Apakah Kebaikan adalah Sifat Alami Kita?

05 Juni 2012 15:01:28 Dibaca :

Orang bijak akan baik kepada mereka yang baik pada dirinya. Tetapi ia juga baik terhadap mereka yang tidak baik pada dirinya. Karena kebajikan merupakan sifat alami dalam dirinya. [Lao Tze]

Umumnya kita akan bersikap baik kepada orang yang bersikap baik kepada kita. Kebaikan dibalas dengan kebaikan.
Begitulah hidup mengajarkan kepada kita.

Sebaliknya kita akan bersikap tidak baik kepada mereka yang bersikap tidak baik kepada kita. Secara alami hal ini terjadi.

Kita tidak perlu merasa bersalah membalas ketidakbaikan dengan ketidakbaikan. Bukankah itu seharusnya? Demikian persepsi kita.

Bila demikian. Alangkah menyedihkan. Karena tingkatan kita tak lebih hanyalah manusia awam. Dimana hal yang demikian. Makhluk berkaki empat pun bisa melakukannya.

Tetapi kita manusia. Makhluk yang mulia. Memiliki akal sehat dan dikarunia kearifan, sehingga bisa mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Terlebih kita memiliki sifat alami yang bernama kebajikan.

Apalagi bagi kita yang beragama. Dimana diajarkan, agar tidak membalas kesalahan dengan kesalahan. Tetapi dengan kebenaran.

Membalas kebencian tidak dengan kebencian. Tetapi dengan kasih sayang. Membalas kekerasan tidak dengan kekerasan. Namun dengan kelembutan.

Tidak mudah memang. Karena kehidupan telah mengajarkan dan mengeraskan hati kita. Padahal kebajikan dan kelembutan hati merupakan sifat alami diri setiap manusia.

Itulah sebabnya dikatakan kehidupan adalah pembinaan untuk kembali kepada diri yang sejati. Kembali kepada sifat alami diri.

Kehidupan adalah pelatihan untuk kembali menjadi manusia yang sesungguhnya. Karena pada saat ini bisa jadi kita memiliki tubuh sebagai manusia. Tetapi hati kita tidak lagi.

Kita Masing-masing telah memilih jalan kehidupan apapun itu namanya sebagai yang terbaik.

Tetapi apakah jalan itu telah membuat kita kembali kepada kesejatian menjadi orang bijak?

Saat menuliskan hal ini. Saya adalah salah satu yang tersesat sebagai seorang manusia. Masih tertatih-tatih untuk kembali sebagai manusia seutuhnya.

Dengan sisa-sisa kesadaran dan kelembutan hati mencoba untuk menggapai kearifan. Bagaimana dengan Anda, para sahabat? [k4t3dr4]

Katedrarajawen

/katedrarajawen

TERVERIFIKASI (BIRU)

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis"
______________________________
Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menemun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu....
[Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?