Catatan Seorang Perempuan

08 Maret 2013 07:49:03 Diperbarui: 24 Juni 2015 17:08:00 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Hari ini, tanggal 8 Maret 2013 merupakan Hari Perempuan Sedunia. Dalam tulisan saya kali ini, saya hanya ingin sedikit bernostalgia tentang tugas akhir saya yang mengangkat tema "Anti Kekerasan Terhadap Perempuan".

Saya memang bukan pejuang hak perempuan, tapi saya cukup peduli dengan status dan kodrat perempuan. Ini yang selalu menjadi pertanyaan saya, mengapa perempuan selalu kalah dari laki-laki? Padahal ada pepatah yang mengatakan, "di balik seorang pria sukses ada seorang wanita yang hebat". Bukankah itu menunjukkan bahwa sebenarnya perempuan jauh lebih kuat dan hebat dari laki-laki? Tapi, apakah kondisi fisik menyebabkan perempuan akan selalu lebih lemah daripada laki-laki?

Sampai saat ini, kasus kriminal yang mendiskriminasi perempuan tidak kunjung berkurang. Kekerasan yang paling mencuat terjadi di ranah domestik: kekerasan di dalam rumah tangga atau relasi personal, sedangkan bentuk kekerasan terbanyak adalah kekerasan seksual.

Data-data itu saya dapatkan ketika saya berkunjung ke Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) tahun lalu ketika saya sedang mengumpulkan data untuk keperluan tugas akhir saya.

Dalam tugas akhir saya, saya menyusun sebuah kampanye dengan mengambil sebuah ide bahwa sebuah sentuhan sangat bermakna bagi seorang perempuan. Sentuhan kasih sayang, perhatian, dan cinta, sentuhan yang dapat menghapuskan duka dan lara perempuan, sentuhan yang menunjukkan bahwa betapa lembutnya seorang perempuan. Lembut bukan berarti lemah!

Saya, sebagai seorang perempuan, mengerti betul susahnya menjadi perempuan. Bahkan, ibu saya pernah berkata, "Itu lah kodrat wanita. Saat dia kecil, dia harus hormat kepada orang tuanya. Saat dia dewasa, dia harus tunduk kepada suaminya. Saat dia tua, dia harus nurut sama anaknya."

Naif.

Perempuan merupakan peran yang penting dalam kehidupan. Perempuan adalah ibu, istri, kakak, adik, maupun anak. Perlu ditegaskan, bahwa dalam tulisan ini saya tidak bermaksud untuk memprovokasi dan bukan maksud saya juga untuk tidak menghormati kaum laki-laki.

Saya bukan perempuan lemah dan saya sangat berharap semua teman-teman saya mempunyai pemikiran yang sama seperti saya, perempuan bukanlah individu yang diciptakan untuk ditindas dan mengalami kekerasan saja.

EG
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana