Mohon tunggu...
James P Pardede
James P Pardede Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

Menulis itu sangat menyenangkan...dengan menulis ada banyak hal yang bisa kita bagikan.Mulai dari masalah sosial, pendidikan dan masalah lainnya yang bisa memberi pencerahan

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Guru dan Dosen (Bisa) Terganjal Naik Pangkat Karena Tak Bisa Menulis?

13 Oktober 2018   22:13 Diperbarui: 18 Oktober 2018   08:54 1848
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dengan adanya ketentuan publikasi karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), muncul masalah baru dimana para guru mencari jasa pembuat karya ilmiah yang instan. 

Di beberapa kota besar pun bermunculan layanan jasa untuk pembuatan karya ilmiah bagi guru yang ingin bisa naik golongan atau lulus sertifikasi profesi. Tak bisa dipungkiri, di alam nyata pasti ada saja guru yang tergoda untuk membeli karya tulis karena ada uang dari tunjangan profesi guru.

Tidak Larut dalam Kekakuan

Baru-baru ini, dunia pendidikan kita tercoreng dengan ditemukannya kampus yang tak berizin mengeluarkan ijazah asli tapi palsu. Ijazah yang diperoleh tanpa harus mengikuti perkuliahan dan tidak terdaftar di Dikti. Beberapa waktu lalu, ada juga kasus yang mencoreng dunia pendidikan tinggi dengan ditemukannya seorang guru besar melakukan plagiat karya ilmiah.

Ada kekhawatiran ketika pemberlakuan publikasi karya ilmiah menjadi syarat bagi seorang guru atau dosen untuk mengurus kepangkatan atau sertifikasi. Dimana karya ilmiah yang diterbitkan atau dipublikasikan bukan karya asli atau karya sendiri, tapi hasil plagiat dari karya orang lain. 

Untuk meredam dan menutup kemungkinan adanya plagiarisme dalam publikasi karya ilmiah, sistem publikasi secara online akan memudahkan kita dalam melakukan pengecekan apakah karya tersebut karya sendiri atau bukan.

Menulis karya ilmiah sesungguhnya menjadi media bagi guru dan dosen dalam penuangan gagasan, ide, dan pemikirannya yang tentunya relevan dengan situasi saat itu. Artinya, guru tidak larut dalam kekakuan pada bahan ajar yang itu-itu saja tetapi tampil kreatif-inovatif memberikan pengetahuan bagi siswa-siswanya. 

Sama halnya dengan dosen, tidak lagi hanya duduk dibelakang meja dan menyuruh mahasiswa mencatat. Dosen kreatif saat ini harus memiliki website atau paling tidak blog yang bisa dikunjungi mahasiswanya jika dalam perkuliahan mereka kurang paham.

Guru dan dosen saat ini harus keluar dari pola lama dan menuju kreativitas dan inovasi. Sebuah terobosan baru yang layak diapresiasi. Inilah hal penting dalam kerangka proses menarik minat para siswa. Siswa akan tertarik sebab gurunya seorang figur yang kreatif dan mampu menghasilkan sebuah karya.

Dewasa ini, dunia pendidikan kita sangat membutuhkan tenaga pendidik yang kreatif-inovatif dan mampu bersaing terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. 

Kita tentu tidak mau anak didik kita lebih tergiur oleh kreativitas semu di luar sana yang serampangan dan membahayakan masa depan mereka. Kreativitas menulis seorang guru atau dosen adalah langkah konstruktif dan menjadi salah satu pembuktian bahwa tenaga pendidik juga mampu dalam menghasilkan karya-karya inovatif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun