HIGHLIGHT

Membawa Bekal ke Kantor? Why Not?

23 Januari 2012 07:49:29 Dibaca :
Membawa Bekal ke Kantor? Why Not?

“Liat tuh si Anu bawa bekal lagi ke kantor, ngirit ya? mendingan aku dong, tiap hari bisa makan di luar, simple dan nggak ribet, Huh... lagian apa enaknya makan siang pake nasi dingin coba... haduh..... jangan-jangan dia tak punya uang lagi untuk masak besok.. ha..ha.. kasian”.

Pernah mendengar untaian kalimat “manis” di atas?. He..he... rileks sajalah, tak perlu marah apalagi gerah. Di kota sebesar Jakarta, fenomena membawa bekal untuk makan siang banyak ditemui di berbagai tempat. Banyak pertimbangan yang membuat akhirnya seseorang memilih membawa bekal sarapan sekaligus makan siang ke kantor.

Sebagai Langkah Penghematan. Harga-harga kebutuhan hidup di Ibu kota bagi sebagian orang memang mencekik leher. Gaji yag setiap bulan diterima terkadang tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti membayar rumah kos/kontrakan yang harganya bisa berlipat-lipat dibandingkan dengan daerah lain, belum kebutuhan untuk makan, minum, pakaian, tagihan listrik, pulsa telepon, jatah mengirim orang tua, atau adik yang masih kuliah dan kebutuhan-kebutuhan tersier lainnya. Perlu diketahui bahwa setelah menikah, kebutuhan tak lagi sesederhana bagi yang kawan-kawan yang masih lajang. Kebutuhan yang sedemikian kompleks tentu perlu penyikapan yang bijak agar biduk rumah tangga yang telah dibina tidak akan hancur dan tenggelam karena permasalahan materi. Salah satu sikap bijak untuk mengimbangi beraneka macam kebutuhan yang kompleks tersebut adalah membawa bekal ke kantor. Memang kita harus bisa mengendalikan keinginan untuk mencicipi lezatnya soto ayam, kethoprak, sate dan beraneka jenis makanan yang menunggu di luar sana. Meski memang nasi dan sayur telah dingin, itu adalah bagian dari pelajaran hidup. Jadi jika ada celutukan “bawa bekal ke kantor terus.... mau ngirit ya?” jawabnya adalah “Iya... memangnya kenapa, ada masalah?”.

Malas keluar kantor. Ketika jam istirahat kantor tiba, sebagian orang lebih memilih tidak beranjak dari tempat duduknya untuk keluar memembeli makan di luar. Mereka lebih memilih duduk ditempatnya untuk menikmati bekal makan dari rumahnya, pertimbangan suhu udara yang panas, antrian yang berjubel di warung-warung makan atau jalan yang macet memaksanya untuk enggan beranjak dari tempat duduknya.

Mempunyai istri yang hobi memasak. Bagi sebagian suami, ini adalah anugerah, mengapa? Selain sudah pasti enak dan bersih, suami tentu akan dimanjakan dengan resep-resep baru yang dibuat oleh Sang Istri, bahkan dalam skala yang lebih luas lagi, hobi memasak istri tersebut dapat disalurkan untuk memperkuat perekonomian keluarga dengan mendirikan sebuah warung makan. Dari sinilah diputuskan untuk membwa bekal makan ke kantor, baik untuk sarapan saja atau bahkan untuk makan siang.

Variasi makanan dan alasan kesehatan. Sebagian orang memutuskan memilih membawa bekal ke kantor karena alasan kesehatan, seperti sedang menjalankan diet, hanya memakan jenis-jenis makanan tertentu atau lebih percaya akan kebersihan makanan yang dibawa dari rumah, jadi daripada nanti terkena diare, sakit perut dan gangguan-gangguan lain akibat kurang bersihnya makanan dari luar lebih baik memilih jalur aman dengan membawa bekal dari rumah. Bahkan dengan membawa bekal sendiri ke kantor, seseorang bisa lebih bebas menentukan menu yang beraneka macam dan berkualitas setiap harinya. Selain berbagai pertimbangan di atas, tentu saja masih banyak pertimbangan lain yang membuat seseorang membawa bekal sarapan dan makan siang ke kantor.

Membawa bekal bukan berarti pelit, tak punya uang dan patut dikasihani. Adakah alasan kuat untuk mengatakan orang pelit hanya karena membawa bekal dari rumah? dan bahkan jika makanan yang dibawa berlebih, bisa dibagikan ke rekan kerja yang membutuhkan. Adakah alasan yang tepat untuk menyimpulkan bahwa orang yang membawa bekal ke kantor adalah orang yang tidak mempunyai uang, patut dikasihani dan berharap traktiran?.

Bolehlah sesekali kita menikmati lezatnya makanan di restoran, tapi untuk setiap hari? I said No!!. Menurut saya, hidup tak melulu hanya persoalan makan enak, memanjakan lidah dan mengenyangkan perut. Sebagai penutup, tulisan ini bukanlah cibiran bagi orang yang lebih memilih untuk sarapan dan makan siang di luar, “No Problemo Bro!!!”, silahkan. Bersyukurlah kalian dikaruniai rezeki yang cukup untuk bisa terus makan di luar.

Salam....

Sumber gambar

Fajar T

/fajartriyanto

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Learn to Learn..........
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?