Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann ibu rumah tangga

Ibu RT@Germany, a teacher@Volkshochschule,a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Exploring Germany", a Tripadvisor level 6

Selanjutnya

Tutup

Hiburan headline

Virus Poco-poco Menyerang Dunia

17 Mei 2017   16:47 Diperbarui: 17 Mei 2017   22:11 216 10 8
Virus Poco-poco Menyerang Dunia
Ibu dubes Wening, Konjen Wahyu, diaspora dan bule Jerman poco-poco (dok. Karina)

“Maaf, ya... aku nggak jadi datang,“ kata seorang teman artis yang akan mendukung acara malam Indonesia yang saya adakan bersama teman-teman diaspora didukung VHS, museum, Hettich, Logiport dan pemda setempat April lalu.

Lemes. Kok, ono-ono bae. Sudah dirancang, eeee... ada saja program acara yang batal. Dari yang pemain biola untuk lagu “Tanah Pusaka“ yang nggak bisa datang, penari poco-poco dan pembawa ukuleleada acara lain di klub, wayang orang yang sutradaranya sakit, tukang onde-onde yang anaknya harus ikuti lomba, sampai MC yang punya acara penting bingit. Ya ampun, cekot-cekot! Hasilnya saya nari empat kali. Halah...

Setelah dibicarakan dengan teman-teman dalam WA, Kompasianer Eberle usul dan teman-teman panitia (berlima) sepakat akan menggantikan para artis, mengajak penonton untuk ikut serta. Saya mengangguk.

Hasilnya? Hari H. Taraaaa... tarian berhasil menarik ibu dubes, konjen dan para tamu Jerman serta diaspora untuk maju ke depan dan menari bersama! Wow, virus poco-poco menyebar. Seru! Inilah Indonesia. Indonesia?

Asal muasal poco-poco?

Sebenarnya dari mana sih asal poco-poco? Lagunya? Lagu itu dinyanyikan pemilik suara mentul-mentul khas Jopie Latul dari Ambon, Indonesia apalagi dengan housemix. Penciptanya sendiri Arie Sapulette yang lagi jatuh cinta. Hey, falling in love? Begini nih liriknya:

Balenggang pata pata (jalan berlenggak-lenggok)

Ngana pe goyang pica pica (goyangan badanmu gemulai)

Ngana pe bodi poco poco (bentuk tubuhmu indah berisi)

Cuma ngana yang kita cinta (hanya kamu yang aku cinta)

Cuma ngana yang kita sayang (hanya kamu yang aku sayang)

Cuma ngana suka bikin pusing (hanya kamu yang buat aku pusing)

.......

Asyik ya. Meskipun lagi cinta-cintaan, nggak mendayu-dayu tapi rancak. Asal tariannya?

Seorang pemilik akun YouTube bernama Harvey Kolelsy menguraikan, “Ini tarian Manado tapi tarian Ambon, diciptakan oleh Ari Sapulette asli Ambon dan dinyanyikan oleh Yopi Latul asli Ambon. Tarian Poco-Poco adalah tarian gabungan antara tarian Yospan (Papua) dan Wayase (Ambon). Bahasa dan logat yang dipakai adalah logat Ternate Maluku Utara yang mirip Manado. Jadi, kalau dikatakan tarian poco-poco berasal dari Manado, itu salah dan sama sekali tidak betul. Saya merasa harus memberi klarifikasi dan penjelasan karena banyak dari kita masih keliru dan salah tentang asal-usul tarian poco-poco, Salam NKRI.“

Tarian yang pernah didebatkan negara tetangga bahwa asalnya dari umat Kristen di Filipina itu, dikatakan juga memiliki gerakan tertentu yang tidak sesuai, eh, justru populer sejagad, nih. Lintas negara, lintas agama.

Negara mana saja yang tertular virus Poco-poco?

Namanya virus, sekali datang menyebar. Poco-poco nggak hanya pernah tren di Indonesia, tapi juga ke luar negeri. Negara mana saja yang ketularan?

1. Jerman

Tarian Poco-poco pertama kali saya kenalkan pada sekitar 100 masyarakat Jerman di kampung kami Januari 2016. Saya mengundang seorang teman yang asli Ambon untuk berada di garda depan dan mengajak tamu-tamu saya menari. Sebenarnya bisa nari sendiri tapi saya harus menarikan 5 tarian lainnya, harus ganti baju dan nggak ada waktu.

Lalu, dalam pesta Hemndglonker di kampung kami Februari 2017, beberapa orang menari dengan gerakan Poco-poco, saya terpesona. Kok bisa ya? Dari mana mereka tahu gerakannya? Padahal mereka nggak hadir pada acara sebelumnya. Yah, sayangnya saya nggak nanya, speechless.

Baru-baru ini di Jerman, Mei 2017, gerakan itu nggak hanya dipaskan dengan musik Poco-poco, tapi musik modern apa saja. Sebuah pesta Über 30 yang 5 jam saya hadiri itu jadi rekor. Nggak hanya karena baterai saya kok, bisa tahan lama tinggal di sana tapi juga terkejut ketika pukul 00.00 semua menarikan Poco-poco dengan lagu-lagu berbahasa Inggris. “Hey... ini tarian Indonesia,“ teriak suami dan saya. Segera kami ambil foto dan video. Ini bukti! Rupanya Jerman mampu ditembus oleh virus Poco-poco. Juli 2017, akan ada malam Indonesia di Freiburg, Jerman. Rencana, Poco-poco masuk acara. Tunggu beritanya, ya.

Pesta di Jerman yang pentas poco-poco (dok.Gana)
Pesta di Jerman yang pentas poco-poco (dok.Gana)
2. Inggris

Pada tanggal 21 Februari 2016, Jeffri Ramli dari Malaysia ikut kontes Voice di UK. Dalam wawancara habis nyanyi, juri tanya gerakan-gerakan tarian dari Malaysia dan Jeffri mengatakan, “Actually it is originated from from Indonesia... and we call it poco-poco,“ sambil garuk-garuk kuping kiri menjelaskan ke juri tadi. Senang dan bangga bahwa Jeffri legawa bijak menjelaskannya dan bahkan mengajarkan Poco-poco kepada para juri di depan mata jutaan bahkan bisa jadi miliaran pemirsa. Emejing! Jeffri, thank you.

3. Jepang

Tahun 2010, beberapa pemuda mengundang perhatian masyarakat di sebuah park di Himeji, Jepang. Disusul tahun 2013, pada sebuah international party di Gunma.

4. Belanda

Postingan Bert Tijmensen menjadi bukti bahwa Poco-poco nikmat untuk ditampilkan.

5. China

Dipraktikkan Exodia YC di Xinghai Prize International CC tahun 2010.

6. Australia

Tarian rakyat Maluku itu sudah ngehit di acara World of Food Festival di Government House Perth tahun 2015.

7. Malaysia.

Meski ada pro dan kontra, nyatanya, Poco-poco banyak dipentaskan di negeri jiran. Contohnya oleh Air Asia All star di LCCT Kuala Lumpur tahun 2012.

8. Belanda.

Den Haag adalah salah satu kota yang sudah kena virusnya pada tahun 2013.

9. Bahrain

Negeri kerajaan itu juga mengenal poco-poco, yang dilakukan oleh diaspora Indonesia di sana tahun 2013.

10. USA

Poco-poco pernah bikin heboh di San Fransisco, saat kegiatan Indonesian Day tahun 2011 diadakan.

Ada lagi? Tambahkan sendiri, ya.

Mari ikut melestarikannya

Apakah Poco-poco akan terus berkembang di luar negeri dan hilang di dalam negeri sendiri? O... tentu tidak. Lihatlah, sudah ada gagasan Menteri Pemuda dan Olahraga Bapak Imam Nahrawi agar gerakan Poco-poco lestari, meski dengan lagu bukan dari punya Arie, tapi diciptakan lagi lagu lain. Itu menjadi senam Poco-poco olahraga 2016. Banyak murid SD dan SMP di Tanah Air yang sudah mempraktikkannya di sekolah. Bravo!

Kompasianer, jangan kalah ya. Kalau belum bisa, bisa belajar. Mudah and really fun, kok!

OK. Dari obrolan saya ini, saya sudah baca-baca dan ketemu. Ending-nya, Wikipedia telah menyebut Poco-poco sebagai line dance dari Indonesia tapi ada blog yang cerita ini milik Filipina dan tergugatlah Yopi Latul/Arie Sapulette. Jadi pengen tahu, apa tarian Poco-poco sudah ada copy right resmi? Jangan sampai diakui negara lain.

Satu lagi... saya ingat bahwa Gemu Fa mire sedang ngetren di luar negeri akhir-akhir ini, nggak kalah keren dibanding Poco-poco. Contohnya di Hongaria, tempat ibu cantik Y.M Wening Esthyprobo bertugas sebagai dubes. Beliau adalah salah satu yang ikut melestarikan virus Gemu Fa mire. Lagu Gemu Fa mire ada copy right yang dipunya pencipta lagu Nyong Franco (Frans Cornelis Dian Bunda) dari NTT. Berlaku sejak pengakuan tahun 2014 sampai 70 tahun sesudah si pencipta meninggal.

Hmmm, apakah gerakan tariannya sendiri juga sudah dilindungi? Ya sudah, ayo segera belajar Gemu Ga mire jangan kalah sama bule! Selamat siang.(G76)