Kedahsyatan Lagu Soleram dari Riau, Indonesia

03 Desember 2012 22:56:40 Diperbarui: 24 Juni 2015 20:14:10 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Kedahsyatan Lagu Soleram dari Riau, Indonesia
13545752511328868242

CD milik Ulrich Maske dari Jerman

“Soleram-soleram, soleram anak yang manis. Anak manis, janganlah dicium sayang kalau dicium merahlah pipinya.“

Lagu daerah Riau, Indonesia yang pernah diklaim punyak Malaysia (Suriram bukan Soleram) pernah dinyanyikan tahun 2007 oleh Dayang Nurfaizah dan pendahulunya, Kartina Dahari. Kartina adalah penyanyi kebanggaan Malaysia yang juga sempat memasukkan Gambang Semarang pada CD tahun 2007 nya. Sedangkan Soleram masuk dalam albumnya „Senandung lagu lama“ tahun 1976.

Saya bersyukur telah mengajarkan Soleram pada anak-anak. Darah orang Indonesia. Kelak anak-anak Jerman generasi berikutnya semoga ikut mewarisi lagu nusantara. Ini lagu dari nenek moyang Indonesia, nenek Gana.

Ngobrolin soal lagu Soleram … senang karena lagu yang lambat ini mendayu-dayu, pendek dan mudah dicerna. Rima pantunnya dikatakan oleh penikmatnya enak didengar meski rimanya bukan U ya?

Soleram telah mencuat di kancah internasional sejak puluhan tahun yang lalu, jauh sebelum banyak dibawakan di Malaysia. Lewat almarhumah Miriam Makeba, penyanyi Afrika, kita patut mengacungi jempol meski cengkok abc-nya beda. Yup. Wanita manis kelahiran tahun 1932 yang gemar mendendangkan lagu daerah sedunia itu, membawakan lagu Soleram ! Sayangnya liriknya kok tertulis oleh CC. Carter dan Primont pada tahun 1972 dan terasa asing bagi saya. Atau sayanya yang kuper ?

Bunyi lagu wanita yang meninggal di Italia itu antara lain begini:

„Suliram, suliram, ram, ram. Suliram yang manis. Adu hai indung suhooran.Bidjaklah sana dipandang manis …..“

Ketenaran lagu sebelum tidur, Suliram itu tidak berhenti hanya disitu saja. Adalah The weavers, kelompok asal NY, Amrik yang terbentuk tahun 1948. Grup itu rajin membawakan lagu rakyat bernuansa gospel, balad, anak-anak dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan lagu Soleram adalah lagu Indonesia yang mereka dendangkan bersama lagu lain dalam album bertitel “Goodnight Irene” rilisan 1949-1953. Mengapa dada saya ada merah putih? Karena mereka mempromosikan lagu Suliram itu di youtube dengan judul “Suliram” (Indonesian Lullaby)The weavers.

Ho ho hoooo. Kedahsyatan Soleram go international ini belum seberapa. Saya menengok pada Ulrich Maske. Ia memasukkan salah satu lagu Indonesia berjudul Suliram (Soleram?) pada album Hoch am Himmel steht der Mond (diatas langit ada bulan). Tertulis di sampulnya bahwa lagu itu adalah dari INDONESIA.Saya dari Jawa, lagu ini dari Riau. Sama-sama Indonesia dah. Duhhhh bangganyaaaaaaaaaaaa …

13545751701923948942
13545751701923948942
Tertulis: lagu Suliram dari Indonesia

Pemusik, produser, penulis buku dan pencipta lirik/musik itu asli Hannover, kelahiran 1950. Suaranya mengingatkan saya pada jamannya Frank Sinatra atau Neil Armstrong. Ia begitu menghayati lagu-lagu yang ia masukkan dalam albumnya. Antara lain lagu tradisional rakyat Indonesia, Suliran (Soleram?), lagu dari Ceko, Hungaria, Inggris,Perancis,Pueto Rico, Amerika Serikat, Jerman, Irlandia dan masih banyak folk songs lainnya. Wow, lagu Indonesia ini sejajar dengan lagu masyarakat dunia lainnya. Sensasional!

Tenang … tenangggg. Dari semua temuan saya di wikipedia dan youtube, mengapa justru orang asing dari negeri barat itu mendukung SOLERAM sebagai lagu pengantar tidur dari INDONESIA ? Bisa jadi mereka mengetahui lagu itu jauh lebih lama dari orang Malaysia mengenal lagu SURIRAM atau SOLERAM itu. Perhatikan tahun berapa Miriam, weavers dan Ulrich menyanyikan lagu “Suriram” (plesetan “Soleram” atau salah pengejaan karena lidah asing ya?) dengan yang diakui sebagai lagu Malaysia dengan judul yang sama “Suriram.” Saya tidak bermaksud mengipasi api dalam sekam tetapi secara nalar bisa terlihat darimana sebenarnya lagu itu. Mungkin saya salah bisa jadi banyak benarnya. Anyway, I don’t have any idea why do they did it. Yang jelas, bangga … bangga … bangga. MERDEKA! (ikutan bang Pier, ah … hayo, Bang, kepal tangan kita).

Begitu pula ketika lagu SOLERAM ini baru saja menggebrak gereja Votiv Wina, Austria dalam acara konser terbuka Sing and joy Vienna 2012. Atau saat Connie Lee dari US menyanyikan lagu rakyat Riau ini tahun 2009 lewat youtube dan menuliskan judulnya Indonesian Suliram Lullaby Go to sleep-sung by Connie Lee. Wuiiihhh … dahsyat !

Semoga ini menginspirasi kita semua untuk tidak lupa, jangan setengah-setengah dan tak boleh malu meneruskan lagu-lagu (rakyat) Indonesia kepada anak-anak dan seterusnya. Tak hanya lagu Soleram ini. Lha wong orang asing saja mengakui dan mendendangkannya, mengapa kita tidak? Oh no! Apa kata duniya? (G76).

P.s: Nite nite gute nacht … Jerman sudah tengah malam. Mari nyanyi Soleram sama-sama, yuk …. Zzzzzzzzzzzzzzz.

Sumber:

1.http://de.wikipedia.org/wiki/Miriam_Makeba

2.http://en.wikipedia.org/wiki/The_Weavers

3. http://de.wikipedia.org/wiki/Ulrich_Maske

4.http://www.youtube.com/watch?v=E2f33gKZ0EI

5.http://www.youtube.com/watch?v=ZlSpk88hmpo

6. http://www.youtube.com/watch?v=USdSDyVUJCY

7. http://www.youtube.com/watch?v=7kTQqPpdzqw

Gaganawati Stegmann

/gaganawati

TERVERIFIKASI

Ibu RT@Germany, a teacher@Volkshochschule,a dancer@www.youtube.com/user/Gaganawati1/videos, an author of "Exploring Germany", a Tripadvisor level 6
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana