Choirul Mutaqin
Choirul Mutaqin Mahasiswa

seorang yang masih bingung, kamana tujuan dan bagaimana harus melangkah,

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Kegelisahan Pada Ibu Pertiwi #Negeriku Indonesia

20 Juni 2017   16:12 Diperbarui: 21 Juni 2017   18:45 94 0 0
Kegelisahan Pada Ibu Pertiwi #Negeriku Indonesia
whatsapp-image-2017-06-18-at-6-23-18-pm-1-5948e6016e7e61d42e2a2410.jpeg

whatsapp-image-2017-06-18-at-6-23-18-pm-5948e613f596730740175a18.jpeg
whatsapp-image-2017-06-18-at-6-23-18-pm-5948e613f596730740175a18.jpeg

Hai Negeriku bagaimna kini kabarmu?
Begitu banyak pulau yng menyatukanmu.
Dari pedalaman hingga kota yang tiada matinya.

Kaya dan miskin selalu menjadi daya tarik media di dalam tubuhmu.
Perdebatan di kalangan atas selalu engkau sorot dengan mata dan sinarmu.
Sudah benar kah berita atau pun fakta yang ada? Atau di tambah dengan opini yang ada.

Hukum yang menjadi pengkokoh dirimu.
Kini di permainkan oleh para pemain Negeri ini.
Di mana yang bawah selalu menjadi korban dari kaum atas.
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Kini berkecamuk dalam tubuhmu.
Dari masyarakat kecil sudah mulai memainkan hal ini.
Bagaimana engkau merubah hal seperti ini yang melekat di dalam tubuhmu.

Hai Garudaku bagaimana kini keadaanmu?
Engkau bentangkan sayapmu dari Sabang - Merauke.
Engkau genggam erat dengan cangkraman kakimu.
Tapi mengapa kini mulai tak terlihat lagi engkau terbang dan melihat gengamanmu.

Hai rakyat Indonesia ku.
Sudahkah engkau melakukan kewajibanmu untuk Tanah Airmu?
Di mana masih ada petakan-petakan yang menghalangi Negerimu.
Pernahkah engkau melihat kerja para pemimpinmu?
Yang masih memikirkan Negerinya sampai tak bisa tertidur dalam permasalahan yang ada.
Saat pemimpin di cap setiap yang di lakukan adalah pencitraan.
Maka pemimpin seperti apa yang engkau harapkan?

Hai para jiwa Nasionalis, bagaimna sekarang prosesmu untuk negeri mu.
Dengan kemelut di jajaran perwakilan rakyat sampai perbedaan yang menjadi sebuah pengahalan.

Hai pemimpin Negeri ini dan struktural yang ada.
Lihahlah kebawah dengan rakyatmu. Yang telah mendukung mu dan menyerahkan segalanya kepada mu.
Karna rakyat percaya akan dirimu.
Masihkah engkau mempertebal dompet dalam sakumu dan memenuhi kebutuhan perutmu.
Saat rakyatmu kelaparan dan membutuhkan bantuan mu.


Negara ini bisa bangkit!!!
Jangan jadikan sebuah perbedan menghancurkan Negeri ini.
Begitu banyak Darah, Tenaga,  Penderitaan dan Pengorbanan yang telah di pertaruhkan untuk Menyatukan Negeri ini.
Jangan lagi ada kehancuran di masa lalu yang terulang kembali.
Ayo bangkitlah hai pemuda dan pemudi Negeri ini.
Karna kamu lah yang membutuhkan Negara ini.!
Hidup NKRI.


     Surakarta, 18 Juni 2017
           Pukul, 13 : 58 WIB

             Choirul Mutaqin

Sumber : Pribadi
Sumber Gambar :
Peta Indonesia      : www.galena.co.id
Garuda Pancasila  : 3.bp.blogspot.com