Mohon tunggu...
Dewi Nurbaiti (DNU)
Dewi Nurbaiti (DNU) Mohon Tunggu... Dosen - Entrepreneurship Lecturer

an Introvert who speak by write

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Thank You BlackBerry Messanger

19 April 2019   21:26 Diperbarui: 19 April 2019   22:05 170
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sebagai generasi yang tumbuh bersama Blackberry Messanger atau akrab disapa BBM saya turut meras kehilangan atas akan segera pamitnya BBM dari dunia perkomunikasian berbasis terknologi masa kini. 

Meskipun BBM telah saya tinggalkan cukup lama dan beralih ke media komunikasi digital lainnya, namun hadirnya kabar tersebut seketika membuat saya kembali terbayang perihal keasyikan kala BBM ada di tangan. 

Banyak manfaat yang diberikan oleh alat komunikasi yang awalnya digawangi oleh merk telepon genggam BlackBerry ini, diantaranya untuk para pelaku online shop yang sempat mengandalkan BBM sebagai toko online utamanya. Selain dari itu tentu masih banyak lagi keseruan yang penggunanya rasakan kala bertukar pesan singkat menggunakan platform ini.

Kala mengingat kembali hal-hal unik yang erat kaitannya dengan BBM, bersama itu pula muncul kenangan-kenangan indah di masanya. Istilah-istilah tentang huruf D atau Delivered yang menandakan pesan telah terkirim namun belum dibaca oleh penerima, begitu juga dengan huruf R atau Read yang dapat membuat pengirim pesannya bahagia karena pesan yang dikirimnya telah dibaca. 

Selain itu ada julah istilagh DP atau Display Picture yang pada masa itu dijadikan wadah sakti bagi para pedagang di dunia maya untuk menjajakan produknya. Ganti saja DP-nya maka seketika contact kita akan berada pada urutan teratas di setiap telepon pintar yang memiliki PIN kita. 

Nah, berikutnya adalah tentang tingginya gengsi kala kita bertanya kepada seorang rekan tentang "PIN kamu berapa?", dan otomatis yang tidak kalah bergengsinya saat kita mampu menjawab "Ini PIN saya...". PIN atau Personal Identification Number memang menjadi kunci utama agar antar dua orang dapat berkirim pesan melalui BBM. Salah satu dari mereka harus menyimpan PIN rekannya, dan rekan tersebut harus menerima undangan tersebut untuk saling terhubung dalam platform BBM.

Selain dari beberapa istilah di atas, ada hal lain yang juga menjadi bagian penting dari BBM yaitu status. Kita dapat mengunggah sebaris kalimat yang akan muncul dalam jajaran yang sama dengan DP. Status ini biasanya diisi dengan kalimat-kalimat sakti yang sesuai dengan isi hati hahaha... Pemilik PIN BBM dapat mengunggah status apa saja yang tentu saja kalimatnya dapat dibaca oleh rekan lainnya yang telah bertukar PIN dengan kita. Terkadang saya temui kalimat-kalimat curahan hati yang bertengger di sana, selain itu ada juga kalimat bernada sindiran yang ditujukan untuk seseorang yang berada dalam daftar kontak kita hahaha... Seru! Kolom status sakti yang mampu menggugah rasa di hati.

Sebagian besar dari kita tentu bangga telah menjadi bagian dari sejarah singkat namun luar biasa dari BBM. Seakan telah resmu berada dalam lingkaran generasi kekinian jika kita memiliki telepon pintar BlackBerry yang lengkap dengan fitur BBM-nya. Sekitar tahun 2013 BBM mulai menghadapi kompetitor yangn tidak main-main, yaitu media komunikasi digital WhatsApp atau biasa disebut dengan WA yang dapat diunduh di telepon pintar berbasis Android dan IOS. Tidak sedikit pengguna BBM yang beralih ke WA dan mulai menikmatinya untuk berkirim pesan. 

Di tahun tersebut BBM for Android atau aplikasi BBM yang dapat diunduh di telepon pintar berbasis Android resmi diluncurkan. Dengan kode awal PIN khusus BBM for Android mampu bertengger dan terus berusaha mempertahankan para penggunanya. Tidak sedikit pula pengguna BBM yang berlomba-lomba mengunduh aplikasi BBM di handphone androidnya dan segera mengumumkan kepada dunia bahawa dia berhasil mengunduhnya. Benar-benar sebuah gengsi dan kebanggaan kala seseorang memiliki aplikasi BBM saat itu.

Seiring berjalannya waktu BBM for Android mulai ditinggalkan penggunanya, sebagian dari mereka beralih ke WA, LINE, Kakaotalk atau aplikasi seru lainnya untuk berkirim pesan. Tentunya banyak kelebihan yang dimiliki aplikasi-aplikasi tersebut bila dibandingkan dengan BBM, mulai dari yang paling sederhana yaitu jumlah anggota grup dalam aplikasi, di mana dalam aplikasi BBM dibatasi hanya mampu menampung puluhan orang saja, namun berbeda dengan WA yang dapat menampung hingga ratusan anggota. 

Tidak dapat dipungkiri berubahnya gaya hidup dalam berkomunikasi yang pada masa itu membutuhkan diskusi-diskusi di dunia maya yang harus dilakukan dalam sebuah kelompok besar, maka aplikasi WA memang menjadi pilihan terbaik hingga saat ini. Para pelaku usaha online juga sempat meraup keuntungan yang tidak sedikit saat berjualan melalui BBM. Hal ini membuktikan bahwa aplikasi BBM yang sempat menggemparkan dunia komunikasi anak muda telah berhasil memberikan dampak yang positif dalam berbagai lini kehidupan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun