Luka

24 Februari 2013 09:31:41 Dibaca :

Tertawa karena cinta, menangis karena cinta.
Jatuh karena cinta, bangkit karena cinta….
Cinta, siapa cinta sehingga kamu bisa menjadi teramat bodoh karenanya.
Jatuh cinta,
Semua yang jatuh sangat berpotensi menghadirkan luka. Jatuh cinta pun.
Luka, siapa luka sehingga kamu bisa merasa sesak di dada karenanya.
Jauh melangkah hanya untuk dihampiri luka, jauh berjalan hanya untuk terluka.
Kamu, jiwa yang telah terluka.. hati yang lelah karena terluka,
Percayalah bahwa luka ada untuk menjadikan mu lebih dewasa.
Kamu, jiwa yang merasa sesak didada.. sampai begitu susah untuk menghirup udara,
Percayalah bahwa segala kesesakan mu akan berujung pada kelegaan.
Kamu, jiwa yang menangis tanpa air mata.. hati yang terlalu banyak memendam asa,
Percayalah bhwa setiap tangisan akan berganti dengan senyuman, dan segala asa akan menjadi kenyataan.
Kamu, pribadi yang menyesal atas segala hal yang pernah terjadi.
Kamu, pribadi yang menyesal untuk sesuatu yang seharusnya tak perlu dimulai.
Kamu, pribadi yang yang telanjur mencinta dan akhirnya terluka,
Kamu, yang sulit keluar dari bayangan masa lalu,
Ya, kepadamu hai jiwaku
Bersabarlah,
Akan ada saatnya menuai.
Akan tiba saatnya tersenyum
Akan mengering segala luka.
Akan hilang segala sesak.
Penyesalan hanya akan membawamu semakin jatuh terlalu dalam.
Penyesalan hanya membuatmu semakin lelah hai jiwaku.
Bersabarlah dan tersenyumlah ditengah luka, sampai kau lupa bahwa kau sedang terluka.
Bersyukurlah dan berdoa ditengah luka,
Dia, mengerti segala luka-luka
Dia, akan menyembuhkan nya dengan segera.
Jangan larut terlalu lama hai jiwaku
Sudah terlalu lelah kau untuk merasakan setiap lelah.
Dia, akan memberi obat luka,
Tepat waktuNya dan sesuai takarannya.
Rabu, 07-11-2012
Junita Natasya

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?