Ini Dia, Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Teknik Lingkungan

02 Januari 2014 20:48:15 Diperbarui: 17 Oktober 2015 13:03:01 Dibaca : 156717 Komentar : 11 Nilai : 3 Durasi Baca :
Ini Dia, Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Teknik Lingkungan

Halo pembaca! Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman saya tentang beberapa orang yang membuat salah penafsiran tentang jurusan teknik lingkungan. Apa sih jurusan teknik lingkungan? Kok banyak ceweknya sih? Mirip sama jurusan kesehatan masyarakat ya? Banyak biologinya? Nah, pertanyaan-pertanyaan semacam ini yang seharusnya dijawab dengan benar. Semoga setelah membaca artikel ini pembaca dapat memahami seperti apa jurusan teknik lingkungan yang sesungguhnya. Mungkin lebih tepat jika artikel ini saya beri judul "Basic Environmental Engineering for Dummies" karena artikel ini saya buat khususnya untuk adik-adik SMA yang akan melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

 Spoiler: sebelum baca artikel ini, ada baiknya mendownload review bidang Teknik Lingkungan dari FTSL ITB berikut: [Review Teknik Lingkungan]

 

Saya sudah melewati delapan semester di jurusan teknik lingkungan di salah satu perguruan tinggi negeri. Pada awalnya, saya sama seperti kebanyakan orang lainnya, tidak memahami seperti apa itu jurusan teknik lingkungan. Saya pikir jurusan yang mengusung nama 'lingkungan', adalah jurusan yang mempelajari bagaimana caranya agar kerusakan lingkungan bisa diminimalisir (dan yang saya ketahui pada saat itu ya, global warming). Ternyata, apa yang saya pikir ya, memang benar. Namun jurusan teknik lingkungan tidak hanya seperti itu. Ada banyak topik yang dipelajari oleh mahasiswa jurusan teknik lingkungan.

 

 

Teknik lingkungan pada awalnya bernama 'Teknik Penyehatan', lalu berganti nama menjadi Teknik Lingkungan. Institusi yang pertama kali mengadakan jurusan teknik lingkungan di kampusnya adalah ITB. Makannya ITB disebut-sebut punya jurusan teknik lingkungan terbaik se-Indonesia. Tapi tidak hanya itu, ada juga STTL (Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan) di Jogja, adalah sekolah tinggi ilmu teknik lingkungan pertama di Indonesia. Lalu ada ITS, UNDIP, UI, Bakrie, Universitas Pasundan, UII Jogja, UPNV Jogja, dan lain-lain. Ada juga Ilmu dan Teknologi Lingkungan di UNAIR, silabusnya tidak jauh berbeda dengan Teknik Lingkungan dan 60% kurikulumnya disesuaikan dengan silabus jurusan teknik lingkungan se-Indonesia. Namun jurusan ini berada di bawah departemen Biologi. Sedangkan Teknik Lingkungan di UPNV Jogja, itu lebih ke ilmu kebumian dan berada di bawah Fakultas Teknologi Mineral.

 

Jurusan Teknik Lingkungan sendiri kini berada di bawah Fakultas Teknik, di beberapa institusi jurusan ini diletakkan dibawah departemen Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Biologi, Fakultas Teknologi Mineral, bahkan Fakultas Pertanian. Jurusan teknik lingkungan memang berkaitan erat dengan jurusan teknik sipil (terutama dalam teknik peracangan fasilitas, seperti ilmu ukur tanah, perhitungan beban beton, mekanika fluida, dsb), dan jurusan teknik planologi (terutama dalam teknik perancangan fasilitas kota, seperti pengaturan tata letak fasilitas kota, peta administrasi daerah, data statistik dan kependudukan, peraturan perancangan fasilitas kota dari Kementrian PU, dsb). Kadang jurusan teknik lingkungan juga berkaitan dengan jurusan teknik kimia (dalam hal pengolahan limbah, seperti pengomposan, alat pengelolaan dan pengolahan sampah atau limbah).

 

Pada dasarnya, ilmu-ilmu yang dipelajari di jurusan teknik lingkungan sangat berkaitan erat dengan kesehatan. Singkatnya, di teknik lingkungan, mahasiswa akan belajar bagaimana caranya untuk mencegah penyakit dan menjaga kesehatan lingkungan dengan teknik & teknologi. Serunya, hampir semua industri membutuhkan ilmu teknik lingkungan, apalagi sekarang peraturan perundang-undangan tentang lingkungan semakin diperketat. Bahkan institusi pemerintahan pun banyak membutuhkan lulusan teknik lingkungan. Nah, apa saja yang bakal dipelajari oleh mahasiswa teknik lingkungan? Berikut ini infonya,

 

1. Belajar Pencegahan Produksi Limbah

Limbah diproduksi dari kegiatan produksi, seperti sisa-sisa bahan bakar, sisa bahan baku, dan hasil produksi yang gagal. Di teknik lingkungan, dipelajari bagaimana caranya meminimisasi produksi limbah dan memaksimalkan kualitas produk. Caranya, mulai dari pembuatan chart atau diagram alir tentang kegiatan dan bahan apa saja yang digunakan dalam proses produksi, beserta jumlah dan dampaknya bagi proses produksi dan lingkungan. Dari diagram itu dianalisa aspek apa yang dapat dirubah agar produksi limbah berkurang. Bisa juga dengan menganalisis limbah apa saja yang masih bisa dijadikan bahan baku produksi, sehingga jumlah limbah berkurang.

 

2. Belajar Pengelolaan Limbah

Limbah yang dihasilkan, tidak bisa langsung dibuang begitu saja. Limbah harus dikelola dengan baik. Dikelola disini maksudnya, diletakkan di wadah yang sesuai (dengan karateristik bak yang aman dan tidak akan rusak dan merusak lingkungan bila dituangkan limbah ke dalamnya), peletakan wadah harus ditempat yang sesuai (maksudnya tidak akan mengganggu jalannya proses produksi), pengangkutan dan pengaliran limbah harus sesuai dan tepat (maksudnya dialirkan dengan media yang baik dan tidak mudah rusak jika kontak dengan limbah korosif), manajemen pengelolaan limbah harus baik (meliputi pada jam berapa limbah dikelola, berapa jumlah pekerja, dsb). Pengelolaan limbah hanya sebatas waktu dimana saat limbah selesai diproduksi sampai waktu dimana saat limbah harus diolah, dan waktu dimana saat limbah harus dibuang.

 

3. Belajar Proses Pengolahan Limbah

Sampah ada untuk dibuang. Eitts, buat mahasiswa teknik lingkungan itu adalah pemikiran yang sangat kuno. Sebelum dibuang, limbah atau sampah harus diolah terlebih dahulu. Terutama sampah dan limbah hasil produksi suatu industri. Kenapa diutamakan dari industri? Umumnya limbah industri lebih berbahaya daripada limbah domestik (rumahan) yang hanya sampah sisa sayur, bungkus makanan, dan kotoran manusia. Limbah industri berbahaya karena kandungannya yang memiliki nilai resiko tinggi apabila dibuang langsung ke lingkungan. Misalnya, limbah dari industri pembuatan batu baterai mengandung bahan kimia beracun (asam sulfat), kalau dibuang langsung ke sungai dampaknya bisa membahayakan ekosistem sungai dan kualitas air. Apabila airnya digunakan sebagai sumber irigasi, bisa membahayakan kualitas tanaman dan tanah yang terkena aliran air tersebut. Seperti pada kasus Minamata di Jepang, karena air sungai yang terkontaminasi Raksa. Coba saja di Googling. Di bagian ini, mahasiswa akan belajar banyak sekali alat-alat yang biasa digunakan oleh industri baik dalam maupun luar negeri untuk mengolah limbah sesuai dengan karateristik limbah yang dihasilkan. Tidak hanya itu, kita juga akan belajar bagaimana mendesain alat dan unit pengolahan limbah tersebut, untuk menghasilkan limbah yang aman dibuang ke sungai.

