Mohon tunggu...
S Gloria
S Gloria Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Professional dan Blogger

Be thankful for what you have. You have no idea how many people would love to have what you've got.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Mantan Makin Dipaksakan Makin Menghilang, Lepaskan Saja

12 Februari 2020   12:23 Diperbarui: 12 Februari 2020   15:58 3894
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pertemuan pertama di coffee shop sangat berkesan./ilustrasi doc: jurnas.com

Cemburu dan cinta itu yang pasti masih ada. Karena butuh waktu untuk bisa benar-benar mengingatnya tanpa rasa.

Biarlah ini akan menjadi cerita lalu dalam hidup saya. Hidup masih terus berjalan waktu akan terus terlewati meninggalkan semuanya, masa lalu sebagai kenangan dan pembelajaran untuk saya.

Ketika kita belajar mencintai seseorang, jangan lupa belajar untuk melepaskannya./ilustrasi doc: titikdua.net
Ketika kita belajar mencintai seseorang, jangan lupa belajar untuk melepaskannya./ilustrasi doc: titikdua.net
Setelah sekian lama, well tak tahu dia pada akhirnya menikah dengan wanita pilihanya atau tidak. Tapi chatting dan pesan singkat saya terakhir sama sekali tak pernah dibalas, meskipun hanya menanyakan kabar. 

Di momen seperti itu ingin juga sih saya bilang ke dia, "Jangan khawatir, aku tidak cemburu dengan pasangan barumu, karena aku sudah tahu kesialan apa yang akan didapatkannya kelak"...hahaha, terkesan sadis yah, tapi itu dulu kini sudah benar-benar ikhlas kok.

Jadi, sekarang sudah move on dong?

Iyalah harus!

Yah semoga saja kekasih babang tampan yang baru memiliki hati yang kuat, atau menyerah lebih awalpun seperti saya tak ada salahnya hahaha...

Ibarat sebuah permainan, saya kali ini kalah. Di awal mungkin saya tak terima kekalahan saya, ada sikap sinis dan rasa benci kepadanya ketika egonya lebih besar daripada rasa sayang yang dia punya.

Tapi, kini, saatnya saya memasuki permainan yang baru, lebih percaya diri dan kesiapan yang matang.

Karena sekarang saya sudah tahu alasan kenapa saya kalah dan tidak ingin mengulanginya. Kalau pada akhirnya dia sudah bahagia, kenapa saya tidak bisa. 

Karena kebahagian saya adalah hak saya, dan saya pula yang mampu merenggutnya. Jadi, pada akhirnya masa itu biarkan tenggelam beserta seluruh kisahnya. Saya tidak perduli jadi apa, dan bagaimana dia kini di sana. Saya tak ingin merenggut kebahagian saya sendiri dengan terus menoleh kebelakang. 

Balas dendam terbaik yang bisa dilakukan pada mantan adalah terus maju. Biarkan dia melihat saya juga bisa bahagia dengan seseorang yang memperlakukan saya lebih baik darinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun