Pengaruh Game terhadap Remaja dalam Keluarga

19 Mei 2017 09:37:24 Diperbarui: 19 Mei 2017 10:10:59 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Zaman sekarang kalau bosan pasti main game untuk melewati atau melongkapi waktu. Tetapi bermain game adalah masalah yang cukup besar yang mengahadang remaja zaman sekarang. Menghadapi terhadap game itu bukanlah tantangan yang gampang, melainkan tantangan yang susah sampai hampir tidak mungkin dikesampingkan atau dihilangkan.  Masalah dari topik tersebut adalah dari faktor kehidupan sehari hari yang dapat memicu salah satu atau banyak faktor yang dapat memicu faktor faktor yang membuat remaja dalam keluarga main game. Faktor faktor tersebut memiliki kaitan kaitanya sendiri apakah karena kelakuan, kebiasaan, ataupun gaya hidup sehari hari

Selain hanya menjadi tantangan bagi remaja, tapi Game juga dapat mengasah taktik ataupun mengasah reflek. Walaupun begitu, jika kita main Game tanpa batasan waktu atau tidak bisa mengatur waktu dengan baik Game menjadi dampak besar bagi kehidupan seorang remaja. Bermain Game sebetulnya boleh tetapi harus dapat mengatur waktu dengan baik dan kalau belajar harus dapat konsentrasi penuh terhadap materi pembelajaran yang dipelajari. Kita harus belajar dengan serius karena itulah kewajiban kita, untuk menuntut ilmu.

Game akan menjadi sangat berpengaruh terhadap remaja jika remaja tersebut tidak memedulikan lingkungan sekitar atau tidak mementingkan pekerjaan sekolah, contohnya saya sendiri karena saya merupakan remaja yang terkena dampak game dan menjadi terikat dengan game atau dapat dibilang prioritas pertama adalah game. Tetapi, hal itu tidak boleh terjadi terhadap remaja. Karena sebagai remaja yang sudah dewasa, kita harus pintar memilah milah informasi dan globalisasi.

Walaupun Game sangat enak untuk dikonsumsi bagi para kalangan remaja, remaja tersebut bisa mendapatkan kebiasaan yang buruk yaitu boros uang karena ingin membeli game tersebut dan harga game tersebut mahal dan sedang trending di dunia per game-an. Melainkan dari dampak tersebut, ada yang lain seperti lebih susah bersosialisasi terhadap masyarakat sekitar karena kita atau mereka lebih terbiasa sendiri bermain Game atau Game online yang bersosialisasi secara lewat Game.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi remaja atau semua orang yang membaca ini. ;)

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana