Skenario Tingkat Tinggi Bikin Blunder Gerindra dan PKS Pilih Anies Baswedan!

20 Oktober 2016 06:19:12 Diperbarui: 20 Oktober 2016 10:16:13 Dibaca : Komentar : Nilai :

Selamat pagi salam Kompasiana dimana anda berada........

Pilgub DKI menjadi sangat menarik dan menguras perhatian seluruh warga Jakarta tak terkecuali juga seluruh masyarakat Indonesia, sehingga sampai pelosok-pelosok tanah air semua membicarakan Ahok, surat Al Maidah 51 yang semuanya pada kebanyakan membenarkan Ahok. Tapi semuanya bisa memaafkan Ahok, karena masyarakat seluruh nusantara sudah terlanjur paham kalau Ahok orang yang keras kepala, jujur dan berani menentang para koruptor dan pungli masyarakat.

Oh lupa bukan Ahok yang mau saya bicarakan ternyata Anies Baswedan he...........nggak usah serius membacanya santai saja, beberapa artikel di Kompasiana selalu menuding bahwa Anies Baswedan di keluarkan dari menteri Jokowi karena memang di persiapkan untuk menghadapi pilgub DKI dan menurut sumber yang paling bisa dipercaya kalangan Istana dan PDIP sangat yakin 100% kalau Anies Baswedan di lepas dan Risma tidak di boyong ke Jakarta, partai politik lain pasti mengusung Anies Baswedan karena mempunyai polling yang paling mumpuni untuk melawan petahana.

Awalnya saya ragu atas artikel-artikel seperti ini, karena semua tulisan yang ada disini adalah pendapat pribadi sipenulis itu sendiri, sehingga kita yang membacanya pasti akan melihat dulu siapa sih penulisnya ? kalau penulisnya lebih banyak dari kalangan haters pasti kita tak akan percaya atas informasi yang tidak bisa di percaya. Ternyata setelah saya telusuri memakai pencarian Kompasiana dan Google, saya baru yakin kalau ternyata skenario itu benar hampir1000% dan pihak Istana sudah yakin kalau pasangan AHY - Silviana tak akan mampu membendung popularitas Petahana maupun pasangan AB - SU karena popularitas AB -SU ini sedikit di bawah Petahana.

Menurut pengalaman tulisan saya di pilpres 2014 selalu hampir benar 100% dan apa yang saya tulis disitu juga mengacu pada pencarian data saya lewat Kompasiana dan Google. Sehingga menyebabkan saya semakin yakin kalau di balik itu semua ternyata pasti ada skenario yang sangat jitu dari Istana dan PDIP. Kalau misalkan Petahana kalahpun DKI 1 masih dipegang pihak istana dan AB akan tetap jadi boneka pihak Istana, disuruh apa saja pasti ok, walau disuruh tak terlalu menjalankan program yang ada sekarang inipun AB pasti akan mengiyakan.

Makanya ketika Jokowi ditanya mengenai pilkada DKI selalu menjawab dengan santai "saya tidak akan mendukung siapa-siapa, semua calon pasti baik untuk warga Jakarta", mungkin Gerindra dan PKS perlu belajar dari Pilpres2014 kalau ingin tidak di tinggalkan calonnya nanti dipemerintahan, apalagi DKI pasti disorot habis-habisan misalkan jika Petahana seperti Ahok jika tidakmenjabat lagi, apalagi DKI merupakan pusat pengamatan masyarakat Indonesia, kok sampai AB tidak bisa membangun Jakarta seperti Ahok dalam satu tahunpun maka habislah karier AB di panggung politik Indonesia.

Ekpetasi masyarakat Jakarta sangat tinggi kepada semua calon di pilgub DKI kali ini, sehingga jangan main-main memilih pasangan, karena bisa-bisa menjadi blunder buat Gerindra dan PKS di Pilpres 2019. Kalau memang ini sudah diskenario Istana dan PDIP maka habislah kedua partai politik ini, seperti melihat pedang bermata dua. Memilih AB untuk paslon DKI dan nantinya dipermalukan di pemerintahan DKI yang menyebabkan mereka akan hancur di Pilpres2019, atau membatalkan pasangan AB - SU yang sudah resmi di daftarkan di KPU DKI dan mencari pasangan lain (mendukung pasangan lain) biar nanti di Pilpres2019 tidak hancur lebur).

Menurut saya hanya pikiran yang bersih dan hati yang tenang yang bisa membuat Gerindra dan PKS mungkin berpikir ulang tentang pencalonan AB di DKI 1,ketika Pilpres 2014 saya pernah menulis bahwa pasangan ARB merupakan pasangan pembakar uang saja, dan kenyataannya memang seperti itu adanya, karena antara biaya media dan hasil yang didapat tidak signifikan sama sekali. Dan ketika Pilpres 2014 antara Mas Prabowo dan Pak Jokowi saya sudah dari awal bilang bahwa Jokowi bisa menang antara 2-5% kalau pemilunya jujur dan kenyataannya Indonesia Presiden ke 7 adalah Ir. Joko Widodo.

Secara nalar sulit mengingkari kalau AB keluar kabinet tidak di skenario,karena hanya AB saja yang ketenarannya bisa mengimbangi Petahana, karena jelas Ridwan Kamil dan Risma tidak mau di boyong ke Jakarta. Karena Ridwan Kamil dan Risma adalah orang pintar yang sangat waras, mereka tahu tidak gampang menjabat Gubernur setelah Petahana (Ahok) karena ekpetasi masyarakat Jakarta telah terbawa cara pikir petahana terlalu tinggi. Dan semua itu perlu keberanian dan kerja keras yang tidak gampang. Jangan anggap pilgub DKI seperti 5 atau 10 tahun yang lalu karena ingat Petahana sudah memperbaiki layanan masyarakat yang memerlukan biaya yang tidak sedikit dan itu harus memberangus semua dewan yang ada di DKI.

Semoga tulisan ini bisa di baca oleh orang-orang Gerindra atau PKS yang masih memakai akal sehat, dan baik sekali jika pejabat-pejabat partai ini secepatnya paham tentang skenario jitu dari Istana dan PDIP ini. Nggak pernah Ibu Megamendung sampai segitunya mendaftarkan Petahana sendiri untuk mendaftar ke KPU he...............kalau tak ada udang dibalik batu, biar lawan termakan dengan apa yang terlihat saja tapi tidak pernah tahu skenario apa yang ada dibelakangnya. Waspadalah.............waspadalah Hati..................hati........................hati.....................hati.............


Pasangan ARB Pembakar uang

JibrilMichael

/joedhyk

Pengamat politik bawah sadar
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article