Geliat Penerbangan Indonesia: 45 Bandara Segera Dibangun

11 Juni 2012 10:14:12 Dibaca :
Geliat Penerbangan Indonesia: 45 Bandara Segera Dibangun
Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatra Barat, Indonesia.

Sepulang dari Masjid setengah mengantuk segera kuseret langkah dengan berat menaiki tangga. Mau tidur lagi, sebelum jam 8 berdentang untuk kemudian memaksaku mandi dan bergegas pergi. Tapi mendadak ku urungkan niat saat mataku bersibobok dengan surat kabar teranyar yang ngejogrog manis di lantai Aula. Tak biasanya nampak terbuka penuh tanpa digulung tanpa dilipat, seolah melambai memanggil-manggil minta dibaca. Kantukku pun serta merta musnah dan segera saja kusambar dan menyesapi setiap lembarannya. Saya yang buta tentang kulit bundar sedikit rada kecewa karena di sana-sini semua artikel mengupas tetek-bengek bola. Wadoow.. Lihatlah pose pemain Perancis Kareem Benzema nemplok dihalaman pertama. Ke dua, ke tiga...semuanya masih menguliti Euro 2012. Hingga saat ku buka halaman tujuh, sontak hatiku merasa surprised demi membaca judul berita pendek yang di cetak tebal-tebal dan huruf kapital besar-besar “Bangun 45 Bandara Baru”. Wah tidak salah nih? Ongelooflijk!

Well, untuk mengantisipasi penambahan pesawat, ekspansi rute, dan pertumbuhan indusrti yang ditunjukkan dengan pembelian armada oleh maskapi secara besar-besaran maka pemerintah berusaha mengimbanginya dengan pembangunan empat puluh lima bandara baru. Di Indonesia, eksistansi transportasi udara menjadi penting. Hal ini disebabkan topografi tanah Indonesia yang berupa kepulauan. Hingga sekarang sekitar 230 bandara baik lokal maupun Internasional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kenyataannya hanya segelintir warga yang mampu menikmatinya. Kebanyakan lebih memilih transportasi darat ataupun air yang tentunya lebih murah. Dan kemungkinan, adanya penambahan bandara baru secara masif dengan perlahan akan menggeser pola lama. Fenomena rakyat yang lebih tebiasa bepergian lewat jalur darat dan air dengan perlahan segera terpatahkan. Karena secara logika, ketika bandara bertambah, armada pesawat juga bertambah sehingga demand penumpang pun melesat tinggi. Dengan demikian cost moda transportasi ini menjadi satu tingkat lebih rendah.

Sebenarnya untuk saat ini bepergian dengan pesawat sudah bukan hal prestige lagi jika dibandingkan dengan satu dasawarsa yang lalu. Karena beberapa tahun belakangan banyak maskapi penerbangan yang gencar menawarkan tiket ekonomi dengan harga promo. Walau disayangkan pelayanannya jauh dari memadai, hanya karena harganya promo (baca: murah ) maka pelayanan yang didapatkan pun promo (baca: dianaktirikan, dinomorduakan). Maka tidak heran hampir setiap pekan jika kutengok surat pembaca di koran lokal selalu saja ada keluhan tentang buruknya pelayanan penerbangan. Dari sekedar yang bagasinya hilang, jadwal yang berantakan, sampai batal terbang. Namun tak terlalu seburuk itu sebenarnya, karena Alhamdulillah walau penulis juga pelanggan tetap tiket promo, selama ini belum pernah mengalami hal-hal yang mengecewakan.

Kembali pada program kementrian perhubungan dalam pembangunan bandara, disebutkan bahwa untuk tahap pertama akan dibangun 24 bandara yang ditargetkan rampung pada tahun 2017. Artinya pembangunan dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap kedua diperkirakan akan selesai 10 tahun kedepan yakni tahun 2022. Dan yang cukup menggembirakan pelaksanaan pembangunan tersebar di seluruh Indonesia, jadi tidak hanya di titik tertentu. Masih dari portal yang sama, dikatakan bahwa untuk membangun satu bandara baru dibutuhkan dana minimal 200 miliar. Kalau saja ada 45 bandara berarti berapa triliun anggarannya? Ckckkck.. semoga saja tidak menjebol anggaran APBN sehingga tidak mengorbankan belanja anggaran lain yang lebih signifikan.

Berikut ini daftar bandara baru yang segera beroperasi:

· Bandara Muara Bungo - Berlokasi di Jambi

· Bandara Tual Baru - Berlokasi di Maluku

· Bandara Waisai Raja Ampat - Berlokasi di Papua Barat

· Bandara Enggano - Berlokasi di Bengkulu

· Bandara Sumarorong Tahap II - Berlokasi di Mamasa

· Bandara Wanghete Baru - Berlokasi di Papua

· Bandara Kamanap Baru - Berlokasi di Papua

· Bandara Pekonserai - Berlokasi di Lampung Barat

Menilik lokasinya, ternyata pemerintah melakukan ekspansi pembangunan fokus pada daerah-daerah pedalaman. Semoga dengan adanya pembangunan baru di daerah pedalaman mampu membuka keterisolasian wilayah yang bersangkutan. Dan yang lebih penting mampu menumbuhkan geliat baru dalam pertumbuhan pariwisata yang selama ini masih belum terjamah pemerintah pusat, di Papua misalnya. Sehingga menjadi potensi bagus yang mampu menarik para wiasatawan lokal maupun mancanegara. Amin.

This image's taken from here Read another article of mine:

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?