HIGHLIGHT

Di Kompasiana Bisa Jadi Foke Pemenangnya

12 September 2012 17:54:43 Dibaca :

Judul di atas tidak untuk memprediksi hasil Pilkada DKI putaran kedua yang baru akan berlangsung  20 september mendatang.  Tulisan ini hanya sekedar menyampaikan sebuah perasaan saya tentang apa yang ditulis teman-teman kompasiana, baik pada artikel maupun pada komentar terkait dengan momen tersebut.


Menurut pengamatan saya, di Kompasiana ini simpatisan dan pendukung Jokowi-Ahok jauh lebih banyak dari Foke-Nara. Hal tersebut bisa dilihat dari artikel dan komentarnya yang mengarah kemana. Jika dineracakan, terjadi surplus yang sangat besar untuk dukungan terhadap Jokowi-Ahok  sehingga menempatkan  Foke-Nara sebagai kuda hitam meskipun beliau adalah gubernur incumbent.


Track Record Foke sebagai gubernur incumbent yang dinilaitidak berhasil memimpin Jakarta  justru menjadi sasaran tembak yang sangat enak. Akibatnya  hutajan, caci-maki dan fitnahan terhadapnya lebih banyak pula. Bahkan ketika sebuah mediaTV  menyebut “diduga" pakai tanda tanya, kompasianer yang kontra terhadap Foke sudah berani menyebutnya “biadab”.


Memang, kedua kubu menjadikan kompasiana ini sebagai ajang serang-menyerang, caci-mencaci dan hujat-menghujat. Mereka sepertinya lupa bahwa meskipun di dunia maya, bahkan berakun “gelap”, cacian, hujatan dan fitnahan itu hanya  akan memindahkan nilai-nilai kebaikan (baca : pahala) kita kepada orang yang kita hujat tersebut. Setidaknya itu menurut faham agama yang saya anut, jika saya menghujat seseorang, maka pahala-pahala yang hasil susah payah saya kumpulkan akan dipindahkan kepada yang saya hujat  tersebut.


Kembali ke masalah Pilkada, boleh jadi Jokowi  akan memenangkan Pilkada dan duduk sebagai gubernur DKI yang baru sesuai dengan suara rakyat,  tetapi dari Kompasiana –sekali lagi HANYA di Kompasiana- Fauzi Bowo (bisa jadi?) akan menjadi  pemenang/penerima pahala terbanyak dari kompasianer  yang  telah menghujatnya. Toh ketika manusia mati ia hanya akan membawa amalnya saja.


Karena itu, marilah kita santun dalam mengaspirasikan dukungan. Kemenangan Jokowi tentu akan  menjadi lebih indah jika kita juga sesantun Jokowi.

Taryadi Sum

/kang_yadi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Asal dari Sumedang, sekolah di Bandung, tinggal di Bogor dan kerja di Jakarta. Sampai sekarang masih penggemar Tahu Sumedang
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?