Joko Yuliyanto
Joko Yuliyanto

Penulis aktif blog www.kaumminor.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Selamat Hari Ibu!

12 Mei 2017   09:46 Diperbarui: 12 Mei 2017   10:17 17 0 0

12 Mei 2017. Selamat hari Ibu. Sebelum mengulas tentang Ibu saya ingin kasih lirik lagu Muara Kasih Bunda dari Erie Suzan. Nostalgia lagu yang diputar sebelum maghrib saat ada hajatan nikahan di kampung.

 

Bunda engkaulah muara kasih dan sayang

Adapun pasti kau lakukan demi anakmu yang tersayang

Bunda tak pernah kau berharap budi balasan

Atas apa yang kau lakukan untuk diriku yang kau sayang

Saat diriku dekat dalam sentuhan, peluk kasihmu nan sayang

Saat ku jauh dari jangkauan, do’amu kau sertakan

Maafkan diriku bunda

Kadang tak sengaja ku membuat relung hatimu terluka

Ku ingin kau tahu bunda

Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya

Ku mohon restu dalam langkahmu

Bahagiaku seiring do’amu

 

Bukannya hari ibu tanggal 22 Desember? Maaf, kemarin saya baca tentang sejarah “hari ibu” yang sebenarnya mayoritas negara dunia merayakannya pada tanggal 12 Mei termasuk negara kawasan amerika. Sedangkan tanggal 22 Desember adalah perayaan hari ibu yang dibentuk karena peristiwa kongres perempuan 1 di Indonesia yang melibatkan 30 kaum organisasi wanita. Setiap negara mempunyai peringatan hari ibu sendiri. Sedangkan dalam sejarah “mother’s day” diperingati pada tanggal 12 Mei.

Sebelumnya saya mengucapkan SELAMAT HARI IBU buat kalian yang “masih” mencintai dan menghargai seorang Ibu. Saya pernah menulis singkat mengenai memahami wanita yang didalamnya juga mengulas seputar Ibu. Yang pada intinya adalah keutamaan mengenai peran seorang ibu. 

Bagi saya Ibu itu sosok yang spesial. Mungkin bukan hanya untuk saya, kalian pun pasti merasakan demikian. Negara saja menggunakan simbol Ibu “Ibu Pertiwi” bukan “Bapak Pertiwi”. tempat juga menghormati sosok ibu “Ibu Kota” bukan “Bapak Kota’. Makanya di dunia yang ada hanya “Hari Ibu” tidak ada “Hari Bapak”. bukannya tidak menghargai peran seorang bapak, namun memang kenyataannya peran ibu lebih gila daripada bapak. Perkembangan peran seorang Ibu tidak akan terbatas oleh zaman. Dari masa ke masa, Ibu tetap akan menjadi Ibu. Makhluk indah dan sempurna bagi anak-anaknya. 

Semasa kecil tentu kita sering mendengar lagu “kasih ibu” di bangku sekolah dasar. Seperti ini liriknya :

Kasih Ibu kepada beta

Tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia

Kasih sayang seorang Ibu tak pernah berhenti sekalipun kalian tipu berjuta kali. Tidak pernah marah saat kalian bentak. Tidak tegaan melihat kalian menangis meminta uang jajan. Tidak menolak menjadi babu kalian ketika sakit. Tidak berontak meski harus mencuci, memasak, menimang bayi, membersihkan rumah, dan pekerjaan luar biasa lainnya. Dan kasih sayangnya akan selalu menyinari hati dan jiwa bagi anaknya.

Seorang ibu menyiksa dirinya dengan tidak makan karena mendahulukan kesejahteraan anaknya. Ibu rela berbohong dengan mengaku sudah kenyang padahal seharian tidak makan. Ibu rela makan tempe asal anaknya makan martabak telor. Ibu itu makhluk relaan.

Peran Ibu

Ibu adalah orang pertama yang membentuk karakter dan watak anaknya. Dari persusuan Ibu, anak meneruskan nasab ibunya. Maka tanggungjawab Ibu adalah menyusui anaknya dan mendidik anaknya. Menurut Dr. Hj. Faizah Ali Syibromalisi, M. A (Anggota komisi fatwa MUI), perempuan sebenarnya tidak dilarang agama untuk menjadi pintar. Justru ibu adalah sekolah pertama bagi aak-anaknya. Seorang anak biasanya melihat sosok ibu sebagai idola dan teladan karena frekuensi kebersamaan ibu dengan anak cenderung lebih banyak daripada bapak.

Banyak peran dan tanggungjawab yang dibebankan kepada ibu sesuai syariat agama. Dan yang demikian diangkat derajat seorang wanita, khusunya ibu di sisi Tuhan. Peran yang diemban seorang ibu tak lain tak bukan hanya untuk memperbaiki dirinya dan keluarganya termasuk anaknya. Ibu akan melakukan semua hal yang dirasa akan membuat perasaan anaknya menjadi nyaman dan bahagia. 

