Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget dan Implementasinya dalam Pendidikan

12 Maret 2011 10:53:54 Diperbarui: 26 Juni 2015 07:51:20 Dibaca : Komentar : Nilai :

BABI



PENDAHULUAN



A.LatarBelakangMasalah



Pengetahuan itu bukanlah salinan dari obyek dan juga bukan berbentuk kesadaran apriori yang sudah ditetapkan di dalam diri subyek, ia bentukanperseptual, oleh pertukaranantara organisme dan lingkungan dari sudut tinjauan biologi dan antarafikirandanobyeknyamenuruttinjauankognitif.


Piaget,dalamBringuier, 1980, hlm. 110.



TeoriJeanPiagettentangperkembangankognitifmemberikanbatasankembalitentangkecerdasan,pengetahuandanhubungananakdidikdenganlingkungannya.Kecerdasanmerupakanprosesyangberkesinambunganyang membentukstrukturyangdiperlukandalaminteraksiterus menerusdenganlingkungan.Strukturyangdibentukolehkecerdasan,pengetahuansangatsubjektifwaktumasihbayidanmasakanak – kanakawaldanmenjadiobjektifdalammasadewasaawal.



Perkembangancaraberfikiryangberlainandarimasabayisampaiusiadewasameliputitindakandaribayi,praoperasi,operasikongkritdanopersaiformal.Prosesdibentuknyasetiapstrukturyanglebihkompleksiniadalahasimilasidanakomodasi,yangdiaturolehekuilibrasi.



Piagetjugamemberikanprosespembentukanpengetahuandaripandanganyanglain,iamenguraikanpengalamanfisikataupengetahuaneksogen, yangmerupakanabstraksidariciri – ciridariobyek,pengalamanlogismatematisataupengetahuanendogendisusunmelaluireorganisasi prosespemikirananakdidik .Srukturtindakan,operasikongkritdanoperasaiformaldibangundenganjalanlogis – matematis.



Sumbanganbagipraktekpendidikanuntukkarya – karyaPiaget mengenalipengetahuanyangdisosialisasikandarisudutpandangananak.Implementasikurikulummenjadipelikolehkenyataan bahwateorinyatidakmemasukanhubunganantaraberfikirlogisdanpelajaran – pelajaranpokoksepertimembacadanmenulis.


B.RumusanMakalah


a.PengertianKognitif


b.Prinsipdasar teori Piaget


c.Aspekinteligensi


d.TeoriPerkembanganPiaget


e.Implementasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran


f.KritikTerhadapTeoriPiaget


C.TujuanPerumusanMasalah, Untukmengetahui tentang :


a.PengertianKognitif


b.Prinsipdasar teori Piaget


c.Aspekinteligensi


d.TeoriPerkembanganPiaget


e.Implementasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran


f.KritikTerhadapTeoriPiaget






BABII



PEMBAHASAN



A.PengertianKognitif




Kognitif adalah salah satu ranah dalam taksonomi pendidikan. Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan : pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).

Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. Oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwujudkan dengan cara kemampuan merespons terhadap stimulus yang datang kepada dirinya.


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata kognitif. Dari aspek tenaga pendidik misalnya. Seorang guru diharuskan memiliki kompetensi bidang kognitif. Artinya seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual, seperti penguasaan materi pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengajar, pengetahuan cara menilai siswa dan sebagainya.



Akan tetapi apa arti kognitif yang sebenarnya? Lalu apa perkembangan kognitif itu?


Jean Piaget (1896-1980), pakar psikologi dari Swiss, mengatakan bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Dalam pandangan Piaget, terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia individu, yaitu pengorganisasian dan penyesuaian (adaptasi).


Kecenderungan organisasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk mengintegasi proses-proses sendiri menjadi system- sistem yang koheren. Adaptasi dapat dilukiskan sebagai kecenderungan bawaan setiap organisme untuk memyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaan sosial.


Piaget yakin bahwa kita menyesuaikan diri dalam dua cara yaitu asimiliasi dan akomodasi. Asimilasi terjadi ketika individu menggabungkan informasi baru ke dalam pengetahuan mereka yang sudah ada. Sedangkan akomodasi adalah terjadi ketika individu menyesuaikan diri dengan informasi baru.



B.PrinsipDasarTeoriPiaget



Jean Piaget dikenal dengan teori perkembangan intelektual yg menyeluruh, yg mencerminkan adanya kekuatan antara fungsi biologi & psikologis( perkembanganjiwa).




Piaget menerangkan inteligensi itu sendiri sebagai adaptasi biologi terhadap lingkungan. Contoh: manusia tidak mempunyai mantel berbulu lembut untuk melindunginya dari dingin; manusia tidak mempunyai kecepatan untuk lari dari hewan pemangsa; manusia juga tidak mempunyai keahlian dalam memanjat pohon. Tapi manusia memiliki kepandaian untuk memproduksi pakaian & kendaraan untuk transportasi.

FaktoryangBerpengaruhdalamPerkembanganKognitif,yaitu:





  1. Fisik


Interaksiantaraindividudandunialuatmerupakansumberpengetahuanbaru,tetapikontakdenganduniafisikitutidakcukupuntukmengembangkanpengetahuankecualijikaintelegensiindividudapatmemanfaatkanpengalamantersebut.





  1. Kematangan


Kematangansistemsyarafmenjadipentingkarenamemungkinkananakmemperolehmanfaatsecaramaksimumdaripengalamanfisik.Kematanganmembukakemungkinanuntukperkembangansedangkankalaukuranghal itu akanmembatasi secara luasprestasisecara kognitif.Perkembangan berlangsungdengankecepatanyangberlainantergantungpadasifatkontakdenganlingkungandankegiatanbelajarsendiri.





  1. Pengaruhsosial


Lingkungansosialtermasukperanbahasadanpendidikan,pengalamanfisikdapatmemacuataumenghambatperkembanganstrukturkognitif





  1. Prosespengaturandiriyangdisebutekuilibrasi


Prosespengaturandiridanpengoreksidiri,mengaturinteraksispesifikdariindividudenganlingkunganmaupunpengalamanfisik,pengalamansosialdanperkembanganjasmaniyangmenyebabkan perkembangankognitifberjalansecaraterpadudantersusunbaik.



C.AspekInteligensi




Menurut Piaget, inteligensi dapat dilihat dari 3 perspektif berbeda
:

1.Struktur Disebut juga scheme (skemata/Schemas). Struktur & organisasi terdapat di lingkungan, tapi pikiran manusia lebih dari meniru struktur realita eksternal secara pasif. Interaksi pikiran manusia dengan dunia luar, mencocokkan dunia ke dalam “mental framework”-nya sendiri. Struktur kognitif merupakan mental framework yg dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan & menginterpretasikannya, mereorganisasikannya serta mentransformasikannya (Flavell, Miller & Miller)


2 hal penting yg harus diingat tentang membangun struktur kognitif:






    1. seseorang terlibat secara aktif dalam membangun proses.
    2. lingkungan dimana seseorang berinteraksi penting untuk perkembangastruktural.





2.Isi Disebut juga content, yaitu pola tingkah laku spesifik tatkala individu menghadapi sesuatu masalah. Merupakan materi kasar, karena Piaget kurang tertarik pada apa yg anak-anak ketahui, tapi lebih tertarik dengan apa yang mendasari proses berpikir. Piaget melihat “isi” kurang penting dibanding dengan struktur & fungsinya, Bila isi adalah “apa” dari inteligensi, sedangkan “bagaimana” & “mengapa” ditentukan oleh kognitif atau intelektual.


3.Fungsi Disebut fungtion, yaitu suatu proses dimana struktur kognitif dibangun. Semua organisme hidup yg berinteraksi dengan lingkungan mempunyai fungsi melalui proses organisasi & adaptasi. Organisasi: cenderung untuk mengintegrasi diri & dunia ke dalam suatu bentuk dari bagian-bagian menjadi satu kesatuan yg penuh arti, sebagai suatu cara untuk mengurangi kompleksitas.



