Kapolsek Taman Sari Harus Dipenjara

18 Oktober 2012 12:30:18 Dibaca :


Beredarnya foto-foto Novi Amalia di internet yang diambil di ruang pemeriksaan Polsek Taman Sari, dimana terlihat Novi dalam keadaan diborgol dan tidak sadar, sungguh keterlaluan. Bahkan, ada foto dimana dia terlihat payudara dan kemaluannya, dengan latar belakang seorang polisi pria berseragam, dan sebuah jas hitam tergantung di dinding.


Hingga sampai ada foto hampir bugil tersangka di ruang pemeriksaan menunjukkan ketidak becusan kinerja polisi di Polsek Taman Sari. Melakukan pembiaran terhadap pelecehan terhadap hak tersangka, tidak meminjamkan pakaian, paling tidak, jas hitam yang digantung di dinding di belakang polisi pria itu bisa dipinjamkan dahulu sebelum Novi diberikan pakaian yang layak.


Sengaja tidak diberi pakaian agar bisa dintonton, pak? Biasa lihat istri di rumah pakai daster kayak kurungan ayam? Istri  biarpun bugil tetap nggak enak dilihat pak? Jadi anda senang memandangi tersangka yang tidak sadar karena pengaruh obat? Sengaja tidak diberi pakaian untuk beberapa waktu biar bisa dipandangi? Anda mau bilang salah sendiri kenapa mabuk nggak pakai baju, lantas jadi pembenaran untuk tidak dipinjami jas yang tergantung di ruang pemeriksaan? Jadi pembenaran untuk difoto lalu diedarkan fotonya? Jadi pembenaran untuk dilecehkan?


Kenapa ruang pemeriksaan tidak ditutup dari wartawan atau siapapun yang memotret? Atau jangan-jangan aparat Polsek sendiri yang memotret?


Punya standard operating prochedure yang ditaati kah kepolisian kita? Punya nurani kah kepolisian kita? Kenapa bisa seperti ini kejadiannya?


Mari kita lihat lagi motto kepolisian kita, “Melindungi dan Melayani Masyarakat”.


Dengan tidak menutup pintu ruang pemeriksaan, apakah polisi melindungi? Tidak.


Dengan tidak meminjamkan pakaian yang ada di ruangan itu, apakah polisi melindungi? Tidak. Anda jahat.


Dengan melakukan pembiaran orang-orang, siapapun, baik media maupun polisi sendiri memotret tersangka tanpa pakaian, apakah polisi melindungi? Tidak. Anda melakukan pembiaran pelecehan.


Seperti yang dikutip dari Viva News, Kapolsek Taman Sari, Jakarta Barat, Komisaris Polisi Maulana Hamdan, mengatakan tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah beredarnya foto bugil Novi Amalia, sopir yang menabrak tujuh orang di kawasan Hayam Wuruk.



Kapolsek tidak bisa berbuat banyak? Kenapa jadi Kapolsek kalau tidak bisa berbuat banyak di Polseknya sendiri?


Jika Kapolsek tidak dapat mencari kambing hitam siapa yang membuat foto ini dan mengedarkannya, maka Kapolsek Taman Sari, sebagai penanggung jawab Polseknya harus dikenakan Pasal 281 tentang perbuatan asusila, dan 282 KUHP tentang pornografi.


Mari kita tonton, bagaimana aparat hukum kita menghadapi hukum terhadap dirinya.



- Esther Wijayanti -

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?