 

Jenis limbah yang diolah pun tidak hanya limbah cair atau limbah padat saja. Tetapi, emisi pencemaran udara juga harus diperhatikan. Di beberapa industri yang menghasilkan emisi dengan kandungan yang berbahaya, sebelum dibuang bebas ke udara harus melewati serangkaian proses untuk menghilangkan atau minimal mengurangi kandungan zat/materi berbahaya seperti logam berat, H2S, CO, SOx, atau NOx. 

 

 

Unit pengolahan air limbah di salah satu industri di Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi (gambar ada di header artikel ini)

 

4. Belajar Mengolah Air

Mungkin teman-teman pernah mengetahui tentang sistem pengolahan air sederhana yang menggunakan ijuk dan krikil? Nah, di jurusan teknik lingkungan hal itu akan dipelajari lebih lanjut. Air yang kita konsumsi sehari-hari dari kemasan botolan atau PDAM pasti telah melalui proses pengolahan yang sangat panjang. Sumber air apa yang akan dipilih pun dipertimbangkan berdasarkan materi / zat yang terkandung di dalamnya, mulai dari logam berat (Fe, Mg, Mn, Cd, dsb), kandungan oksigen terlarut, kandungan patogen, kekeruhan air, kesadahan air, hingga kandungan garam dalam air. Semuanya diteliti untuk mendapatkan kualitas air mentah yang baik dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang telah ditetapkan. Umumnya sumber air yang dipilih adalah air tawar, seperti air sungai. Kenapa? Karena air tawar lebih mudah untuk diolah dan kadar garamnya sangat rendah.

Nah, setelah dipilih sumber air yang tepat, mulailah proses mendesain bangunan pengolahan air. Eits, apa itu? Bagi teman-teman yang ingin bekerja di PDAM ilmu ini sangat penting lho. Bangunan pengolah air adalah sebuah bangunan dalam satu komplek, dimana terdapat unit dan alat untuk mengolah air dari air yang tidak layak minum, menjadi air yang layak minum, atau minimal dapat dikonsumsi untuk keperluan sehari-hari. Ada banyak unit yang dipelajari, misalnya seperti unit penyaringan, koagulasi (pembubuhan aluminium sulfat untuk mengikat koloid atau partikel kecil), flokulasi (pengadukan air untuk mengoptimalkan pengikatan koloid), sedimentasi (pengendapan partikel koloid), filtrasi (penyaringan air dengan pasir dan kerikil), aerasi (penambahan oksigen ke dalam air dan pengurangan kandungan Fe), desinfeksi (pemberian desinfeksi untuk membunuh patogen). Sebenarnya unit-unit ini juga ada beberapa di rumah sakit dan hotel. Namun unit yang ada dalam ukuran yang kecil dan portable karena kebutuhan airnya yang lebih sedikit dibandingkan PDAM yang harus mengolah air untuk dikonsumsi jutaan orang. Setelah air bersih selesai diolah, air-air tersebut kemudian dialirkan sampai ke rumah warga. Nah, ini juga butuh ilmu khusus, namanya Sistem Penyediaan Air Minum. Berapa panjang pipa yang dibutuhkan, berapa jumlah belokan yang ada, berapa jumlah rumah yang butuh pelayanan, berapa debit air setiap harinya, berapa diameter pipa yang dibutuhkan, berapa jumlah sambungan pipa yang dibutuhkan, hingga berapa uang yang harus dikeluarkan, semua dihitung serinci-rincinga bahkan perlu dibuat skenario pengalirannya dengan software khusus.

 

Salah satu unit pengolahan air

 

