Angga Itu Sudah Membuktikan Kesetiaannya Pada Trias!

14 Mei 2012 14:43:46 Dibaca :

Setiap cewek atau cowok kalau ditanya kriteria calon pasangannya kelak pastilah menyebutkan atau setidaknya menginginkan salah satunya adalah kesetiaan. Tidak ada alasan kenapa tidak perlu menyebutkan kriteria itu. Saat mengerti akan cinta, perasaan posesif akan timbul dengan sendiri. Walau kadar tiap orang berbeda-beda. Saya yakin seratus persen bahwa tidak ada cewek atau cowok yang memang cinta pada pasangannya yang tidak punya keinginan untuk memilikinya hanya untuk diri sendiri. Perkara ternyata tidak bisa dimiliki itu mah urusan lain. Yang jelas perasaan posesif itu pasti ada. Dan tidak ada yang salah dengan itu.


Bagaimana mengukur kesetiaan? Indikasinya apa? Bagaimana kita tahu bahwa pasangan yang kita pilih untuk mengucapkan ijab-kabul di depan penghulu atau di altar depn pendeta memang sudah teruji kesetiaannya? Misal: kita (cewek, lebih gampang) secara umum ingin calon kita itu itu tampan, se-agama, mapan, tinggi sekian meter, ..., dan yang terakhir kesetiaan. Masalah tampan itu selera kita menentukan. Se-agama dan tinggi sekian meter bisa kita lihat dengan mata telanjang. Mapan bisa kita lihat dari pekerjaan dia dan tabungannya. Hehehe. Tapi kesetiaan?? Bisa dilihat dari mana buwww??


Ada yang bilang bisa dilihat dari histori pacaran dia. Apakah sebelumnya pacarannya lama? Siapa yang diputusin lebih dulu? Apa penyebab putusnya itu? Tarohlah supaya lebih mudah, calon kita itu pacaran sebelumnya lama banget, dia duluan yang diputusin, penyebabnya karena tidak disetujui orang tua. Asumsi yang paling mudah itu saja tidak akan bisa menjawab apakah dia termasuk orang yang setia. Mungkin sama pacarnya dahulu dia setia tapi tidak ada jaminan dia akan setia pula sama kita. Asumsi-asumsi yang paling mudah diatas saja tidak bisa dipakai referensi apalagi yang asumsi yang rumit.


Bagaimana kita tahu bahwa calon suami kita atau istri kita bakalan setia sama kita? Sanggupkah dia berjuang untuk kesetiaanya itu? Tidak eneg-kah hidup bersama bertahun-tahun? Lalu lantas karena kita tidak tahu apakah kita tidak jadi menikah dengannya? Atau malah yang lebih ekstrim jadi jomblo seumur hidup? Hmm....


Kejadian tadi pagi, kira-kira jam 8.30am, membuka pikiran saya sekaligus menjawab pertanyaan bertahun-tahun itu. Sebelumnya saya sms ke teman saya, Trias, apakah benar dia akan menikah sekaligus jangan lupa untuk mengundang saya juga. Eeeee.. ga tahunya dapat lima menit ada telpon dari teman saya yang lain yang bilang kalau Angga, calon suami Trias, meninggal pagi itu juga. Tapi berita itu masih simpang siur, entah hoax atau bukan. Setahu saya Trias sudah pesan kebaya, sebar undangan, dsb. Saya berusaha mencari info ke teman-teman yang lain sekaligus konfirmasi Trias juga.


Beberapa saat kemudian, telepon saya baru diangkat Trias. Sambil sesenggukan, Trias mengiyakan kabar yang sudah ada. Angga meninggal karena leukimia sebulan setelah vonis dokter. Padahal sebelumnya vonis dokter hanya enam bulan saja. MasyaAllah... air mata saya tak tertahankan. Kami berdua bertangis-tangisan di telepon. Saya juga njaluk sepurane sing akeh atas SMS “tidak berperasaan” saya tadi pagi. Hik.. Hik.. Hik..


Saya menulis kisah ini juga sambil menitikkan air mata. Betapa nasib tidak bisa ditebak. Pasangan seperti Trias dan Angga yang menjalin kisah cinta sejak SMU sampai usia matang, pasangan yang melalui banyak rintangan untuk keutuhan cinta mereka, pasangan yang akan berbahagia karena akan menikah dalam waktu dekat ini, pasangan yang sudah mempersiapkan segalanya untuk masa depan pernikahan mereka kelak, harus menghadapi takdir yang tragis begini. Saya mengenal baik pribadi Trias. Jadi, saya mengerti bagaimana remuknya hatinya saat ini. Hik.. Hik..Hik.. Pedih...


Seperti saya bilang tadi kejadian Angga dan Trias menjawab pertanyaan yang menginap dengan betah bertahun-tahun dalam pikiran saya. Bagaimana kita bisa menyebut kalau pasangan kita adalah orang yang setia atau bukan? Jawabannya akan kita temukan saat salah satu (atau malah dua-duanya) dari pasangan kita menutup mata. Menghembuskan nafas terakhir di dunia ini. Yang bisa lakukan adalah menjalani proses menuju kesetiaan itu dan berdoa kepada sang Maha Pembolak-balik Hati semoga diberi keteguhan.


Dulu saya tidak bisa bilang kalau Angga itu cowok setia pada Trias. Karena saya tidak tahu apakah dia akan jadi menikah Trias. Kalaupun sudah menikah dengan Trias, saya juga tetap tidak bisa menyebut dia cowok setia, tidak peduli bertahun-tahun berpacaran dengan Trias. Karena saya tidak tahu Angga akan berselingkuh atau tidak, apakah mereka bercerai atau tidak. Saya benar-benar tidak tahu masa depan mereka. Itu semua kuasa Ilahi.


Tapi sekarang keadaannya berbeda. Saya bisa dengan lantang bilang pada dunia kalau Angga itu Sudah Membuktikan Kesetiaannya Pada Trias !! Dan saya bangga bisa mengenalnya dan menjadikan dia bagian dari teman-teman saya yang berharga. Sayangnya, saya masih belum bisa mengatakan hal yang sama tentang suami saya. Begitu pula suami saya terhadap saya sendiri.


Ya Allah... jadikanlah saya sebagai bidadari bagi suami saya kelak di SurgaMu. Serta jadikanlah hanya saya saja yang menjadi satu-satunya bidadari untuknya. Amin.



Salam manis.



Note:


Dengan penuh haru, tulisan ini saya dedikasikan untuk Trias Dan Angga. Maafkan temanmu ini yang hanya bisa berdoa dari jauh untuk kalian. Tidak ada yang kuharapakan lebih dari kebahagian kalian berdua.

Bu Pay Suchen

/bu_pay_suchen

Bu Pay yang suka membaca dan maem coklat...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?