Adaptasi terhadap lingkungan terjadi dalam 2 cara:


a)organisme memanipulasi dunia luar dengan cara membuatnya menjadi serupa dengan dirinya. Proses ini disebut dengan asimilasi. Asimilasi mengambil sesuatu dari dunia luar & mencocokkannya ke dalam struktur yg sudah ada. contoh: manusia mengasimilasi makanan dengan membuatnya ke dalam komponen nutrisi, makanan yg mereka makan menjadi bagian dari diri mereka.



b)organisme memodifikasi dirinya sehingga menjadi lebih menyukai lingkungannya. Proses ini disebut akomodasi. Ketika seseorang mengakomodasi sesuatu, mereka mengubah diri mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan eksternal. contoh: tubuh tidak hanya mengasimilasi makanan tapi juga mengakomodasikannya dengan mensekresi cairan lambung untuk menghancurkannya & kontraksi lambung mencernanya secara involunter.

Melalui kedua proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai denganmenggunakan kedua proses penyesuaian di atas.


D.TeoriPerkembanganPiaget




Jean Piaget, merancang model yang mendeskripsikan bagaimana manusia memahami dunianya dengan mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi. Menurut Piaget seperti yang dikutip Woolfolk (2009) perkembangan kognitif dipengaruhi oleh  maturasi (kematangan), aktivitas dan transmisi sosial. Maturasi atau kematangan berkaitan dengan perubahan biologis yang terprogram secara genetik. Aktivitas berkaitan dengan kemampuan untuk menangani lingkungan dan belajar darinya. Transmisi sosial berkaitan dengan interaksi dengan orang-orang di sekitar dan belajar darinya.


Tahap – tahapPerkembangan




Piaget membagi perkembangan kognitif anak ke dalam 4 periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia
:
1. Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)
2. Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)
3. Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)
4. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)

1. Periode sensorimotor



Menurut Piaget, bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut.Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode.


Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial / persepsi penting dalam enam sub-tahapan:




a. Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu


dan berhubungan terutama dengan refleks.
b. Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai

empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-



kebiasaan.
c. Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat

sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara



penglihatan dan pemaknaan.
d. Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia

sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk


melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda



kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek).
e. Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas

sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan



cara-cara baru untuk mencapai tujuan.
f. Sub-tahapan awal representasi simbolik, berhubungan terutama dengan


tahapan awal kreativitas.

2. Tahapan praoperasional
Tahapan ini merupakan tahapan kedua dari empat tahapan. Dengan mengamati urutan permainan, Piaget bisa menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi psikologis muncul. Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.

Menurut Piaget, tahapan pra-operasional mengikuti tahapan sensorimotor dan muncul antara usia dua sampai enam tahun. Dalam tahapan ini, anak mengembangkan keterampilan berbahasanya. Mereka mulai merepresentasikan benda-benda dengan kata-kata dan gambar. Bagaimanapun, mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Di permulaan tahapan ini, mereka cenderung egosentris, yaitu, mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Tetapi seiring pendewasaan, kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan.

3. Tahapan operasional konkrit



Tahapan ini adalah tahapan ketiga dari empat tahapan. Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai.




Proses-proses penting selama tahapan operasionalkonkrit adalah:




Pengurutan—kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.
Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)

Decentering—anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.

Reversibility—anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.

Konservasi—memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain.



Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka itu ke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang.

4. Tahapan operasional formal
Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia tidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasi abu-abu" di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan perkembangan sosial. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit.





Informasi umum mengenai tahapan-tahapan




Keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut
:
• Walau tahapan-tahapan itu bisa dicapai dalam usia bervariasi tetapi

urutannya selalu sama. Tidak ada ada tahapan yang diloncati dan tidak ada



urutan yang mundur.
• Universal (tidak terkait budaya)
• Bisa digeneralisasi : representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri


seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan
• Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara


logis
• Urutan tahapan bersifat hirarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen


dari tahapan sebelumnya, tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi)
• Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model

berpikir, bukan hanya perbedaan kuantitatif



Pembelajaran dilakukan dengan memusatkan perhatian kepada :


Øberfikir atau proses mental anak, tidak sekedar pada hasilnya dan mengutamakan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran serta memaklumi adanya perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan yang dapat dipegaruhi oleh perkembangan intelektual anak.


ØTeori dasar perkembangan kognitif dari Jean Piaget mewajibkan guru agar pembelajaran diisi dengan kegiatan interaksi inderawi antara siswa dengan benda-benda dan fenomema konkrit yang ada di lingkungan serta dimaksudkan untuk menumbuh-kembangkan kemampuan berpikir, antara lain kemampuan berpikir konservasi.


ØPiaget memusatkan pada tahap-tahap perkembangan intelektual yang dilalui oleh semua individu tanpa memandang latar konteks sosial  dan budaya , yang mendalami bagaimana anak berpikir dan berproses yang berkaitan dengan perkembangan intelektual.


ØMenurut Peaget, siswa dalam segala usia secara aktif terlibat dalam proses perolehan informasi dan membangun pengetahuan mereka sendiri.


ØPengetahuan tidak statis tetapi secara terus menerus tumbuh dan berubah pada saat siswa menghadapi pengalaman-pengalaman baru yang memaksa mereka membangun dan memodivikasi pengetahuan awal mereka.


ØPiaget menjelaskan bahwa anak kecil memiliki rasa ingin tahu bawaan dan secara terus –menerus berusaha memahami dunia sekitarnya. Rasa ingin tahu ini menurut Piaget, memotivasi mereka untuk aktif membangun pemahaman mereka tentang lingkungan yang mereka hayati. PBI dikembangkan berdasarkan kepada teori Piaget ini.


ØKebanyakan ahli psikologi sepenuhnya menerima prinsip-prinsip umum Piaget bahwa pemikiran anak-anak pada dasarnya berbeda dengan pemikiran orang dewasa, dan jenis logika anak-anak itu berubah seiring dengan bertambahnya usia. Namun, ada juga peneliti yang meributkan detail-detail penemuan Piaget, terutama mengenai usia ketika anak mampu menyelesaikan tugas-tugas spesifik.



E.ImplementasiTeoriPerkembanganKognitifPiagetDalam Pembelajaran,adalah:




  1. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena ituguru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikiranak
  2. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan


dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi denganlingkungan sebaik-baiknya.




  1. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.


4.Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.




  1. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dandiskusi dengan teman-temanya.



Inti dariimplementasi teori Piaget dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut:



1.    Memfokuskan pada proses berfikir atau proses mental anak tidak sekedar pada produknya. Di samping kebenaran jawaban siswa, guru harus memahami proses yangdigunakan anak sehingga sampai pada jawaban tersebut.


2.   Pengenalan dan pengakuan atas peranan anak-anak yang penting sekali dalam inisiatif diri dan keterlibatan aktif dalam kegaiatan pembelajaran. Dalam kelas Piaget penyajian materi jadi (ready made) tidak diberi penekanan, dan anak-anak didoronguntuk menemukan untuk dirinya sendiri melalui interaksi spontan dengan lingkungan.


3.   Tidak menekankan pada praktek-praktek yang diarahkan untuk


menjadikan anak-anak seperti orang dewasa dalam pemikirannya.


4. Penerimaan terhadap perbedaan individu dalam kemajuan perkembangan, teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh anak berkembang melalui urutan perkembangan yang sama namun mereka memperolehnya dengan kecepatan yang berbeda.




F.KritikterhadapTeoriPiaget




1.
Pada sebuah studi klasik, McGarrigle dan Donalson (1974) menyatakan

bahwa anak sudah mampu memahami konservasi (conservation) dalam usia



yang lebih muda daripada usia yang diyakini oleh Piaget.
2.
Studi lain yang mengkritik teori Piaget yaitu bahwa anak-anak baru

mencapai pemahaman tentang objek permanence pada usia di atas 6 bulan.


Balillargeon dan De Vos (1991) ; 104 anak diamati sampai mereka berusia


18 tahun, dan diuji dengan berbagai tugas operasional formal berdasarkan


tugas-tugas yang dipakai Piaget, termasuk pengujian hipotesa. Mayoritas


anak-anak itu memang belum mencapai tahap operasional formal. Hal ini


sesuai dengan studi-studi McGarrigle dan Donaldson serta Baillargeon dan


DeVos, yang menyatakan bahwa Piaget terlalu meremehkan kemampuan


anak-anak kecil dan terlalu menilai tinggi kemampuan anak-anak yang lebih



tua.
3.
Dan belum lama ini, Bradmetz (1999) menguji pernyataan Piaget bahwa

mayoritas anak mencapai formal pada akhir masa kanak-kanak.













BABIII


PENUTUP/KESIMPULAN


Jean Piaget (1896-1980), pakar psikologi dari Swiss, mengatakan bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. TeoriJeanPiagettentangperkembangankognitifmemberikanbatasankembalitentangkecerdasan,pengetahuandanhubungananakdidikdenganlingkungannya.Seorang guru diharuskan memiliki kompetensi bidang kognitif. Artinya seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual, seperti penguasaan materi pelajaran, pengetahuan mengenai cara mengajar, pengetahuan cara menilai siswa dan sebagainya.


Jean Piaget dikenal dengan teori perkembangan intelektual yg menyeluruh, yg mencerminkan adanya kekuatan antara fungsi biologi & psikologis. Bayi lahir dengan refleks bawaan, skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. Pada masa kanak-kanak , anak belum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan indranya. Anak telah dapat mengetahui symbol-simbol matematis, tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak (tak berwujud).


Menurut Piaget, inteligensi dapat dilihat dari 3 perspektif berbeda:


1.Struktur2.Isi3.Fungsi



Menurut Piaget seperti yang dikutip Woolfolk (2009) perkembangan kognitif dipengaruhi oleh  maturasi (kematangan), aktivitas dan transmisi sosial. Maturasi atau kematangan berkaitan dengan perubahan biologis yang terprogram secara genetik.


ImplementasiteoriperkembangankognitifPiagetdalam pembelajaranadalah:


Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa, Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungandengan baik,bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing, berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannyadandi dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dandiskusi dengan teman-temanya.



Perbandingankritikterhadapteori PIAGETdanteori lainnya,diantaralain:







No.




Teori PIAGET




Teori lainnya






1.







2.





3.





periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)






mayoritas anak mencapai formal pada akhir masa kanak-kanak




terlalu meremehkan kemampuan anak - anak kecil dan terlalu menilai tinggi kemampuan anak-anak yang lebih tua



McGarrigle dan Donalson (1974) menyatakan bahwa anak sudah mampu memahami konservasi (conservation) dalam usia yang lebih muda daripada usia yang diyakini oleh Piaget



Balillargeon dan De Vos (1991)


Mayoritas anak-anak itu memang belum mencapai tahap operasional formal




Tidak meremehkan kemampuan anak - anak kecil dan tidak menilai tinggi kemampuan anak-anak yang lebih tua










DAFTARPUSTAKA



MargaretE.BellGredler,BelajardanMembelajarkan,CVRajawali UniversitasTerbuka, 1991


Wikipedia, VALMBAND, Latar Belakang Jean Piaget,arthachristianti.wordpress.com, Pembelajaran Guru, Berbagai Bahan Terkait Model-Model Pembelajaran


By Gina F & Balya Hulaimy,Ibid., hlm. 28


Anita Woolfolk, Educational Psychology, Active Learning Edition, Bagian Pertama, Edisi Bahasa Indonesia. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar : 2009) hlm. 49-50


Santrock, op. cit., hlm 38-44


Jamaris. Op. Cit., hlm. 37


Anita Woolfolk. Educational Psychology. Edisi Bahasa Indonesia. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009) hlm. 51





KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Featured Article