Candra Permadi
Candra Permadi pelajar/mahasiswa

\r\n

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Keunggulan Cleveland Cavaliers

18 Mei 2017   19:43 Diperbarui: 18 Mei 2017   20:54 59 1 1
Keunggulan Cleveland Cavaliers
http://www.cbssports.com

29,9 tahun memang bukan tim juara yang paling tua, tapi apabila benar juara musim ini. Cleveland Caveliers memang juara karena pengalaman. Tapi sebelum sampai sana, mereka perlu melewati Boston Celtics dulu dan juara wilayah barat.

Jujur saya nggak tahu mau cerita apa soal Cavs musim ini di babak play off. Coretan saya rasanya nggak akan jauh beda dengan coretan saya musim lalu (coretan saya yang lain sama aja sih). Mereka tetap tim yang berpusat pada Lebron James, yang dikelilingi para seniman pengukir tiga angka. Dan Gilbert, Usher, dan Gordon Gun mengucurkan dana yang besar untuk tetap nyatuin tim juaranya. Sebagai gambaran, Peringkat rataan gaji Warriors musim ini ada di peringkat 11 dengan 6,7 juta dollar sedang Cavs ada di peringkat pertama dengan rataan 8,8 juta dolar.

Satu hal yang terpikirkan begitu saya nongkrongin Boston Celtics pagi tadi, komen saya cuma satu. Mereka (bukan) cuma kalah pengalaman tapi juga fisik. Frame pemain Celtics tinggi, ramping, dan bertenaga. Channing Frye, Imam Shrumpert, Tristan Thompson, dan Deron Williams (termasuk Richard Jeffeson) jelas punya profil serupa: rata-rata 2,05 meter (peringkat 20 NBA) dan 102.9 kg (peringkat 2) per pemain. 

Kelly Olynyk yang baru kemarin meraih angka tertinggi selama kariernya, bukan tandingan James. Empat kali setidaknya James bikin angka dengan menerobos pertahanan Olynyk. Satu kali terpaksa disertai pelanggaran, saat pertama kali James membuat angka dengan melewati Olynyk. Bola masih tetep aja bisa masuk meski James dijaga dua pemain, Olynyk dan Jae Crowder (menit 0:46).

Channel: Play NBA

Al Horford (menit 17:32) yang biasanya leluasa membuka ruang dari sisi luar lingkaran tembakan tiga angka tidak bisa bergerak lantaran tertutup frame Lebron James. Seperti saya komen kemarin big man jadi posisi yang kurang meyakinkan buat Boston Celtics musim ini. Kelemahan ini dimanfaatkan betul sama Tristan Thompson, pemain dengan rataan offensive  rebound tertinggi keempat musim ini, sekaligus pertama di babak play off lantaran saingannya gugur duluan. Penetrasi James sama kengototan Thompson (menit 19:14) bikin mereka unggul 11 poin di quarter pertama 30-19.

Channel: Play NBA

Meski tanpa kecepatan James pun Celtics masih belum mampu mengimbangi kegesitan Kevin Love yang hari ini membuat 32 poin, empat poin di antaranya dengan melewati Marcus Smart (menit 0:26 ma 0,36). Kalok Love manfaatin kegesitannya buat ngelewatin Smart. Sebaliknya Smart manfatin tenaganya buat bikin Love kewalahan di paint area. Dua kali Love terpaksa ngelanggar Smart selama James Rehat. Emang faktanya peran James vital amat. 7 kali Lebron absen babak reguler 7 kali juga mereka kalah. James emang bisa jadi pembeda Iman Shumpert sama JR Smith yang pernah maen bareng di New York Knick aja paling banter bawa Knicks di peringkat 9 wilayah timur, bahkan 15 pun pernah, di Cavs mereka jadi juara.

Keunggulan fisik jelas bikin permainan trio favorit saya Jae Crowder, Avery Bradley, dan Marcus Smart mendelep. Potensi unggul justru keliatan dari para pemain mungil Celtics. Beberapa kali Isiah Thomas keliatan bisa-bisa aja ngelewatin James (dan bukan Thompson), tapi nggak tahu kenapa mungkin terlalu respek, begitu adep-adepan, Thomas malah ngumpan bola ke luar. Sekalinya berani ngelewatin malah diblok (menit 13:50). Nggak heran Thomas cuman kebagian delapan poin di dua quarter pertama. Jaylen Brown justru lebih berani dan bikin 10 poin.

