Cita Rasa Bali di Sudut Tokyo

30 Maret 2012 23:37:22 Dibaca :
Cita Rasa Bali di Sudut Tokyo
Deretan arak dan brem Bali di Warung Bli Made, Tokyo / photo Junanto

Bali adalah salah satu destinasi favorit orang Jepang. Ribuan orang Jepang pergi ke Bali setiap tahun untuk menikmati budaya dan keindahan alamnya. Mereka juga sangat menyukai aneka masakan Bali. Meski demikian, mencari makanan Bali di Tokyo ternyata tidak mudah.

Restoran Indonesia di Tokyo memang tidak sebanyak restoran Thailand atau India. Oleh karenanya, berita satu restoran Indonesia yang menarik, sangat cepat menyebar di kalangan pecinta makanan etnis. Salah satu yang menarik perhatian orang Jepang belakangan ini adalah Warung Bli Made, yang terletak di wilayah Aoyama, tak jauh dari daerah Harajuku, Tokyo.

Berbeda dengan kebanyakan restoran Indonesia di Jepang, warung Bli Made mengkhususkan diri pada menu makanan Bali. Saya dan kawan-kawan beberapa waktu lalu mampir ke Warung Bli Made untuk mendapatkan suasana Bali di tengah kota Tokyo. Dan betul saja, Warung tersebut menyajikan suasana dan cita rasa Bali yang otentik.

Meski juga menyajikan menu Indonesia lainnya, makanan Bali tetap menjadi “signature dish” dari warung ini. Adalah I Made Sugita, pemillik sekaligus juru masak di warung ini, yang memulai bisnis restoran Bali sejak tiga tahun lalu. Made, yang beristrikan orang Jepang, pindah ke Tokyo sejak tahun 2003, usai tragedi Bom Bali. Di Tokyo, ia bekerja serabutan di berbagai tempat hingga kemudian memutuskan untuk membuka warung makanan.

Warung Bli Made terletak di lantai dua sebuah bangunan yang menyelip di salah satu sudut Aoyama. Memang warungnya bukan menempati ruangan yang luas dan fancy. Namun kehangatan personal dari Bli Made membuat warung itu menyenangkan.

Interior dan desain Bali sangat mencolok terlihat dari berbagai hiasan dan ukiran yang diletakkan di dalam warungnya. Aneka makanan dan minuman ringan Indonesia juga disajikan di counter bar, bersama dengan deretan botol Brem dan Arak Bali.

Kapasitasnya yang terbatas, sekitar 20 orang, menjadikan para pelanggan sebaiknya melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum datang. Di hari-hari tertentu, khususnya akhir pekan, warung Bli Made penuh sesak oleh pengunjung.

Bli Made menjamin sendiri kelezatan rasa dan otentisitas masakannya. Untuk itu, ia memasak sendiri seluruh pesanan dari pelanggan. Warung itu memang hanya dikelola oleh dua orang, Bli Made sebagai juru masak, dan seorang pegawai yang bertugas menerima pesanan dan menyajikan makanan.

Untuk makanan pembuka, kami memesan lumpia goreng, urap, dan plecing kangkung. Bli Made sengaja menyetel kepedasan rasa makanan sesuai aslinya untuk para pengunjung asal Indonesia. Plecing kangkungnya asli dibuat pedas menggigit. Mantab membara di langit-langit mulut.

Usai hidangan pembuka, kami mencicipi satu sajian spesial di warung ini, yaitu Sate Rusa. Rasa daging rusanya sungguh lembut dan gurih. Dibalur bumbu kecap dan tingkat kematangan yang pas, tekstur daging rusanya terasa lezat. Menurut Bli Made, ia mendapatkan daging rusa dari daerah Hokkaido, bagian utara Jepang.

1333149663990889288
Ikan Bakar Jimbaran Warung Bli Made, Tokyo / photo Junanto

13331497801840379893
Sate Daging Rusa / photo Junanto

Selain daging rusa, Warung Bli Made menyediakan aneka makanan Bali lain, seperti Ikan Bakar Bali, Mie Goreng, Sate Lilit, dan Nasi Campur Bali. Ikan Bakarnya sangat recommended. Bumbu bali pedas yang dibalur di atas ikan sangat terasa menyerap ke dalam bagian ikannya. Rasanya membawa kita pada suasana pantai di Jimbaran. Sangat memorable dan menyenangkan.

Sebagai hidangan penutup mulut, Bli Made memiliki hidangan khas berupa bubur Injin, atau bubur ketan hitam dengan es krim dan santan.

Menu andalan Warung Bli Made lainnya adalah Ayam atau Bebek Betutu. Namun untuk mencicipi makanan ini, kita harus memesan terlebih dahulu minimal sehari sebelumnya.

Dengan segala otensitas rasa Bali itu, Bli Made memiliki banyak pelanggan tetap orang Jepang. Kebanyakan mereka sudah pernah pergi ke Bali sehingga ingin mendapatkan kenangan tentang keindahan Pulau Dewata di tengah hiruk pikuk Tokyo.

Bli Made mengatakan bahwa warung ini dibangun dengan modal sendiri. Ia tidak terlalu mengharapkan dukungan atau bantuan dari pemerintah Indonesia. Berbeda dengan rekan-rekannya yang mengelola restoran Thailand, mereka umumnya banyak dibantu oleh pemerintahnya, baik untuk urusan kredit, keterjaminan pasokan impor bahan makanan, ataupun dukungan lainnya seperti bantuan pemasaran.

Bli Made menyadari bahwa urusan makanan Indonesia di luar negeri belum terlalu dianggap penting oleh banyak kalangan. Meski demikian, Bli Made tidak patah arang. Ia tetap memiliki semangat untuk memperkenalkan masakan Bali di luar negeri. Bli Made percaya bahwa usahanya ini adalah bagian dari tugas luhurnya sebagai manusia Indonesia yang cinta tanah air.

Salam dari Tokyo.

13331498281424170664
Bli Made di Warungnya, Aoyama, Tokyo / photo Junanto

Junanto Herdiawan

/junantoherdiawan

TERVERIFIKASI (BIRU)

Pecinta ekonomi dan traveling. Penulis empat buku, Flying Traveler, Shocking Japan, Shocking Korea, dan Japan Aftershock. Saat ini tinggal dan bekerja sebagai ekonom di Surabaya, Jawa Timur. Bertugas mencermati dinamika ekonomi regional Jawa Timur. Ber-twitter di @junanto
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?