5. Belajar Merancang TPA

Eh, TPA? Tempat Pembuangan Akhir? Yup, nama yang tidak asing didengar mungkin adalah 'Bantar Gebang', sebuah TPA maha besar yang ada di bilangan kota Bekasi. Mahasiswa teknik lingkungan harus belajar untuk membuat TPA. Tempat pembuangan sampah tidak boleh sembarangan loh, harus baik, benar, dan tidak membahayakan lingkungan. Banyak metode-metode khusus yang dipelajari dalam perancangan TPA. Misalnya, seperti di Amerika, sampah ditimbun dalam tanah yang telah dilapisi lapisan waterproof, lalu tanah timbunan ditanami rumput atau tanaman lain hingga menjadi bukit. Bukit ini bisa menjadi sarana rekreasi edukatif. TPA semacam inilah yang sebenarnya diharapkan oleh pemerintah untuk diwujudkan. Di TPA sendiri juga ada pengolahan dan pengelolaannya. Sampah-sampah yang telah dihasilkan dikelola, dipilah, dan dicacah. Setelah itu diolah dengan treatment khusus sesuai dengan karateristik sampah. Misalnya, sampah organik bisa diolah agar dihasilkan gas metana. Gas metana ini kemudian bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar atau bahan kompor gas. Bisa juga pengolahan sampah menjadi pupuk. Pupuk bisa dijual kembali ke masyarakat. Artinya, sampah tidak terus menumpuk tetapi juga bisa dimanfaatkan kembali. Dalam perancangan TPA juga diperhitungkan lho, lama waktu penguraian sampah. Jadi, desain pengelolaan dan pengolahannya juga diperhitungkan.

 

6. Belajar Merancang Sistem Plumbing

Plumbing, apaan tuh? Sistem plumbing secara umum adalah sistem perpipaan. Dalam sistem itu meliputi reservoir (tandon air), pompa, pipa, water closet, urinoir, lavatory (wastafel), faucet (kran air), shower, floor drain (saluran air buangan di kamar mandi), hingga septic tank. Utilitas semacam itu tidak sembarangan didesain loh. Perlu perhitungan dan perancangan yang baik, mulai dari berapa jumlah air yang dibutuhkan dalam suatu rumah atau gedung tersebut, berapa ukuran tandon yang dibutuhkan, berapa panjang dan diameter pipa yang dibutuhkan, berapa daya pompa, berapa banyak water closet, urinoir, wastafel, faucet yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan, hingga berapa ukuran septic tank berdasarkan rentang waktu pengurasan dan kebutuhan. Belajar sistem plumbing tidak hanya itu, dalam sistem ini juga dipelajari bagaimana mengalirkan air kotor yang berasal dari kamar mandi. Misalnya, air kotor yang mengalir dari water closet dan urinoir harus dialirkan ke septic tank karena buangannya berupa black water (air yang tidak bisa digunakan lagi), sedangkan air kotor yang mengalir dari floor drain harus dialirkan ke drainase (got) karena buangannya berupa grey water (ada kemungkinan bisa diolah dan digunakan lagi).

 

7. Belajar Merancang Sistem Drainase

Drainase adalah bahasa kerennya saluran air, atau biasan kita sebut 'got'. Drainase dirancang untuk mengalirkan air hujan, jadi seharusnya memang tidak boleh membuang sampah ke drainase, akibatnya malah banjir. Padahal drainase dibuat untuk menghindari banjir dengan cara menjadi media atau wadah mengalirkan air hujan yang jatuh ke badan jalan atau permukaan tanah. Perancangan drainase didasarkan besarnya curah hujan pada daerah tersebut, luas area yang dilayani, dan tata guna lahan area tersebut. Jadi, sebenarnya ukuran, panjang, dan dimensi drainase tidak dirancang sembarang loh.

 

8. Belajar Hukum Lingkungan dan Dokumen Lingkungan

Kata siapa pelajaran hukum cuma dipelajari oleh mahasiswa jurusan hukum? Mahasiswa teknik lingkungan juga belajar hukum lho, khususnya hukum lingkungan. Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan undang-undang tentang lingkungan, batasan pembuangan limbah, dan standar baku mutu limbah yang bisa dibuang langsung ke lingkungan. Tidak hanya di skala nasional, setiap kota dan provinsi punya peraturannya masing-masing dalam menjaga kualitas lingkungannya. Biasanya, setiap Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten/Kota/Provinsi (BLHD) menetapkan peraturan baku mutu atau konsentrasi minimum limbah yang boleh di buang langsung ke lingkungan. Peraturan ini gak sembarangan loh, kalau sampai ada industri yang 'nakal' membuang limbah dengan konsentrasi melebihi baku mutu, bisa langsung dilaporkan, bahkan perusahaan itu bisa diancam untuk diberhentikan. Karena, dari pihak KLHK dan BLHD rutin mengadakan kunjungan/inspeksi dadakan ke industri-industri. Tidak jarang pula dari pihak industri mengaku 'ketakutan' kalau KLHK atau BLHD ini tiba-tiba berkunjung. Mungkin, takut ketahuan kalau limbahnya melebihi baku mutu hehe. 