Meski era berkembang sangat pesat, tentang emansipasi wanita yang ditafsirkan salah kaprah. Beberapa ibu masih menerpakan sistem agama yang menjunjung tinggi perannya dalam keluarga. Saat ini banyak ibu yang beralih profesi sebagai pemimpin keluarga, dari ilmu, ekonomi dan karakter. Sehingga tidak heran kalau banyak wanita yang berpendidikan tinggi beralih profesi menjadi wanita karir dan melupakan peran sebagai seorang Ibu.

Keutamaan seorang Ibu

“surga berada dibawah telapak kaki ibu”. jika mengetahui hal yang demikian seharusnya seorang anak bisa lebih mengabdi kepada ibu. Bukankah tujuan manusia mengharap surga? Seorang anak tidak akan pernah mampu membalas budi setiap apa yang dilakukan seorang ibu. Paling impian akhir dari seorang anak adalah membahagiakan seorang ibu. Dan itu jauh dari cukup. Seorang anak mesti takdzim kepada ibu. Mentaati semua perintahnya dengan tidak menolaknya. Menyingkirkan perilaku yang sekiranya menyakiti hatinya.

Firasat seorang Ibu itu sangat luar biasa. Sampai saat ini, saya masih heran dengan kepekaan seorang ibu. Apa yang terjadi dalam kehidupan saya (yang sekiranya membahayakan) selalu dapat ditangkap ibu. Ketika hal yang demikian berulang-ulang kemudian saya simpulkan IBU SAYA ITU DUKUN!

Karena begitu besarya keistimewaan seorang ibu, maka jangan pernah kalian menyakitinya. Saya rasa tidak perlu lagi dijelaskan mengenai dosa jika membantah atau menyakiti seorang ibu. Yang pasti menjadi anak berbaktilah kepada ibu sebelum beliau benar-benar pergi meninggalkan kita.

Do’a untuk Ibu

Ini ada do’a yang saya buat akhir desember silam saat perayaan hari Ibu :

Mak, maaf, anakmu menjadi bajingan ketika engkau banggakan seperti pangeran

Mak, maaf, anakmu menjadi penjahat ketika engkau cita-citakan menjadi pejabat

Mak, maaf, anakmu menjadi bejat ketika engkau bimbing halus menjadi ustad

Mak, maaf, anakmu menjadi pembangkang ketika engkau timang penuh kasih sayang

 

Mak, terimakasih engkau sudi berbalas nyawa melahirkanku

Mak, terimakasih engkau ikhlas membesarkan dan menyusuiku

Mak, terimakasih engkau ridho berjalan menuntunku

Mak, terimakasih engkau rela direpotkan semua urusanku

 

ya Tuhan, panjangkan umur barokah untuk Emak

Ya Tuhan, jaga kesehatan disisa hidup Emak

Ya Tuhan, jauhkan segala macam penyakit dari Emak

Ya Tuhan, bahagiakan selalu hari tua Emak

 

Ya Tuhan, Jika Engkau sudi, khusnul khatimahkan Emak

Ya Tuhan, Jika Engkau sudi, lenggangkan kubur Emak

Ya Tuhan, Jika Engkau sudi, bukakan pintu surga untuk Emak

Ya Tuhan, Jika Engkau sudi, tutup bau neraka dari Emak

 

Ya Tuhan, jadikan air mata emak untuk anak adalah penghapus dosanya

Ya Tuhan, jadikan keletihan emak untuk anak adalah pahala untuknya

 

Ya Tuhan, sahkan firman-Mu tentang jihad melahrikan aku

Ya Tuhan, tunjukan janji-Mu tentang segala keistimewaan ibu

Ya Tuhan, turunkan kasih dan sayang-Mu untuk cinta ibuku

Ya Tuhan, angkat derajat dan karomah yang tinggi untuk ibu

 

Penyesalan terbesarku adalah tak mampu membahagiakanmu

Sedang kain kafan sudah terlanjur menutup semua tubuhmu

Hidup terhinaku adalah engkau menyesal atas ucap perilakuku

Sedang liang lahat terbuka untuk mengubur jasadmu

 

Jika ada mimpimu yang belum tercapai itu pasti karenaku

Jika ada sedih dan pilu mendera hatimu itu pasti karenaku

Jika ada gelisah dan kacau dalam hidupmu itu pasti karenaku

Jika ada kekecewaan terbesar darimu itu pasti karenaku

 

Satu hal yang perlu engkau rasakan tanpa engkau ketahui mak,

Aku mencintaimu dan akan selalu mendo’akan kebahagiaanmu