HIGHLIGHT

Demam Gangnam Style Menular ke Penyuluh Anti Narkoba BNN

23 September 2012 19:44:24 Dibaca :
Demam Gangnam Style Menular ke Penyuluh Anti Narkoba BNN
Persiapan aksi Gangnam Style, lengkap dengan kuda lumping | foto oleh Mbak Ade

Malam hari ketika pulang kerja, saya mendapat telefon dari mas Agus Widanarko (Danar) yang merupakan kalakhar di BNN (Badan Narkotika Nasional) Sukoharjo yang meminta bantuan. Kebetulan pada hari Kamis (20/9) pihak BNN Sukoharjo ada jadwal penyuluhan “Bahaya Narkoba” di SMK Taman Siswa Sukoharjo, dan dalam penyuluhan tersebut akan diselipkan aksi Gangnam Style. Maka dari itu, untuk melancarkan aksi ini mas Danar meminta bantuan kepada teman-teman yang sering mengikuti aksi maupun penyuluhan bersama BNN Sukoharjo. Diantaranya adalah mas Teguh (hahaa, dilema antara mau manggil mas teguh atau mbak teguh) dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, saya sendiri dari PSK (Pengamat Sepakbola Koplaksiana), dan mas Ari dari KFS (komunitas Fotografi Sukoharjo). Berhubung mas Teguh sudah konfirmasi kesediaannya, maka untuk latihan ala Gangnam Style bisa di-handle mas Teguh sebagai pelatih koreografernya. Saya sendiri pun mengiyakan tawaran ikut mengisi di acara penyuluhan anti narkoba tersebut dan mengiyakan akan ikut bergoyang ala Gangnam Style yang lagi booming di dunia tersebut (tanpa latihan juga cyiiiin).

Konsep BNN Sukoharjo dalam penyuluhan dengan audience para remaja

Dalam menyampaikan pesan-pesan anti narkoba, biasanya kami dari BNN Sukoharjo membawakannya dengan santai, dengan harapan agar mudah diterima oleh semua kalangan. Dan kebetulan penyuluhan kali ini dilakukan di sekolah yang notabene pesertanya adalah anak-anak remaja, maka kami dari tim BNN Sukoharjo selain mempersiapkan properti penyuluhan dan data-data terkait, kami juga menyiapkan video-video dukungan pesan-pesan anti narkoba dari artis-artis nasional. Diantaranya adalah Ungu, PAS Band, Samsons, The Changcuters, dll. Tentu saja tak lupa pula video pesan-pesan dari Bunda Iffet yang notabene adalah sosok yang mampu berjuang keras melawan dan menyembuhkan personel Slank dari ketergantungan akan narkoba. Dengan beberapa video pesan-pesan dari artis yang banyak digandrungi oleh para remaja tersebut, diharapkan akan membekas dan selalu diingat oleh para remaja agar menjauhi hal-hal yang sekiranya dapat menjerumuskan ke dunia narkoba. Apalagi usia remaja bisa terbilang sangat rawan karena sedang dalam proses pencarian jati diri, maka diserukan pula oleh BNN Sukoharjo agar generasi muda bisa memanfaatkan waktu diisi dengan hal-hal positif seperti olahraga, music, seni, dll.

1348428812565619416Ini penyuluh dan siswi-siswi pada goyang, eeeeh juru foto sambil mengambil gambar juga ikut goyang :p

Aksi Gangnam Style ala BNN Sukoharjo dan pesan moral yang ingin disampaikan

Mengutip apa yang disampaikan oleh mas Danar sebelum memulai aksi Gangnam Style, "Saya ingin penyuluhannya tidak spaneng (membosankan, -red), kita kasih aksi Goyang Gangnam Style. Dengan tujuan, karena Goyang Gangnam Style itu mendunia (maka) kita pakai untuk mempromosikan Goyang Gangnam Style yang ada di Indonesia. Sama-sama tarian kuda, yaitu Jathilan Style ataupun Jaran Kepang." Memang, kita bukan anti kebudayaan yang berasal dari luar negeri. Bila memang ada yang lagi booming di luar negeri sana, mengapa tidak kita gunakan untuk mengangkat budaya kita sendiri? Termasuk Gangnam Style yang merupakan lagu yang dipopulerkan oleh PSY dari Korea ini. Gerakan koreografi yang diinspirasi dari gaya menunggang kuda dan dipadu dengan music hip-hop ala Korea, lagu ini sangat booming, bahkan sampai mengundang minat dari seorang Britney Spears yang notabene adalah artis Hollywood. Di Indonesia pun juga ada banyak kesenian tari daerah yang terinspirasi dengan kuda, dan yang paling kita kenal adalah kesenian Jathilan yang menggunakan Jaran Kepang atau juga biasa disebut Kuda Lumping. Bila tarian kuda ala Gangnam Style bisa terkenal dan mendunia, kenapa tidak kita manfaatkan sebagai sarana promosi mengenalkan Jathilan sebagai kesenian tradisional Indonesia? Bahkan kalau dicermati lebih mendalam, dalam Jathilan banyak sekali nilai-nilai sosial, budaya, hingga religi yang terkandung di dalamnya, berbeda halnya dengan tarian kuda ala Gangnam Style yang hanya mengambil gerakan berkuda dan dipadukan dengan irama musik hip-hop. Tentu hal ini sangat menggoda akal sehat dimana beberapa waktu yang lalu Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo dengan lantang mengatakan bahwa Jathilan adalah kesenian terjelek sedunia, seperti yang bisa dilihat di sini. Meski kemudian Bibit Waluyo kemudian membantahnya (selengkapnya baca di sini), namun tentunya masih menyisakan perasaan miris bagi masyarakat umum yang peduli akan kesenian tradisional Indonesia. Apalagi bagi para seniman Jathilan itu sendiri, rasa menyesakkan dada pasti ada, maka tak heran kemudian para seniman Jathilan banyak yang menyerukan menuntut agar Bibit Waluyo meminta maaf atas apa yang pernah diungkapkannya. Terlepas dari polemik diatas, sudah sepantasnya kita menghargai budaya kita sendiri. Bila memang ada budaya dari luar negeri yang menarik dan lebih terkenal, kenapa tidak kita manfaatkan untuk mendukung pengenalan budaya kita sendiri. Jangan hanya bisa teriak-teriak saat kebudayaan kita diklaim oleh “tetangga sebelah”, namun kita sendiri malah menjelek-jelekkan dan masa bodoh dengan kebudayaan kita sendiri.

NARKOBA NO,  GOYANG  YES !!!

Video berita di Seputar Indonesia (RCTI) http://www.youtube.com/watch?v=Oy_p0Ia1rWg Video full version Gangnam Style ala Jathilan Style BNN + Siswi-siswi SMK http://www.youtube.com/watch?v=HIHF6djZuDI

Bubup Prameshwara

/bubup

Kadang saya memikirkan apa yg terjadi di indonesia ini, sungguh bikin "miris". Tapi kadang saya juga merasa tak ada gunanya memikirkan apa yg sedang saya pikirkan :O
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?