Apakah Sertifikasi Guru Berdampak Positif

28 April 2011 00:40:03 Dibaca :

Apakah sertifikasi berdampak positif bagi kinerja guru


Sertifikasi guru sampai pada saat ini telah berjalan kurang lebih 4 tahun sejak di luncurkan pertama kali pada 2006 yang lalu. Guru yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi pun terus meningkat. Memang luarbiasa bahwa tunjangan sertifikasi mampu menaikkan gaji guru 100 %,tentu bagi guru yang telah mendapatkan tunjangan tersebut.Terlebih sebenarnya banyak daerah yang telah memberikan insentif bagi guru dengan jumlah bervariasi tergantung keuangan daerah, namun di Kalimantan timur jumlah insentif guru tersebut sekitar 1 juta rupiah.Maka makin teballah kantung baju guru dengan gaji yang jumlahnya mencapai 5 juta rupiah.


Tunjangan sertifikasi semakin meningkatkan gap penghasilan antara guru karena guru yang mendapatkan tunjangan tersebut masih sangat sedikit sekali. Bahkan dalam satu sekolah baru ada beberapa guru yang sudah mendapatkannya, terlebih untuk guru yang berada di daerah-daerah pelosok.


Dewasa ini kiranya pemerintah harus lebih bertindak adil lagi dalam peningkatan kesejahteraan guru karena tampaknya tidak banyak peningkatan kinerja guru yang bisa di lihat sebagai dampak dari pemberian tunjangan sertifikasi. Guru tetap saja bersikap seperti biasa, tidak lantas menjadi rajin sekali dalam mengajar atau bersemangat sekali atau menjadi gemar mencari ilmu baru atau menjadi semangat dalam melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajarannya. Peserta didik yang tidak lulus ujian pun tetap saja dari tahun ke tahun, dan bahkan semakin meningkat manakala ujian berlangsung dengan jujur tanpa keterlibatan tim sukses. Yang terjadi justru sebaliknya, kinerja guru lain di kuatirkan menjadi mengendor mengingat guru lain yang tidak mendapatkan tunjangan sertifikasi jumlahnya jauh lebih banyak dari yang sudah mendapat tunjangan. Dalam jangka panjang penurunan motivasi tersebut menjadi sangat mungkin terjadi.


Kiranya perlu di carikan formula peningkatan kesejahteraan guru yang lebih adil bagi semua. Tunjangan seharusnya semua guru bisa mendapatkannya. Jika memang tunjangan tersebut tidak mungkin di berikan untuk semua maka kurangilah jumlahnya namun semua bisa mendapatkannya. Biar hanya 500.000 namun dari sabang sampai merauke bisa mendapatkannya dari pada tunjangan 2 juta tapi hanya di peruntukkan bagi segelintir guru, sementara guru lain hanya bisa terus saja meneteskan air liurnya menanti giliran mendapatkan tunjangan sertifikasi tersebut. Menunggu sesuatu yang tak jelas waktunya karena bisa jadi yang terjadi adalah guru yang mendapatkan tunjangan sertifikasi pensiun baru bisa masuk guru lain untuk menggantikan mengingat kecilnya jatah guru yang mendapatkan tunjangan tersebut


Peningkatan mutu guru dan tingkat kesejahteraan guru harus terus di lakukan, namun upaya peningkatan kesejahteraan guru tersebut haruslah adil bagi semua.

Rudi Purwanto

/bisnisbaru

PNS, Bekerja di sebuah lembaga Pemerintahan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?