus selama pertandingan normal tidak dijamin bisa menang di adu penalti. Mental kiper dan penendang menjadi kunci saat adu penalti. Dalam sejarah adu penalti, ada beberapa kiper yang menonjol. Salah satunya adalah kiper legendaris Argentina, Sergio Goycochea.

Goyco, begitu biasa disapa, dikenal saat Piala Dunia 1990. Cerita Goyco jadi pahlawan Argentina di ajang itu, cukup unik. Awalnya Goyco adalah kiper ketiga Argentina di Piala Dunia 1990. Kiper pertama Argentina kala itu adalah Nery Pumpido. Sementara kiper kedua adalah Luis A Islas. Jelang digelarnya Piala Dunia 1990, Islas ngambek. Dia menolak masuk skuat jika tidak mendapatkan nomor punggung 1. Ada juga kabar lain menyebutkan jika Islas hanya mau masuk skuat jika menjadi kiper utama.

Akhirnya, Islas yang bertingkah itu dicoret dari Timnas Argentina di Piala Dunia 1990. Karena itu, Goyco pun naik menjadi kiper kedua di Timnas Argentina.  Di laga perdana dan kedua Pumpido menjadi kiper utama. Namun, petaka terjadi laga kedua saat Argentina menghadapi Uni Soviet. Kaki Pumpido patah dan harus ditarik keluar. Dengan kaki patah seperti itu, Pumpido jelas absen sampai turnamen usai. Alhasil Goyco pun jadi pengganti.

Performa Goyco pun layak diacungi jempol. Khususnya saat perempatfinal dan semifinal. Di dua fase itu, Goyco mampu menggagalkan total empat penalti dalam adu penalti. Itu menjadi rekor Piala Dunia. Sebab, belum ada kiper yang mampu menggagalkan empat penalti saat adu penalti dalam satu turnamen Piala Dunia.

Di perempatfinal, Goyco menggagalkan penalti dua penendang Yugoslavia, Dragoljub Brnovic dan Faruk Hedzibegic. Di laga itu, Argentina menang adu penalti dan berhak lolos ke semifinal. Pada saat memasuki semifinal, Goyco menggagalkan penalti pemain Italia, Aldo Serena dan Roberto Donadoni. Di semifinal pun, Argentina mengalahkan Italia melalui adu penalti.

Berkaca pada dua laga di Piala Dunia 1990 itu, Goyco memberikan pandangannya. Dia memberi gambaran bagaimana dia bisa menggagalkan empat penalti. Menurut kiper kelahiran 1963 itu, jalannya seorang penendang sebelum menendang penalti harus dilihat.

"Penendang penalti harus jalan 50 meter sebelum mengeksekusi penalti. Selama calon penendang itu jalan, kiper harus melihatnya," kata Goyco di fifa.com. Goyco mengaku tak pernah mengganggu calon penendang penalti dengan teriak atau berbicara apapun.

Dia mengaku tak mau membuat penendang penalti benci padanya. Lalu, yang terus dilakukan adalah melihat setiap gerak tubuh calon penendang. Lalu, Goyco bilang bahwa cara menendang juga dilihat secara cermat. Saat melakukannya saat mengadang tendangan Brnovic di perempatfinal Piala Dunia 1990. Sang penendang dinilai tak terlalu percaya diri. Lalu, dari gerak tubuhnya bisa ditebak ke arah mana bola diluncurkan.

Selain itu, pengetahuan calon penendang juga menjadi kunci. Saat Goyco menggagalkan tendangan penalti Faruk Hedzibegic, bek Yugoslavia, Goyco dapat info dari koleganya Gabriel Calderon. Calderon adalah teman satu klub Hedzibegic. Calderon memberi bocoran bahwa Hedzibegic biasanya menempatkan bola di sebelah kiri kiper. Hal itulah yang jadi modal Goyco menggagalkan Hedzibegic.

Ciri khas penendang juga diperhatikan. Goyco mengatakan, saat menggagalkan tendangan Aldo Serena, dia sempat berpikir bahwa Serena adalah pemain kidal. Menurut Goyco, logikanya Serena akan menempatkan bola ke samping kiri Goyco. Lalu, benar saja jika Serena menempatkan bola ke bagian kiri Goyco. Tendangan pun bisa dihentikan.

Goyco juga mengatakan, seorang kiper harus melatih kemampuan kakinya untuk bisa aktif menggagalkan tendangan penalti. Baginya, tangan saja tak cukup, sebab kadang kaki juga berperan memblok tendangan penalti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun