HIGHLIGHT

Waspadai Post-winning Syndrome!

25 Juli 2012 09:30:44 Dibaca :
Waspadai Post-winning Syndrome!
sumber foto: blog.hubspot.com

Memenangkan kompetisi blog atau lomba menulis blog tentu menjadi hal yang sangat menyenangkan sekaligus membanggakan bagi seorang blogger. Apalagi bila kontes blog tersebut merupakan kontes yang diadakan rutin secara tahunan dan memberikan hadiah yang sangat menggiurkan seperti uang, gadget terbaru, dan bahkan rumah! Wow, menjadi blogger rasanya bukan lagi sekedar menjadi penulis di platform media sosial gratisan kalau sudah begini.

Menang kontes blog memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi sang pemenang. Bukan hanya hadiahnya saja yang membuat hati senang, tapi adanya pengakuan atas karya tulisan dari tim penilai (juri) yang kompeten tentu membuat bangga.

Namun tak selamanya kemenangan bersifat baik bagi para blogger. Sebab ada dua hal yang biasanya terjadi pasca memenangkan sebuah kontes blog. Kemungkinan pertama, blogger menjadi semakin rajin dan bersemangat dalam menulis. Ini tentu efek positif yang diharapkan oleh semua blogger. Kemungkinan kedua, blogger menjadi stuck dalam menulis. Bukannya semakin produktif, malah mendadak kehilangan ide. Nah lho, kalau sudah begini bagaimana jadinya?

Post-winning syndrome

Saat membuat tulisan ini, saya mencoba googling dengan keyword tersebut dan mencari rujukan artikel yang sesuai dengan apa yang saya pikirkan. Sayang, google tidak menampilkan jawaban yang saya cari, jadi melalui tulisan ini saya mencoba merumuskan apa yang saya maksudkan dengan post-winning syndrome.

Ini adalah sindrom di mana seorang blogger menunjukkan gejala perubahan kebiasaan dan perilaku yang mengakibatkannya menjadi tidak produktif menulis seusai mendapatkan penghargaan atau pengakuan atas karya tulis blognya. Terdengar aneh? Tidak juga. Karena saya beberapa kali mengalaminya. Ironis. Ya, karena seharusnya pengakuan atau penghargaan menjadikan kita lebih produktif atau paling tidak lebih bersemangat menulis.

Masih segar dalam ingatan saya, betapa senangnya saya ketika tulisan saya yang berjudul “Wanita Bukan yang Utama di TransJakarta” dimuat di lembar Kompasiana Freez pada Kamis, 22 Maret lalu. Sebelum tulisan saya berhasil dimuat, saya beberapa kali mencoba menulis untuk lembar Freez. Sebelum dimuat di versi cetak, rasanya ada semangat agar tulisan saya suatu saat bisa dimuat dan dibaca oleh jutaan pembaca koran Kompas di Indonesia. Namun, sejak saat itu hingga sekarang, saya belum pernah lagi mengirimkan tulisan untuk Freez, meskipun saya memiliki banyak bahan tulisan sesuai dengan topik-topik yang diajukan setelah edisi “Cerita Komuter” tersebut.

Pada lingkup menulis yang lebih luas, saya termasuk orang yang rajin ikutan lomba blog. Bisa dibilang, selama temanya saya ketahui dan sanggup untuk menulisnya, maka saya akan ikutan. Lebih semangat lagi bila hadiah lomba blognya adalah paket wisata atau gadget keren! Wah, siapa yang tidak mau? Setelah banyak mengikuti kontes blog, saya akhirnya berhasil menjadi juara 3 dalam Kompetiblog 2012 dan mendapatkan hadiah berupa Samsung Galaxy Tab dari pihak penyelenggara kontes.

Sayangnya, hadiah yang keren itu ternyata tak cukup memacu semangat saya untuk lebih semangat menulis. Dalam catatan saya, Kompetiblog 2012 merupakan kontes blog yang terakhir kali saya ikuti hingga tulisan ini saya buat. Entah apa yang terjadi dengan saya, namun sepertinya ide untuk menulis mendadak tersendat. Ada lomba menulis, saya pasti tertarik. Tapi begitu melihat hadiahnya berupa gadget yang sudah saya miliki, saya jadi mengurungkan niat. Jangankan ikutan lomba blog. Personal blog dan beberapa blog asuhan saya saja untuk beberapa waktu pasca kemenangan tersebut sempat tidak saya urus. Ini tentu tidak baik. Sebab bagi saya blogging bukan hanya untuk mengais rejeki, tapi juga sebagai wadah aktualisasi diri dan sarana informasi bagi pembaca setia yang selalu menunggu kabar terbaru dari blog-blog tersebut.

Apakah post-winning syndrome ini pernah (atau malah sedang) menimpa Anda saat ini? Bila ya, ayo segera bangkit, nyalakan komputer, tablet, atau handphone dan mulailah menulis! Bagi yang belum pernah mengalaminya, waspadalah! Jangan sampai kemenangan dalam suatu lomba atau penghargaan orang lain atas tulisan blog Anda malah menjadi racun yang menghambat Anda menulis. Lebih baik menerima kritikan pedas yang membangun daripada pujian / penghargaan yang malah membuat malas berkarya.

Marintan Ompusunggu

/dearmarintan

TERVERIFIKASI (BIRU)

Avid reader. Movie freak. INTJ personality.
Blog: http://dearmarintan.com/
Twitter:
@dearmarintan

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
FOKUS TOPIK KOMPASIANAA

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?