Poin mulai melar lagi setelah James ma Kyrie Irving balik dan mulai penetrasi ke paint area (menit 17:59), dan kliatan klo Irving emang bisa bikin angka, true shooting percentage-nya 57,2% termasuk tinggi untuk point guard (peringkat 12), nomor satu untuk posisi guard sipa lagi klo bukan Curry dengan 62,9%. Seenggaknya sehabis masuk, doi ngacangin big man Celtics dua kali. Sehabis itu, tempo permainan jadi cepat. Thompson bikin kontribusi enam  angka Cavs. Satu lewat rebound yang tiga angkanya dituntasin Kevin Love, dua dari dunk nyelesaiin passing lob Irving, dan satu dari lemparan bebas. Keunggulan jadi 27-49 buat Cavs.

Boston makin sulit nyerang karena setiap pemain yang dipasang di setiap posisi minimal selalu kalah tinggi dibanding pemain yang ngejaga, jadi ruang tembak mereka jadi kehalang. Terlebih Al Horford yang biasa ngatur alur permainan dijaga James begitu masuk paint area.

Selepas itu, paint area jadi panggung James. Mau Horford, Smart, Crowder hasilnya sami mawon. Semuanya diterobos ma James dan hanya bisa sedikit diimbangi lewat fast break Thomas ujung Quarter kedua.

Quarter ketiga, giliran Kevin Love yang beraksi. Prosesnya identik. James jadi fasilitor, drive ke paint area. Begitu masuk dari kiri langsung dikerubutin Crowder, Thomas, ma Olynyk.  Horford juga solider. Doi ikut ngawasin James meski dari paint area. Hasilnya off courtnya kosong tanpa penjaga. Love yang udah nunggu umpan di ujung sebelah kanan siap-siap nerima bola dan ngeluncurin tembakan tiga angka (menit 9:28). Dengan kecepatan umpan James yang 0.139 meter/ detik, Horford udah kalah langkah duluan. Doi cuman bisa ngejar tangan Love yang udah keburu nembak.  Dua kali beruntun Love dapet assist tembakan tiga angka dari James.

James baru bisa sedikit ditaklukan waktu maen pick and roll dengan Love (menit 12:20). Kebetulan James dibuntuti Crowder, sedang Olynyk menutup ruang gerak Love. Meski berhasil ngirim umpan ke James, tapi James nggak berhasil ngirim umpan balik ke Love karena ruang geraknya keburu ditutup Crowder. James makin sulin penetrasi ke paint area karena selain Crowder, di paint area, Horford udah setia menanti. Cara ini cuma berhasil sekali pas serangan emang dimulai dari bawah di mana pertahanan Celtics bisa tersusun rapi. Pas fastbreak kecepatan dan kekuatan fisik James nggak bisa bohong.

Selisih 24 poin mulai bisa menipis begitu Thomas bermain jadi pengumpan Crowder lewat permainan pick and roll. Thomas yang dijaga Irving sengaja bergerak ke arah Lebron James yang menjaga Crowder. Crowder sengaja nutup gerak Irving pas Thomas mau ngumpan. Begitu Irving mati langkah Crowder gerak ke paint area dengan bebas dan blung. Tiga kali James dilewati Crowder dengan cara yang sama, kalaupun nggak bisa langsung masukin bola, Crowder masih punya ruang buat ngasih assist (menit 17:07).   Lewat cara ini, Boston sempat nipisin angka sampek 17 poin. Aksi itu ditutup aksi follow up dunk Bradley.

Cara ini bisa efektif karena peran Crowder yang berubah jadi secondary defender di paint area  (menit 16:54) begitu James mukai masuk lingkar luar, sementara tugas ngejaga James diserahkan ke Avery Bradley.

Aksi come back ini sayang cuma berlangsung sampai quarter tiga doang. Di quarter 4, Imam Shumpert nggak kemakan jebakan pick and roll Thomas (menit 5:22). Di sini kerasa banget gimana Celtics emang kurang lihai soal defensive rebound, defensive rebound rating mereka ada di peringkat 24. Terlebih di quarter ini Celtics masang small line up. Meski tembakan tiga angkanya tiga kali masuk tapi klo defense kudu post up sama Gerald Green rasanya lancar-lancar aja. Terlebih Marcus Smart terkena Fault out.

Crowder emang berhasil masukin dua tembakan tiga angkanya lewat permainan kick back dengan Thomas salah satunya. Tapi paling pol cuma nipisin angka. Pertandingan pun ditutup dengan keunggulan Cavs  117-104.