HIGHLIGHT

Diam, Kemarahan, dan Rindu

25 April 2013 13:31:41 Dibaca :

Demi cinta yang tidak membiarkan jiwa dan dirinya terbunuh
Oleh kemarahan yang memuncak dan rindu yang menggebu.

Di iringi suara hujan yang membahasi rempoa dan sekitarnya
Aku terpaut dengan sebuah prinsip yang kini meracuni otakku
Bahwa aku tidak takut apapun, dan aku pasti bisa.

Kini aku stag…

Aku telah memikirkan berbagai cara untuk keluar dari stag ku
Namun yang terjadi adalah aku semakin tenggelam dan tak sadarkan diri
Ketika akhirnya kusadari…
Engkaulah yang mampu membuat stag ini berakhir.

Gengsiku masih saja tinggi
Untuk sekedar mengucapkan kata maaf dan terimakasih
Dan mungkin egomu pun ikut menghalangi
Jalan terbaik yang bisa kita pilih.

Yang terjadi saat ini adalah saling diam
Berada dalam satu tempat yang sama
Namun tak ada sepatah katapun yang mampu kita mulai
Bahkan aku tidak tau,
Apakah kemarahanmu sudah reda
Atau masih menggebu.

Kita sudah berada disini seharian
Dalam diam dan kemarahan
Meski aku masih tetap saja rindu padamu.

Di suatu sisi gelap jiwaku ada keyakinan
Bahwa sebenarnya engkau pun rindu
Dan mungkin saat ini pekerjaanmu terganggu
Karena satu pelukan kecil yang terlewatkan

Entahlah,,,,
Sampai kapan diam ini akan berakhir
Mempertahankan ego dan sensitive masing-masing
Namun aku tetap akan menunggu dan menemanimu
Dalam pekerjaan sulit dan alur logika yang kini sedang terganggu
Karena kemarahan ini tentunya tidak menyurutkan rasaku
Bahwa aku masih sangat mencintaimu.
~~

Desy Hana Ross

/djhana_iofc

"Cinta merupakan kekuatan yang maha dahsyat untuk menjalani kehidupan dengan penuh gairah"
www.djhana.org
www.desyhanaross.com

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?