 

Apa itu Dokumen Lingkungan? Dokumen lingkungan, meliputi izin bagi perusahaan untuk menjalankan proses produksinya. Izin itu, meliputi data kapasitas produksi, alat yang digunakan, limbah yang dihasilkan, fasilitas pengolahan limbah, dan analisis dampak apa yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan apa upaya yang dilakukan untuk meminimalisir. Sebenarnya, setiap industri / pabrik yang mau dibangun harus membuat dokumen ini supaya bisa mendapatkan izin dari pemerintah. Engga hanya industri, bahkan pembangunan jalan tol, pembangunan gedung, pembangunan jalan raya, juga membutuhkan izin lingkungan. Ini penting banget loh, mengingat bahwa engga cuma persoalan ekonomi aja yang diutamakan dalam suatu pembangunan / komersial, tetapi aspek lingkungan juga penting loh. 

 

9. Belajar Sistem Manajemen Keselaman, Kesehatan Kerja (SMK3)

Ini juga sebenarnya dipelajari di jurusan kesehatan masyarakat loh, dan mahasiswa teknik lingkungan juga mempelajarinya. Makannya dalam dunia pekerjaan lulusan teknik lingkungan seringkali masuk ke bagian HSE (Health, Safety, and Environment). SMK3 adalah sistem yang digunakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dalam kerja dan mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Karena tahu tidak, dampaknya bila seorang pekerja mengalami kecelakaan dalam kerja akibat kelalaian dan kecerobohan, bukan hanya uang yang harus dikeluarkan si perusahaan untuk membiayai, namun juga dampak kekurangan tenaga kerja (apalagi kalau si korban memegang peran penting), kerusakan jaringan komunikasi antar tenaga kerja, terhambatnya waktu produksi, dan berbagai dampak jangka panjang lainnya yang merugikan pihak korban dan perusahaan. Teman-teman pernah melihat pekerja kontraktor memakai topi lapangan dan sepatu lapangan? Nah itu adalah salah satu bagian dari prosedur SMK3. Lambang SMK3 sendiri adalah tanda "+" dan lambang gerigi berwarna hijau. Ada yang pernah melihat?

 

 

Melindungi diri dengan alat keselamatan ini hukumnya wajib kalau di industri

 

----------------------

 

Itulah yang dipelajari ketika menjadi mahasiswa teknik lingkungan. Penjabaran diatas adalah gambaran umumnya saja. Sedangkan detail pelajaran apa saja yang dipelajari oleh mahasiswa teknik lingkungan, setiap universitas memiliki kurikulumnya masing-masing, namun pada dasarnya semuanya sama. Oh ya, di jurusan teknik lingkungan, tidak hanya pelajaran dasar Fisika dan Matematika saja yang berperan penting, namun juga Geografi, Kimia, Biologi, Sosiologi, dan Ekonomi. Walau semuanya tidak dipejari secara mendetail, namun beberapa potongan materi tersebut bisa saja nyempil di salah satu mata kuliah jurusan teknik lingkungan.

 

Prospek Kerja

Prospek kerja lulusan teknik lingkungan? Sebenarnya lulusan teknik lingkungan sangaat dibutuhkan di institusi pemerintahan, industri atau perusahaan manapun. Kini, setelah dikeluarkannya undang-undang baru dari pemerintah tentang AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan), hampir setiap industri (termasuk hotel dan rumah sakit) memiliki sistem pengelolaan dan pengolahan limbah. Nah, disinilah lulusan teknik lingkungan berperan. Sepengetahuan saya setelah Kerja Praktek (atau magang) di Pertamina lalu, lulusan teknik lingkungan cukup dibutuhkan dalam hal me-manajemen atau monitoring pengendalian pencemaran lingkungan. Kalau di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tugasnya memonitoring kinerja pengendalian pencemaran lingkungan buat industri-industri se-Indonesia Raya. 

