Wahyu Triasmara
Wahyu Triasmara profesional

Seorang manusia biasa kebetulan berprofesi dokter yang ingin berbagi cerita dalam keterbatasan & kesederhanaan.

Selanjutnya

Tutup

pilihan headline

Penangkapan Tora Sudiro Tak Harus Heboh

10 Agustus 2017   11:00 Diperbarui: 10 Agustus 2017   12:16 419 2 1
Penangkapan Tora Sudiro Tak Harus Heboh
Tora Sudiro ditangkap pihak kepolisian. Kompas.com

Lagi, banyak artis tertangkap polisi karena kasus narkoba. Namun belakangan ada yg cukup bikin saya kaget karena aktor kawakan Tora Sudiro juga tertangkap lantaran diduga berurusan dengan Narkoba. Ketika saya lihat liputannya ternyata tampak barang bukti seperti strip obat dan di situ tertulis dumolid. Dalam hati saya gara-gara obat ini kok sampai digrebek dan jadi pesakitan?

Lalu apakah obat ini bisa digolongkan dalam narkotika? Secara farmakologi dumolid sebenarnya bukan golongan narkotika akan tetapi Psikotropika. Dumolid berisi nitrazepam. Ini adalah obat penenang golongan benzodiazepine. Dumolid tidak dijual bebas, ada di apotek namun harus diberikan dengan resep dokter.

Pertanyaannya adalah bagaimana Tora bisa mendapatkan dumolid ini tanpa resep dokter? Apakah kesalahan sepenuhnya pada Tora? Menurut saya tidak. Karena sebenarnya masyarakat kita saat ini seringkali bisa mendapatkan obat yang seharusnya dengan resep dokter tapi tanpa resep dokter. Sebut saja obat-obatan antibiotik yang seringkali diberikan bebas oleh oknum-oknum penjual obat.

Nah, sama halnya pada kasus ini saya kira bukan sepenuhnya kita bisa menyalahkan Tora seorang namun juga harus melihat alur distribusi obat tersebut. Seharusnya oknum penjual obat yang memberikan pada Tora pun juga perlu diproses karena tidak menyarankan Tora untuk periksa ke dokter terlebih dahulu.

Dumolid bukanlah ekstasi, pil koplo, atau shabu-shabu melainkan sebenarnya adalah golongan obat yang dapat digunakan untuk membantu kesulitan tidur (insomnia), kecemasan, dan juga depresi. Banyak orang mengonsumsi obat ini untuk mengatasi kesulitan tidur mereka, dokter pun biasa meresepkan obat ini. Jadi kiranya tak perlu terlalu berlebihan dan terkesan heboh untuk menilai kasus ini.

Ada baiknya jika pihak BNN atau kepolisian membantu Tora melakukan rehabilitasi jika memang yang bersangkutan mengalami ketergantungan dengan dumolid, atau jika Tora mengalami kesulitan tidur, kecemasan atau depresi panggilkan psikiater untuk membantunya lepas dari masalah tersebut .

Kasus ini juga bisa jadi pelajaran untuk kita bersama untuk jadi masyarakat yang bijak dalam membeli dan mengonsumsi obat-obatan. Jangan sembarangan mengonsumsi obat tanpa petunjuk dan pengawasan dokter. Karena obat dalam dosis yg sesuai bisa jadi bermanfaat tapi obat dalam dosis yang berlebihan (over) justru bisa menjadi mudharat.


Salam sehat

dr. Wahyu Triasmara (DrW)