Tentang Angin

24 April 2013 08:03:26 Dibaca :

Kupinjam  sekotak mimpi yang patah

mengambil beberapa,

tak ada yang bisa menutup  lubang dalam hatiku,

jadi kuselipkan beberapa hanya untuk hilangkan dari pandangan

dan dengan putus asa, ku biarkan sisanya tetap terbuka....

Kaki membawaku ke mana ku kan tertidur malam ini,

Disana aku duduk dan bersandar ke dinding,

bunyi hujan kurangkai jadi simfoni

mengalun di ruang konser yang terbengkalai,

Angin berhembus memanggil namamu

Atau mungkin hanya itulah yang ingin kudengar saat ini..

Bayanganmu muncul dan menipu ku, membuatku percaya...

bisa melihatmu  berdiri di sana.

Berdiri di sudut ruang,

hanya di sisi paling ujung dari penglihatanku,

tersenyum dan bertanya di manaku selama ini,

Tuhan tahu, aku akan memberitahumu  jika ku tahu,

Tapi kenangan ini sudah rusak...

Itu, dan segala sesuatu yang  pernah membuatku merasa utuh,

bencana  yang lengkap,

kehancuran yang sempurna....

tubuh  tanpa jiwa,

kadang berharap ku tak pernah menemukanmu,

saat mencari apa yang  kuinginkan dulu...

ada kerinduan untuk kembali padamu  satu kali lagi,

untuk menebus kesalahanku,

Lalu angin tampaknya memanggil namamu lagi,

Atau mungkin hanya itu saja yang ingin kudengar saat ini..

Kembali bayangan itu muncul dan menipu ku,

membuatku percaya...

bisa melihatmu  berdiri di sana.

Aku kan terus berjalan terhuyung ke depan,

karena ku  jatuh ke belakang sekali lagi,

dan kucoba hilangkan mu dari diriku lagi cintaku,

walau hatiku kan terus mencarimu,

entahlah.....

Ku dengar angin berbisik namamu lagi,

sangat lembut...

------------------------------------

Joyce Ruth Sianipar

/joyceruthsianipar

monsters are real and ghosts are real too.. they live inside us, and sometimes they win.-
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?