 

Setiap tahunnya perusahaan besar (seperti Pertamina misalnya) harus membuat laporan tentang pengendalian pencemaran dan kualitas lingkungan di sekitar kawasan pabriknya untuk Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Laporan tersebut enggak cuma sekedar laporan loh, karena laporan itu semacam pertanggungjawaban suatu perusahaan dalam kewajiban menjaga kualitas lingkungan disekitarnya. Disitulah lulusan Teknik Lingkungan berperan. Contohnya, di berbagai industri, baik swasta maupun BUMN, biasanya lulusan teknik lingkungan akan di tempatkan di bagian HSE (Health, Safety, and Environment). Hampir semua industri besar, mulai dari petrokimia, pertambangan, minyak & gas, tekstil, otomotif, makanan & obat, memlilki bagian HSE. Misalnya kayak Pertamina, Krakatau Steel, Unilever, Total, Biofarma, dsb. Tidak hanya di industri, bahkan di beberapa institusi pemerintah pun seperti Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian ESDM, Kementrian Perindustrian, Kementrian Pekerjaan Umum, dsb membutuhkan lulusan teknik lingkungan, darimanapun perguruan tingginya. Intinya, jurusan teknik lingkungan memiliki prospek yang cukup besar dalam karir dan pekerjaan.

 

Untuk perempuan, jangan takut dengan peluang prospek kerja. Karena di jurusan teknik lingkungan (entah mengapa) di berbagai perguruan tinggi kebanyakan adalah perempuan (dengan proporsi laki-laki banding perempuan 1/2 ) maka sudah pasti peluang kerja juga sangat terbuka lebar, baik pekerjaan di lapangan ataupun di ruangan.

  

Nah, kesimpulannya, salah besar apabila ada yang mengira bahwa jurusan teknik lingkungan lebih banyak mempelajari biologi. Pada kenyataannya, Fisika dan Matematika berperan 45% dari seluruh materi yang diajarkan. Namun, kreativitas dan kemampuan menganalisa juga tetap dituntut disini, bagaimana caranya mendesain suatu unit, alat atau sistem untuk karateristik daerah dan limbah tertentu agar tidak membahayakan lingkungan dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas. Harapannya, lulusan teknik lingkungan dapat menciptakan keseimbangan antara produksi barang kebutuhan manusia yang bernilai optimal, dan limbah yang tidak akan mebahayakan lingkungan dan tidak mengancam keselamatan manusia.

 

Mahasiswa teknik lingkungan belajar untuk memperhatikan sesuatu yang justru orang lain abaikan.

Karena sesungguhnya apa yang terabaikan bisa jadi adalah hal yang patut untuk diperhatikan, seperti limbah. Semoga pembaca semakin paham dan mengerti seperti apa itu jurusan teknik lingkungan, terutama untuk adik-adik SMA yang berniat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ingat, jangan sampai salah pengertian tentang jurusan ini ya! Semoga bermanfaat :)

 

referensi informasi tambahan tentang teknik lingkungan:

[Goodpriy]

[Ghozifaiz]

-----------

 

 informasi silabus / kurikulum Teknik Lingkungan di beberapa perguruan tinggi negeri:

[Kurikulum Teknik Lingkungan ITB]

[Kurikulum Teknik Lingkungan ITS]

[Kurikulum Teknik Lingkungan UNDIP]

[Kurikulum Teknik Lingkungan UI]

[Kurikulum Teknik Lingkungan UNBRAW]

 -----------

 

Universitas yang memiliki jurusan Teknik Lingkungan (Bachelor) di beberapa negara:

[Bachelor of Environmental Engineering in USA]

[Bachelor of Environmental Engineering in Europe / UK, Ireland, Sweden, Netherland]

[Bachelor of Environmental Engineering in Australia]

[Bachelor of Environmental Engineering in Asia / Malaysia, Singapore, Hong Kong]

[Bachelor of Environmental Engineering in Japan]

-----------

 

Informasi akreditasi jurusan S1 Teknik Lingkungan di berbagai perguruan tinggi Indonesia:

[BAN - PT Kemdikti & Riset]

-----------

 

Informasi prospek dan karir lulusan Teknik Lingkungan:

[Career, Salary, and Education Information of Environmental Engineers]

 ----------

 

FAQ Tentang Teknik Lingkungan

Cukup banyak yang kirim email ke saya dan bertanya tentang teknik lingkungan, dan sebagian besar menanyakan pertanyaan yang hampir sama. Karena itu, saya buat FAQ tentang Teknik Lingkungan disini :)

 

1.) Apakah masuk jurusan Teknik Lingkungan itu susah?

Susah atau tidaknya lolos ke jurusan ini tergantung dari acceptance rate kampusnya. Misalnya, kamu mau pilih jurusan teknik lingkungan di ITB, maka kamu harus tahu berapa jumlah mahasiswa yang akan diterima disana dan banyaknya pendaftar tahun lalu. Kalau kamu mendaftar lewat jalur SNMPTN Undangan, kamu harus perhitungkan nilai raport kamu. Sedangkan kalau mendaftar lewat jalur SBMPTN atau Ujian Mandiri, kamu harus perhitungkan berapa skor minimum yang harus kamu raih untuk bisa lolos. Untuk yang ini, kamu bisa konsultasikan ke guru di sekolah atau tentor di bimbel. 

 

2.) Saya ingin masuk Teknik Lingkungan lewat jalur SNMPTN Undangan. Nilai apakah yang harus saya unggulkan?

Waktu jaman saya tahun 2011, nilai yang diperhatikan saat seleksi SNMPTN Undangan itu semua nilai raport, dan diutamakan mata pelajaran pendukung, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Walaupun mapel pendukung hanya 6, usahakan unggul di seluruh mata pelajaran karena mungkin dapat meningkatkan kesempatan untuk lolos. 

 

3.) Saya lemah di bidang fisika/matematika, tapi saya ingin masuk Teknik Lingkungan. Apakah saya dapat mengikuti kuliah nantinya?

Banyak mahasiswa yang pada awalnya mengaku tidak begitu mahir di bidang Fisika atau Matematika. Tapi, biasanya setiap kampus akan memberikan mata kuliah dasar seperti Fisika Dasar atau Kalkulus di tahun pertama. Jadi, nanti semuanya akan dipelajari lagi dari awal.

 

4.) Apakah saya harus pandai menggambar jika ingin masuk Teknik Lingkungan?

Tidak. Menggambar di jurusan Teknik Lingkungan itu tidak seperti menggambar bebas di jurusan seni & desain, tetapi lebih ke menggambar teknik yang menggunakan software khusus seperti AutoCAD. Skill menggambar teknik juga akan dipelajari lagi dari awal setelah masuk kuliah. 

 

5.) Apakah Teknik Lingkungan di UI / Undip / Unbraw / Unair itu bagus?

Bagus atau tidaknya suatu jurusan sebenarnya bisa dilihat dari akreditasinya yang bisa dilihat lewat website BAN-PT. Walaubegitu, bukan berarti jurusan yang akreditasinya masih B atau C itu tidak bagus. Bisa jadi, mungkin karena jurusan tersebut baru saja dibuka atau belum lama berdiri.

 

6.)  Bagaimana prospek kerja jurusan Teknik Lingkungan untuk perempuan?

Selama ini, cukup banyak lowongan kerja yang ditawarkan untuk lulusan teknik lingkungan baik laki-laki ataupun perempuan.

 

 

PS: Kalau ada yang ingin bertukar pikiran atau bertanya tentang jurusan teknik lingkungan, silahkan tanya saya. Saya senang berdiskusi tentang materi dan pelajaran yang dipelajari di jurusan saya :)

 

Email: hanafajrianti@student.undip.ac.id

 

untuk pertanyaan-pertanyaan lainnya, cek:

ask.fm: http://ask.fm/diatasawan

 

 

Semoga bermanfaat :)

 

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana